Pak Aby ysh, Mengenai Makassar, itu memang pusat utama di Timur, sebagai 'counter-magnet'. No doubt about it. Untuk itu bisa didiskusikan mengapa kok tidak begitu cepat pertumbuhan kegiatan ekonomi (basis)nya. Padahal statusnya sudah jelas. Pembangunan sarana dan prasarana fisiknya juga sudah mendukung. Ada Global Trade Center (sampai mengurug laut segala), ada kawasan industri, kawasan perdagangan modern, jalan tol ke Pare-pare juga sudah mulai kelihatan, selebihnya dalam proses. Saya baca berita juga Departeman PU akan membangunan Rusuna beberapa tower disitu.
Barangkali bukan soal perencanaan wilayahnya lagi, tapi soal manajemen pembangunan kota dan sekitarnya. Aspek-aspek pemasaran daerah, rencana dan ijin pembangunan pelabuhan, kemudahan perijinan, perolehan lahan, dst. Mungkin ini bisa jadi bahan diskusi? Salam, Risfan Munir --- In [email protected], hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pak Risfan ysh, > Trims atas tanggapannya yang panjang lebar dan konstruktipÂ…Â…. > Menarik untuk menyimak dan menanggapi bagian2 paragraf anda berikut, hanya mohon jangan anggap ini `mutilasi' ya?...: : >

