terimakasih mas Quick atas sanggahan nya kepada mas Dadang Arifin.. dan juga terimakasih kepada Mas Dadang Arifin untuk tulisannya yang begitu bersemangat menuju perubahan.. begini Mas Dadang.. sebagai orang timur kita punya budaya menghormati orang tua bagaimana ya kalau kita kedatangan orang tua kita sendiri.. bagaimana sih kalau kita kedatangan mertua mereka itu sengaja menengok kita jauh jauh datang dari jakarta.. apakah orang tua/mertua akan kita terlantarkan.. apakah betul itu yang mas Dadang maksud sebagai service.. kalau betul itu maksud mas Dadang.. ya apa yang mas Quick katakan itu cocok.. mas Dadang itu terlalu frontal.. kita bangsa timur sangat menghormati orang tua.. sangat hormat kepada mertua, demikian pula kepada kakak yang dihormati nya.. kalau mereka jauh jauh datang menengok kita sepatutnya lah kita menghormati kedatangan nya.. setidaknya kita ajak makan siang..walaupun makan siang seadanya di rumah.. memperlihatkan penghormatan kita walaupun pemberian/pelayanan itu sebetulnya tidak ada nilai nya bila dibandingkan dengan apa yang pernah mereka berikan kepada kita. . . dan memang itulah yang kami lakukan kepada pak Siswo dan Bu Anandi kami sekedar ajak beliau makan siang, dan itu pun setelah pas waktu nya makan siang.. mudah mudah an bisa jadi contoh yang baik mas Dadang.. koreksi bila Mas Dadang tetap menganggap bahwa perbuatan saya bukan sebagai contoh yang baik.. satu hal yang ingin saya tekankan selama puluhan tahun saya bergaul dengan Pak Siswo beliau tidak pernah minta di service. kalau kami ternyata hanya makan berdua malah dia yang ngotot ingin bayar.. berapa kali aja saya telat keluarkan dompet, keburu dia yang bayar. makan di warung pinggir jalan juga tidak jadi masalah.. itulah yang pernah kami lakukan .. tidak hanya sekali.. tapi berkali kali.. dalam perjalanan ke Sanggau di warung pinggir jalan dalam perjalanan ke Sintang di warung pinggir jalan dalam perjalanan ke Singkawang di warung pinggir jalan di kota singkawang. tanpa mau merepotkan pegawai di KPPN yang akan di kunjungi makan di warung seadanya.. tidak jadi masalah.. demikian mas Dadang.. dan Mas Quick.. terimakasih perhatian nya atas kedatangan pak Siswo ke kota semarang.. wassalam quick_spiker <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas dadang pertanyaannya jangan begitu, itu terlalu frontal namanya, perubahan lebih baik secara bertahap daripada secara langsung berubah semua, biar kita juga tahu step by step apa yang menjadi lebih baik dengan adanya perubahan.
--- In [email protected], "dadang_arifin" wrote: > > Assalamu`alaykum > > maaf pak, mungkin sebagai contoh dan teladan kita, juga bagi kppn yang > lain, bisa diceritakan bagaimana mengenai kunjungan Tim dari Pusat > yang mengunjungi KPPN Semarang 2 yang belum lama ini dilaksanakan, > pelayanan dari daerah sendiri, dalam hal ini Kanwil Semarang, apakah > memang masih dilaksanakan budaya service yang di maksud? > > terima kasih > > --- In [email protected], Hari Ribowo > wrote: > > > > mudah2an tidak ada lagi budaya service di KPPN Percontohan.. > > karena kita tau mereka yg masuk KPPN Percontohan > > sudah akan di berikan Remunerasi tinggi.. > > tidak bisa lagi terima apapun dalam bentuk apapun dari yang di > layani.. > > > > demikian pula pejabat yang datang mengunjungi KPPN Percontohan.. > > sudah menyadari.. bahwa kunjungan nya ke sana tidak sama dengan > kunjungan ke kppn lain.. > > > > Mudah2an Pak Prapto.. > > Mudah2an Pak Bajigauchost.. > > INSYAALLAH.. ini akan menjadi permulaan yang baik. > > > > > > > > > > Prapto wrote: > > --- In [email protected], > > "bajigauchost_3" wrote: > > > > > > Saya yakin apabila budaya service kpd pejabat tidak dihilangkan, > > > kppn percontohan nantinya, dengan terpaksa jg akan mengumpulkan > > dana > > > taktis utk alasan pelayanan "tamu-tamu",,,yang pd akhirnya akan > > > merusak sistem kppn percontohan. > > > Saya sependapat apabila ada tamu datang ke kantor kita,, perlu > > > memberikan pelayanan, tetapi tidak dengan berlebihan apalagi > > dananya > > > bersumber dari kkn. > > > Tolong.... pak Siswo,,! > > > "Dana Taktis Dimasukkan Ke Pagu DIPA..." > > > Kalo belum bisa msk dipa,,, saya sarankan temen2 yg nantinya > > menjadi > > > pegawai kppn percontohan,, kita URUNAN dari tunjangan kita untuk > > dana > > > taktis,,, jadi tdk perlu memotong "uang rakyat" > > > " Tolong...jangan paksa kami korupsi" > > > Makasih > > > > > > Allow Mas bajigauchost_3, sebelum terlanjur kemana2, untuk pertama > > kali, apasih kegunaan dari dana Taktis n apakah dana taktis itu harus > > ada di semua kantor, terutama KPPN? > > kalau ga salah sepengetahuan saya kalau pejabat berkunjung ke KPPN > > kan udah dapat SPPD, n untuk pegawai KPPN sendiri udah ada Penambah > > Daya Tahan Tubuh.... > > Trus apasih gunanya DANA TAKTIS ??????? > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Luggage? GPS? Comic books? > > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > Yahoo! Groups Links im --------------------------------- Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. [Non-text portions of this message have been removed]
