Saya setuju dengan pendapat pak heryanto Sijabat Seolah2 KPPN Non Prima/ Percontohan sekarang ini masih "diijinkan" melakukan praktik2 korupsi yang seharusnya sudah diharamkan. Pemberian remunerasi sepertinya harus diberikan pada kecakapan dan beban kerja serang pegawai, bukan semata2 untuk menghilangkan korupsi. Jadi nantinya ada anggapan yang mendapat remunerasi tinggi tidak boleh korupsi, tetapi yang tidak mendapatkan, masih "dimaafkan" untuk melakukan korupsi (kalau tidak ketahuan).
Buat Pak Hari saya mengharapkan pembenahan bukan hanya di KPPN sebagai ujung tombak DJPBN, tetapi dilingkungan Kanpus dan Kanwil seharusnya bersama2 atau malah lebih dahulu melakukan pembebanahan. Coba Bapak amati apakan dalam Pembahasan DIPA di kanwil bapak sudah benar2 bersih, apakah pengadaan barang di lingkup kanwil Bapak tidak ada konkalikon dengan rekanan, apakah pola mutasi sudah fair? Mohon maaf Pak, ini cuman tulisan orang kecil yang belum bisa berbuat banyak, tapi saya kira Pak Hari sebagai Bapak kami tidak tersinggung dengan tulisan saya. --- In [email protected], Heryanto Sijabat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth Bpk Hari Ribowo, > Setelah membaca tulisan dibawah ini, > saya ingin memberikan sedikit kesimpulan (sy harap kesimpulan ini salah) > bahwa diluar KPPN Percontohan seolah-olah diberikan > "Implisit Permit" (baca : TUTUP MATA) untuk melakukan "Service" yg illegal baik ke di dlm organisasi dan keluar organisasi. > Dan saya melihat sepertinya budaya "service" ini hanya bisa teratasi > dengan pemberian Renumerasi yang cukup tinggi. > > > Salam > > Heryanto Sijabat > > Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > mudah2an tidak ada lagi budaya service di KPPN Percontohan.. > karena kita tau mereka yg masuk KPPN Percontohan > sudah akan di berikan Remunerasi tinggi.. > tidak bisa lagi terima apapun dalam bentuk apapun dari yang di layani.. > > demikian pula pejabat yang datang mengunjungi KPPN Percontohan.. > sudah menyadari.. bahwa kunjungan nya ke sana tidak sama dengan kunjungan ke kppn lain.. > > Mudah2an Pak Prapto.. > Mudah2an Pak Bajigauchost.. > INSYAALLAH.. ini akan menjadi permulaan yang baik. > > > > > Prapto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], > "bajigauchost_3" wrote: > > > > Saya yakin apabila budaya service kpd pejabat tidak dihilangkan, > > kppn percontohan nantinya, dengan terpaksa jg akan mengumpulkan > dana > > taktis utk alasan pelayanan "tamu-tamu",,,yang pd akhirnya akan > > merusak sistem kppn percontohan. > > Saya sependapat apabila ada tamu datang ke kantor kita,, perlu > > memberikan pelayanan, tetapi tidak dengan berlebihan apalagi > dananya > > bersumber dari kkn. > > Tolong.... pak Siswo,,! > > "Dana Taktis Dimasukkan Ke Pagu DIPA..." > > Kalo belum bisa msk dipa,,, saya sarankan temen2 yg nantinya > menjadi > > pegawai kppn percontohan,, kita URUNAN dari tunjangan kita untuk > dana > > taktis,,, jadi tdk perlu memotong "uang rakyat" > > " Tolong...jangan paksa kami korupsi" > > Makasih > > Allow Mas bajigauchost_3, sebelum terlanjur kemana2, untuk pertama > kali, apasih kegunaan dari dana Taktis n apakah dana taktis itu harus > ada di semua kantor, terutama KPPN? > kalau ga salah sepengetahuan saya kalau pejabat berkunjung ke KPPN > kan udah dapat SPPD, n untuk pegawai KPPN sendiri udah ada Penambah > Daya Tahan Tubuh.... > Trus apasih gunanya DANA TAKTIS ??????? > > Yahoo! Groups Links > > --------------------------------- > Luggage? GPS? Comic books? > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > --------------------------------- > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, when. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
