Hal yg tidak 'Islami', yg membedakan peradaban 1430 tahun Hijriah yg lalu
dengan hari ini adalah; Riba lahan ..

CMIIW: apa masyarakat Arab saat itu juga sudah terjangkit urban-capitalism?
Apakah ada bidang usaha yg mengelembungkan harga lahan sebagai pendapatan?
Bagaimana sistem 'property right' ? apakah per individu? atau per suku?
Masyarakat Arab saat itu nomaden dari satu oasis ke oasis lainya. Pemukiman
tumbuh mengikuti oasis.

Anyway.. seperti nya pengertian hijrah (exodus) itu lebih dekat dengan
'migrasi' ..

Salam,
-K-


2009/12/29 ffekadj <[email protected]>

>
>
> Pak Wilmar saya potong sebentar, saya kurang tahu kalau Hawaii itu dekatan
> dengan Mekkah. Mengenai 
> hijrah<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/978>ini, kok solusinya 
> sama dengan usulan saya
> dulu <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1091>? Mengenai
> saran lokasi, anda yang dalam posisi down atau bottom boleh dong kasih
> pendapat. Salam.
>
> -ekadj
>
>
> --- In [email protected], "wilmarsalim" <wil...@...> wrote:
> >
> > Pak Risfan yth,
> >
> > Pada saat reformasi dimulai tahun 1998 saya melihat hal itu tidak akan
> berjalan kalau faktor kedekatan jarak yang mempermudah kolusi dan korupsi
> penguasa dan pengusaha tidak diputus terlebih dahulu. Makanya saat itu saya
> menganalogikan dengan peristiwa Hijrah, yang saya pahami sebagai fase untuk
> menarik diri, menjaga jarak dari praktek-praktek yang kurang benar, untuk
> menata masyarakat menjadi madani, lalu memberikan teladan pada seluruh
> bangsa. Ini bukan berarti meninggalkan seluruh jazirah dan bangs Arab dalam
> kegelapannya kan? Mekkah, di mana Kabah berada, tetap dijadikan pusat dunia
> Islam, yang beberapa tahun sesudah Hijrah 'terbebaskan' dari kebathilan.
> Saya jadi kurang mengerti dengan analogi burung onta yang bapak maksud.
> Mohon penjelasan.
> >
> > Selanjutnya, saya sepakat dengan pendapat bapak bahwa sebuah ibukota
> tidak perlu besar ukurannya, lebih kompak lebih baik. Kita perlu memikirkan
> kriteria apa saja untuk dapat menjadi ibukota yang baik. Kalau masalah
> lokasinya, justru dalam era desentralisasi ini sebaiknya kita tidak
> menentukan secara top-down seperti itu. Skema yang saya bayangkan adalah
> secara bersama dibicarakan kriteria ibukota baru tersebut, kemudian
> ditawarkan kepada pemerintah daerah, siapa yang dapat menyediakan lokasinya,
> sesuai kriteria yang disepakati. Pembiayaan seminimal mungkin bisa menjadi
> salah satu kriterianya.
> >
> > Salam,
> >
> > Wilmar
> >
>

Kirim email ke