kami mengalami hal yang sama bahkan mungkin jauh lebih menderita dari adik2 
yang baru lulus stan...
   saat itu kami langsung di tempatkan di seluruh indonesia dan harus segera 
berangkat walaupun saat itu di bulan puasa (2 minggu lagi lebaran). Selain 
bingung karena belum tahu mau ditugaskan kemana...kalau mau berangkat saat itu 
tiket sangat sulit didapat kalaupun ada harganya tentu sangat mahal... apalagi 
kami hanya di"bekali" dengan selembar surat yang isinya kira-kira "TEMPAT TUGAS 
YANG BARU". -> ya justru anda sudah pernah merasakan kaya gitu(yang pasti juga 
ga enak) apa salahnya kita berharap jangan smpe ada yang kaya gitu lagi dan 
bernasib lebih baik. kan juga belum tentu semua orang mampu berangkat seperti 
anda, apa salahnya sih mas sekali2 mengeluh, kan manusia. lagian nih milis kan 
tempat curhat, sekali mengeluh bukan berarti berlebihan/mengeluh terus/cuma 
mengeluh dan gampang menyerah. kalu bersyukur itu pasti. jangan2 anda yang 
terlalu berlebihan( ....."harus buka mata dan telinga" dan jangan hanya "buka 
mulut" apalagi yang berlebihan) menyikapi curhatan adik2
 kita.

Yusuf Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Ass.wr.wb.,
   janganlah anda terlalu berlebihan dalam hal ini, kan bukan cuma mereka saja 
yang mengalaminya, contohnya angkatan saya (penerimaan sarjana tahun 1996), 
kami mengalami hal yang sama bahkan mungkin jauh lebih menderita dari adik2 
yang baru lulus stan...
   saat itu kami langsung di tempatkan di seluruh indonesia dan harus segera 
berangkat walaupun saat itu di bulan puasa (2 minggu lagi lebaran). Selain 
bingung karena belum tahu mau ditugaskan kemana...kalau mau berangkat saat itu 
tiket sangat sulit didapat kalaupun ada harganya tentu sangat mahal... apalagi 
kami hanya di"bekali" dengan selembar surat yang isinya kira-kira "TEMPAT TUGAS 
YANG BARU".
   jadi nostalgia nih, tapi yang harus dan patut disyukuri oleh kita semua 
adalah Insya Allah akan ada kejelasan status PNS, saya harapkan terutama kepada 
adik2 alumni stan untuk jangan gampang mengeluh/menyerah, dan kalian harus 
mengembangkan diri (sekolah kuliah lagi, tetapi ....."harus buka mata dan 
telinga" dan jangan hanya "buka mulut" apalagi yang berlebihan).
   intinya adalah KITA SEMUA HARUS MENSYUKURI NIKMAT (REZEKI) YANG DIBERIKAN 
ALLAH...HADAPILAH SEMUANYA ITU DENGAN BISMILLAH....
   sekali lagi saya ucapkan selamat kepada kalian semua, wassalaam 
    
   Untuk mas khobir.....kalau sekolah terus.. lah kapan kerjanya mas.... 
(pa.2.c.kwl.16)
    
 
 amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
           Memprihatinkan melihat nasib junior-junior yang sudah melaksanakan 
 tugas di daerah-daerah tetapi belum mendapatkan kejelasan status 
 CPNS. Walaupun mereka mendapatkan tunjangan kegiatan yang merupakan 
 komponen dari TKPKN, namun hal ini belumlah cukup untuk memenuhi 
 kebutuhan minimal mereka apalagi untuk meningkatkan kinerja. Apalagi 
 di banyak daerah2 tertentu, harga2 lebih mahal dibanding harga normal.
 Ada beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan oleh pemegang 
 otoritas kepegawaian mengenai nasib para kader muda DJPBN tersebut, 
 antara lain:
 
 1. Menempatkan pegawai tanpa NIP dan tanpa kepastian kapan akan 
 diangkat tidak akan memberi efek yang positif bagi kaderisasi dan 
 tidak sesuai dengan lingkungan kerja PNS, karena seyogyanya yang 
 bekerja secara formal melayani masyarakat adalah mereka yang memiliki 
 otorisasi, dalam hal ini adalah PNS.
 
 2. Menempatkan mereka di daerah2 tanpa penghasilan yang semestinya 
 bisa menjadi kontra produktif terhadap usaha pemerintah meningkatkan 
 kinerja dan memerangi KKN. Di daerah2 tertentu biasanya harga-harga 
 lebih mahal karena faktor distribusi. Para pegawai yang dituntut 
 bekerja optimal namun tidak dapat memenuhi kebutuhan normalnya 
 apalagi yang merupakan ujung tombak keluarga (yang diharapkan 
 membantu keluarga) bisa saja mempunyai kecenderungan untuk memenuhi 
 kebutuhannya dengan melakukan KKN. KKN untuk sekadar memenuhi 
 kebutuhannya saja mungkin tidak akan berdampak besar pada citra 
 kantor, tetapi hal ini bisa menjadi suatu kebiasaan yang makin lama 
 makin besar dan sulit dihilangkan yang akhirnya menjadi KKN karena 
 kebiasaan yang akan merusak citra DJPBN.
 
 3. Seorang CPNS telah mempunyai hak untuk mendapatkan asuransi 
 kesehatan (ASKES). Hal ini sangat membantu seorang pegawai bila 
 sewaktu-waktu dalam keadaan sakit, apalagi memerlukan pengobatan 
 dengan biaya yang cukup besar seperti harus diopname. Apalagi di 
 daerah2 tertentu masih terdapat penyakit2 endemik seperti Malaria, 
 Rabies, Typus dsb. yang bisa saja menyerang pegawai yang baru tiba 
 ditempat tersebut. Pegawai baru yang ditempatkan di daerah2 sangat 
 rentan terkena penyakit2 endemik tersebut (semacam 
 reorientasi/pengenalan lingkungan). Tanpa adanya status CPNS/NIP, 
 para pegawai baru tidak dapat membuat kartu ASKES yang dapat 
 memberikan perlindungan yang cukup memadai apabila terserang penyakit 
 atau terjadi kecelakaan dalam rangka melaksanakan tugasnya.
 
 4. Seorang CPNS hanya digaji 80% dan tidak serta merta dapat diangkat 
 menjadi PNS. CPNS merupakan masa percobaan. Bila yang bersangkutan 
 dengan standar penilaian tertentu (transparant dan jelas), ataupun 
 selama CPNS melakukan hal2 yang tercela, atau formasi PNS yang tidak 
 ada, CPNS tersebut bisa saja tidak menjadi PNS.
 
 Tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya bila memberikan kejelasan 
 status (CPNS) bagi pegawai2 baru yang akan diterjunkan ke "medan 
 perang" melaksankan tugas2 DJPBN di daerah2. Dengan kejelasan status 
 tersebut, para CPNS akan memperoleh penghasilan yang relatif 
 mencukupi/memadai selama di daerah dan memiliki perlindungan (ASKES) 
 sehingga dapat bekerja dengan tenang dan optimal. Selain itu para 
 CPNS juga akan berusaha maksimal memberikan kemampuan yang terbaik 
 agar dapat diangkat menjadi PNS.
 
 Satu hal lagi, coba sejenak kita meresapi apa yang mereka 
 para "balon" rasakan. Bayangkan saat kita menjadi balon pegawai di 
 suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi dengan harapan menjadi 
 PNS. Bayangkan saat itempat tersebut saat sedang melaksanakan tugas 
 tiba2 badan kita meriang dan panas dingin terkena Malaria. Setelah 
 diperiksa ternyata terkena malaria stadium 4 dan harus diopname. Apa 
 yang bisa dilakukan sang Balon? Gaji belum memadai, askes pun tidak 
 punya. Bayangkan bagaimana bila hal seperti ini menimpa anak2 kita, 
 saudara kita, bahkan diri kita sendiri. Bayangkanlah!!!
 
 Just For Better DJPBN:
 
 ---------------------------------
 TV dinner still cooling?
 Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke