<http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/107119;_ylc=X3oD
MTJ0Y2EzajBpBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRt
c2dJZAMxMDcxMTkEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIyNzAzODkzNQ--> Terbukti
Telur Dulu, Baru Ayam 

Posted by: "Agus Hamonangan"
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
C%20Baru%20Ayam> [EMAIL PROTECTED]
<http://profiles.yahoo.com/agushamonangan> agushamonangan 

Tue Nov 18, 2008 12:06 pm (PST) 

 
<http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/07225942/terbukti.telur.dulu.baru.aya
m>
http://kompas.com/read/xml/2008/11/18/07225942/terbukti.telur.dulu.baru.ayam

JAKARTA, SELASA - Teka-teki klasik antara telur dulu atau ayam dulu
mungkin terjawab dengan penemuan fosil sarang dinosaurus di Kanada. Di
sarang yang dibuat 77 juta tahun lalu itu masih terlihat jelas bekas
kumpulan lima butir telur.

"Karakteristik sarang tersebut mirip dengan sarang burung," ujar
Francois Therrein, salah satu paleontolog dari Royal Tyrell Museum
Alberta, Kanada. Ini berarti bahwa dinosaurus lebih dulu membuat
sarang sebagai tempat mengerami telurnya sebelum burung melakukannya.
Selama ini, sejumlah pakar evolusi masih berasumsi bahwa burung
berkembang dari dinosaurus.

Ukuran sarangnya berdiameter sekitar setengah meter dan diperkirakan
seberat 50 kilogram. Di dalamnya setidaknya terdapat bekas 12 cangkang
telur yang masing-masing berukuran panjang 12 centimeter dan tersusun
rapi serta mengarah ke satu titik.

"Berdasarkan bentuk telur dan sarangnya, kami yakin sarang tersebut
buatan seekor caenagnathid atau raptor kecil, keduanya sama-sama
pemakan daging dan memiliki kekerabatan yang erat dengan burung," ujar
Darla Zelenetsky, peneliti lainnya dari Universitas Calgary, Kanada.

Zelenetsky mempelajarinya sejak disimpan di Canada Fossil Limited
Calgary tahun 1990-an. Sebelumnya ia mengira fosil sarang tersebut
dibuat seekor dinosaurus herbivora berparuh bebek. Namun, setelah
mempelajari lebih seksama, diketahui bahwa sarang tersebut kemungkinan
besar dari kelompok theropoda yang merupakan nenek moyang burung.

WAH

Sumber : LIVESCIENCE

 

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

bdwiagus.blogspot.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [EMAIL PROTECTED] 

 

Kirim email ke