andi saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > thanks to pak amir yang sudah mencurahkan perhatianya untuk kami para junior di djpb. senang rasanya masih ada yang memperhatikan kami. > > yang menjadi permasalahan utama kami adalah masalah kejelasan akan status CPNS kami yang saya rasa (baca : pendapat pribadi) masih terkatung-katung. dan ketakutan saya berkas di kepegawaian pusat "tidak disentuh".
ESN: sabar ya bro :) > > tapi mudah2an dan rasa2nya (masih menurut saya) ketakutan saya agak sedikit terkikis. karena menurut teman2 di Pusat. > thanks juga buat temen2 di pusat yang juga memperhatikan kami > ibu kita telah menanyakan surat rekomendasi kami (sekarang peraturanya jika anak magang mau diangkat jadi cpns harus ada rekomendasi dari kantor magang masing-masing - selama 3 bulan). > ESN: tenang aja 'ndi, di serui ada temen2 lo 3 orang, dan Kepala Kantor kami juga lumayan tanggap orangnya, jadi kalo ada apa2 dy langsung kontak kantor pusat (terutama masalah pengangkatan CPNS kalian), bro saran gw, tetep monitor tuh berkas, kan ada temen2 di instansi lain (Bapekki, BPKP, dll) yang ada di jakarta, jangan segan2 untuk minta bantuan mereka untuk bertanya ke kantor pusat DJPB dan memonitor berkas kalian nb: klo perlu bikin daftar semua orang yang penempatan DJPB, dan pada waktu akhir pengumpulan rekomendasi, di cek semua kelengkapannya (oleh temen yang di jakarta)...jangan sampe "karena nila setitik rusak susu dan sekitarnya.."(ceileeeeh), nah kalo ternyata ada berkas temen yang belum ada(mungkin tercecer..kita kan ga tau), langsung minta yang bersangkutan mengirim lagi, karena biasanya kalo berkas belum lengkap kepegawaian tidak langsung memproses berkas tsb, tapi menunggu ini berdasarkan pengalaman kami (angkatan 2005) satu yang paling penting! "harus ada minimal 1 orang yang terus memonitor perjalanan berkas kalian!!!" > thanks juga buat temen2 milist yang juga sudah memperhatikan kami specially to. gien, ekoadadisini, brisikbrisik. dan lainya yang telah memberikan supportnya, wejangan2nya, dan nasihat2 yang berguna sekali bagi kami. terutama dalam menambah stok kesabaran kami. hehehehe. > ESN: orang bijak bilang "Orang Sabar disayang Pacar, Orang sabar sering kena cacar, orang sabar suka main bumbum kar...halaaaaah" your welcome bro..jujur gw salut ma lo semua (angkatan 2006, dan angkatan 1998 ...hehehe) lo ternyata memang pemberani karena dengan sepenuh hati mau masuk ke DJPB (Direktorat Jenderal Paling Berani) huahahaha... > best regards > > > andi saputra > kppn sibolga ESN: best regards juga da ah! Eko Sumando KPPN Serui > > amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Memprihatinkan melihat nasib junior-junior yang sudah melaksanakan > tugas di daerah-daerah tetapi belum mendapatkan kejelasan status > CPNS. Walaupun mereka mendapatkan tunjangan kegiatan yang merupakan > komponen dari TKPKN, namun hal ini belumlah cukup untuk memenuhi > kebutuhan minimal mereka apalagi untuk meningkatkan kinerja. Apalagi > di banyak daerah2 tertentu, harga2 lebih mahal dibanding harga normal. > Ada beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan oleh pemegang > otoritas kepegawaian mengenai nasib para kader muda DJPBN tersebut, > antara lain: > > 1. Menempatkan pegawai tanpa NIP dan tanpa kepastian kapan akan > diangkat tidak akan memberi efek yang positif bagi kaderisasi dan > tidak sesuai dengan lingkungan kerja PNS, karena seyogyanya yang > bekerja secara formal melayani masyarakat adalah mereka yang memiliki > otorisasi, dalam hal ini adalah PNS. > > 2. Menempatkan mereka di daerah2 tanpa penghasilan yang semestinya > bisa menjadi kontra produktif terhadap usaha pemerintah meningkatkan > kinerja dan memerangi KKN. Di daerah2 tertentu biasanya harga-harga > lebih mahal karena faktor distribusi. Para pegawai yang dituntut > bekerja optimal namun tidak dapat memenuhi kebutuhan normalnya > apalagi yang merupakan ujung tombak keluarga (yang diharapkan > membantu keluarga) bisa saja mempunyai kecenderungan untuk memenuhi > kebutuhannya dengan melakukan KKN. KKN untuk sekadar memenuhi > kebutuhannya saja mungkin tidak akan berdampak besar pada citra > kantor, tetapi hal ini bisa menjadi suatu kebiasaan yang makin lama > makin besar dan sulit dihilangkan yang akhirnya menjadi KKN karena > kebiasaan yang akan merusak citra DJPBN. > > 3. Seorang CPNS telah mempunyai hak untuk mendapatkan asuransi > kesehatan (ASKES). Hal ini sangat membantu seorang pegawai bila > sewaktu-waktu dalam keadaan sakit, apalagi memerlukan pengobatan > dengan biaya yang cukup besar seperti harus diopname. Apalagi di > daerah2 tertentu masih terdapat penyakit2 endemik seperti Malaria, > Rabies, Typus dsb. yang bisa saja menyerang pegawai yang baru tiba > ditempat tersebut. Pegawai baru yang ditempatkan di daerah2 sangat > rentan terkena penyakit2 endemik tersebut (semacam > reorientasi/pengenalan lingkungan). Tanpa adanya status CPNS/NIP, > para pegawai baru tidak dapat membuat kartu ASKES yang dapat > memberikan perlindungan yang cukup memadai apabila terserang penyakit > atau terjadi kecelakaan dalam rangka melaksanakan tugasnya. > > 4. Seorang CPNS hanya digaji 80% dan tidak serta merta dapat diangkat > menjadi PNS. CPNS merupakan masa percobaan. Bila yang bersangkutan > dengan standar penilaian tertentu (transparant dan jelas), ataupun > selama CPNS melakukan hal2 yang tercela, atau formasi PNS yang tidak > ada, CPNS tersebut bisa saja tidak menjadi PNS. > > Tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya bila memberikan kejelasan > status (CPNS) bagi pegawai2 baru yang akan diterjunkan ke "medan > perang" melaksankan tugas2 DJPBN di daerah2. Dengan kejelasan status > tersebut, para CPNS akan memperoleh penghasilan yang relatif > mencukupi/memadai selama di daerah dan memiliki perlindungan (ASKES) > sehingga dapat bekerja dengan tenang dan optimal. Selain itu para > CPNS juga akan berusaha maksimal memberikan kemampuan yang terbaik > agar dapat diangkat menjadi PNS. > > Satu hal lagi, coba sejenak kita meresapi apa yang mereka > para "balon" rasakan. Bayangkan saat kita menjadi balon pegawai di > suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi dengan harapan menjadi > PNS. Bayangkan saat itempat tersebut saat sedang melaksanakan tugas > tiba2 badan kita meriang dan panas dingin terkena Malaria. Setelah > diperiksa ternyata terkena malaria stadium 4 dan harus diopname. Apa > yang bisa dilakukan sang Balon? Gaji belum memadai, askes pun tidak > punya. Bayangkan bagaimana bila hal seperti ini menimpa anak2 kita, > saudara kita, bahkan diri kita sendiri. Bayangkanlah!!! > > Just For Better DJPBN: > > > > > > > --------------------------------- > Sekarang dengan penyimpanan 1GB > http://id.mail.yahoo.com/ > > [Non-text portions of this message have been removed] >
