Maaf Pak Dadang, saya sependapat dengan mas quick spiker, kok ga nyaman rasanya langsung nanya gitu:) Mendingan Pak Dadang menyampaikan pengalaman "tidak melakukan budaya servis" malah lebih asik disampaikan di milis:) Eh BTW makasih usulan tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 pak, tp setelah dipikir2 kok belum ada modalnya, mudah-mudahan 08-08-2008 bisa,hehe.. Soal budaya servis saya berpendapat begini, semua orang tahu budaya seperti itu membawa efek buruk di kantor, akibatnya seperti yang sudah banyak ditulis sebelumnya, contoh membuat kuitansi palsu (minimal kita sudah MENIPU diri kita sendiri), jd kalau mau JUJUR tidak bisa beralasan KPPN Non Prima boleh "begitu2" karena belum diberi remunerasi tinggi. Kemudian Pak Hari juga sudah menjelaskan kembali bahwa bukan hanya remunerasi yang tinggi, tetapi hukuman/sanksi juga tegas (stick and carrot, kira2 begitu pak ya?). Kesimpulan saya, pemberian remunerasi dan sanksi tegas ini adalah salah satu (eh salah dua ya) upaya mempercepat perubahan ke arah yang lebih baik, hanya masalahnya belum bisa sekaligus berbarengan, makanya akhirnya muncullah KPPN Percontohan. Demikian dari sudut pandang saya, mungkin dari sudut lain kelihatan beda?hehe.. (lebih enak sih diskusi meja bundar jd ga ada yg tersudut,hehe..) Lebih kurangnya mohon dimaafkan.
--- In [EMAIL PROTECTED] hoogroups.com, "dadang_arifin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu`alaykum > > maaf pak, mungkin sebagai contoh dan teladan kita, juga bagi kppn yang > lain, bisa diceritakan bagaimana mengenai kunjungan Tim dari Pusat > yang mengunjungi KPPN Semarang 2 yang belum lama ini dilaksanakan, > pelayanan dari daerah sendiri, dalam hal ini Kanwil Semarang, apakah > memang masih dilaksanakan budaya service yang di maksud? > > terima kasih > > --- In [email protected], Hari Ribowo > <hari_ribowo@> wrote: > > > > mudah2an tidak ada lagi budaya service di KPPN Percontohan.. > > karena kita tau mereka yg masuk KPPN Percontohan > > sudah akan di berikan Remunerasi tinggi.. > > tidak bisa lagi terima apapun dalam bentuk apapun dari yang di > layani.. > > > > demikian pula pejabat yang datang mengunjungi KPPN Percontohan.. > > sudah menyadari.. bahwa kunjungan nya ke sana tidak sama dengan > kunjungan ke kppn lain.. > > > > Mudah2an Pak Prapto.. > > Mudah2an Pak Bajigauchost.. > > INSYAALLAH.. ini akan menjadi permulaan yang baik. > > > > > > > > > > Prapto <prapt_83@> wrote: > > --- In [email protected], > > "bajigauchost_3" wrote: > > > > > > Saya yakin apabila budaya service kpd pejabat tidak dihilangkan, > > > kppn percontohan nantinya, dengan terpaksa jg akan mengumpulkan > > dana > > > taktis utk alasan pelayanan "tamu-tamu",,,yang pd akhirnya akan > > > merusak sistem kppn percontohan. > > > Saya sependapat apabila ada tamu datang ke kantor kita,, perlu > > > memberikan pelayanan, tetapi tidak dengan berlebihan apalagi > > dananya > > > bersumber dari kkn. > > > Tolong.... pak Siswo,,! > > > "Dana Taktis Dimasukkan Ke Pagu DIPA..." > > > Kalo belum bisa msk dipa,,, saya sarankan temen2 yg nantinya > > menjadi > > > pegawai kppn percontohan,, kita URUNAN dari tunjangan kita untuk > > dana > > > taktis,,, jadi tdk perlu memotong "uang rakyat" > > > " Tolong...jangan paksa kami korupsi" > > > Makasih > > > > > > Allow Mas bajigauchost_3, sebelum terlanjur kemana2, untuk pertama > > kali, apasih kegunaan dari dana Taktis n apakah dana taktis itu harus > > ada di semua kantor, terutama KPPN? > > kalau ga salah sepengetahuan saya kalau pejabat berkunjung ke KPPN > > kan udah dapat SPPD, n untuk pegawai KPPN sendiri udah ada Penambah > > Daya Tahan Tubuh.... > > Trus apasih gunanya DANA TAKTIS ??????? > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Luggage? GPS? Comic books? > > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >
