Sahabats,

Teman saya Darwis Khudori yang bekerja di Perancis menulis bahwa eropa dan 
amerika berakar pada pohon yang sama, sedangkan nusantara memiliki akar yang 
berbeda. Tampaknya kiat mesti jernih memandang persoalan filsafat barat dan 
timur ini. India dan Cina punya akar pohon yang berbeda pula. Saya tidak tahu 
apakah ilmuwan filsafat (maksudnya sarjana filsafat) dan jurusan filsafat juga 
tertarik meneliti "filsafat vernakular" ini ??? 

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Thu, 1/21/10, R Maris <[email protected]> wrote:

From: R Maris <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Tantangan 2010
To: [email protected]
Date: Thursday, January 21, 2010, 11:56 AM







 



  


    
      
      
      Yth Pak Mod, Pak ATA, Pak Risfan, teman-teman,    Komentar Pak Risfan 
memlanning bukan semata menyusun 'dokumen teknokratis' dan 'naskah akademis'  
tetapi juga 'proses politik' sehubungan dengan klimaksnya nanti pada pengesahan 
rencana dan kebijakan sehari-hari bermasyarakat; mengingatkan saya akan 
definisi planner (wilayah dan kota) dari milis ini lima tahun lalu "... ahli 
yang TERLARANG bertanda-tangan nama pribadi di pojok kanan bawah gambar 
Rencana." Sangat bertolak-belakang dengan etik profesional arsitek dan 
engineers dan dokter; dapat diperkirakan betapa hebat kontras-kontras alam 
pikiran, tingkah-laku, metodologi, jenis peralatan, piranti komunikasi, etc etc 
antar kelompok profesi mandiri itu. Namun dengan sendirinya, pembedaaan membawa 
pengenalan. UU No 26 Th 2007 tentang Penataan Ruang merupakan salah satu upaya 
bangsa di dekade 2000-2010 meracik tata interaksi dalam kompleksitas masyarakat 
alam Indonesia modern.  Pak ATA, saking
 tercengangnya pernah nekad saya patok saja kecepatan perkembangan pandangan 
hidup orang Indonesia pada dasawarsa terakhir ini 100:1 berbanding evolusi 
kebudayaan Eropa, maka (saya posting): '... 1988-1998 (10 tahun) Dark Ages 
Indonesia; 1999-2004 (5 tahun) Lahir Kembali/renesans;
2005-2006 (1 Tahun) ’Pencerahan/enlighte nment; 2007-2008 (1 tahun) ’Revolusi’; 
dan mulai 2009
dst era Modern, Perang Dingin (partai pemerintah vs partai oposisi),
Pascamodern, gabung galemak-peak jadi satu, atau baiknya sekuensial, hingga
mengkristal jadi buah (the fruit of) jatidiri anak bangsa yaitu Pancasila dan
Bhinneka Tunggal Ika yang sejati..." Maka 2010 ini, analog dengan keambrukan 
totalitarianisme 1989 di dunia, mungkin kita akan mengalami menyurut-selesainya 
goro-goro, perang persepsi tak jelas, konstruksi-dekonstr uksi ngawur, menjebol 
dan membangun a la preman. Berganti dengan rasa mendalam Bebas Pendapat dan 
Tegak Hukum. Datuk-datuk dan Pendekar-pendekar bidang hukum dan pers mulai 
sangat didengar dan dituruti. (Catatan: Pak Mahfud M D memprediksi perlu 2 
tahun termasuk 2011 pembersihan makelar kasus).  Pasti ada terdapat filsafat 
INDONESIA, yaitu konsisten berpandangan hidup berlandaskan Kebersamaan, 
Kemerdekaan, Ketropikaan di bawah Ketuhanan yang Maha Esa, yang sepanjang 
sejarah telah selalu menyatukan Nusantara. Berkulminasi pada saat-saat Revolusi 
Pancasila 1945 (Negara --- bahkan Kemerdekaan itu sendiri --- berTuhan), 
pandangan hidup itu bolehlah dianggap menyempurnakan karya Revolusi Perancis 
1789 (liberte, egalite, fraternite) dan Revolusi
 Amerika 1776 (freedom ... pursuit of happiness). Detil-detil masih sedang 
bergolak dalam penggarapan bangsa, Pak ATA, Pak Mod. Yth Pak Mod, filsafat 
INDONESIA boleh digolongkan Arkipelagik --- agar terbedakan dengan pragmatisme 
Amerika Serikat yang tumbuh di daratan massif, kontinen. Analog juga dengan 
pembagian filsafat Barat ke Anglo-Saxon dan Kontinental. Filsafat India,  
Filsafat Cina, dan Filsafat Moor/Andalusia, di samping yang dari Barat itu, 
sangat dalam berkontribusi, seiring penaklukan lautan luas oleh teknologi 
pelayaran. Kini kita sudah boleh menandai yang keDAERAHan seperti filsafat Jawa 
Pasundan, Jawa Jogja, Jawa Solo, Batak, Papua, Wajo, , Bugis, Madura, Minang 
dan sebagainya itu sebagai semata-mata local wisdom, pandangan hidupnya orang 
islander, inlander, kampung-teratak. Vernakuler? Tentu nantinya kekerdilan 
masing-masing akan segera terterjang oleh perletakan infrastruktur komunikasi 
digital dan transportasi antar pulau; berlandaskan
 program nasional pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, dan kebebasan 
bermukim di koordinat manapun selama masih WNI.       Perjalanan setahun 2010 
ini gelagatnya akan dipenuhi peristiwa-peristiwa exciting menuju pewujudan 
negara-bangsa modern bermartabat yang dicita-citakan Revolusi Pancasila. Pak 
Mod, bagaimana kalau seluruh komunitas mengawal bersama; 'kan sudah ada 
usulan15 tonggak perjalanan sebagai referensi urutan dan 
lokasi. Wassalam,Risman Maris               
P.S.Pak ATA, barangkali yang saya maksud justru 'think tank' adalah front 
office (terhadap direct user) sedangkan back office adalah para mahasiswanya 
yang jungkir balik lari kiri kanan mengumpul-mengolah data. Back office jarang 
sekali terlihat oleh umum sehingga tak terhargai sewajarnya.       
On Jan 19, 2010, at 3:51 PM, abimanyu takdir alamsyah wrote:





 



    Rekans ysh,

Mengenai "back office"....saya jadi teringat fungsi FEUI sebagai "think-tank" 
para menteri ekonomi tahun 1970-an.... 

Mengenai "konstruksi vs konstruksi, "anti konstruksi" dll ...saya jadi teringat 
"dekonstruksi" ...mendestruksi yang mapan dan merekonstruksi dengan nyawa 
baru.... 


Wass,
ATA


2010/1/19 R Maris <par...@indo. net.id>
















 



  


    
Yth Pak Mod, teman-teman,       Mendukung penuh fungsi back-office, penggiatan 
produksi hardcopy, annuals maupun accidentals; mungkin dengan gaya gurita 
cikeas, saya akan borong beberapa puluh copies terlebih dahulu, mana nomor 
rekening Pak Moris? Katalog dari terbitan yang sudah tersedia?
        Selanjutnya mengenai tiga komentar Pak Mod.     Setuju baru ada 'sense' 
revolusi. Agaknya saya terpengaruh sentimentalitas kalangan gaek saja yang 
rata-rata mengalami gencetan otak selama 32 tahun dengan klimaksnya harus  
hidup di 'Indonesian Dark Ages' [dasawarsa1990- 2000]. Jadi merasa sangat 
terkejut dan terpana ketika tiba-tiba bangsa besar ini memutuskan berpaling 
kepada Habibie (ratusan perundangan dalam 2 tahun; transparansi demokrasi 
barat) dan Abdurrachman Wahid (paradigma baru kekuasaan; tindakan-tindakan 
seorang commander-in- chief sejati). Mulai 2004 semakin tertanam reformasi 
kultural itu. Orang gaek melihatnya sesuatu yang terjadi secepat kilat. Pak Mod 
menjelaskan, tata caranya lebih canggih, justru konstruksi lawan konstruksi. 
Konstruksi Hasta Brata dilawan gigih dengan konstruksi Pancasila.
        Kiranya dari dunia penataan ruangpun selama 2000-2010 terjadi an 
all-out effort mengemukakan sesuatu konstruksi. Menghasilkan pengamatan, bahwa 
pada 2010 ini penggarapan perlu lebih terfokus pada konstruksi hak dan 
kewajiban rieel Bupati/Walikota; sementara langkah-langkah sektoral 
disinkronkan melalui optimasi rencana maupun penetapan kriteria pencapaian 
Tujuan dan spesifikasi Sasaran.
        Menangkap point no 5, Koperasi, kiranya akan terlihat semakin tegaknya 
"duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, di depan Hukum" di persada Pertiwi. 
Begitulah kira-kira tata membaca 15 tonggak dari peta-lintasan (roadmap) yang 
dikonstruksi melalui Abdunnomics ini: tantangannya adalah bagaimana mengungkap, 
jauh di dasar kultur, norma berbangsa yang membentuk jaringan kuat kesatuan 
ummah dari seluruh pemukim di Indonesia.
        Jika sudah kenal Tujuan, lebih mudahlah menjabarkan Tindakan.   Jika 
bertindak dalam suasana revolusioner, jangan hitung-hitung untung rugi. 

Wassalam,Risman Maris     On Jan 17, 2010, at 8:56 AM, ffekadj wrote:






 



    
Pak Risman ysh, sayang sekali kemarin tidak sempat hadir. Padahal saya ingin 
mengembangkan diskusi tentang satu istilah yang bapak lemparkan Kamis sore itu, 
yaitu 'back office'. Ketika rekan-rekan mendiskusikan beberapa program seperti 
jejaring dan annual book itu, saya sudah merasakan kalau milis dan komunitas 
Referensi ini sudah diperlakukan sebagai 'a back office'. Saya ingin tanggapi 
tiga hal dari wejangan bapak sbb.Mengenai 'suasana revolusioner' pada kondisi 
saat ini, saya kira baru 'sense' saja pak. Namun memang ada hal yang baru dalam 
kondisi perpolitikan yaitu 'tindakan terkonstruksi' sekarang sudah dihadapi 
juga dengan 'tindakan terkonstruksi' lainnya. Jadi konstruksi vs konstruksi. 
Sangat rentan berlangsung pada fenomena hukum; namun sebenarnya juga rawan akan 
menjalar pada berbagai kegiatan yang mengandalkan 'konstruksi' lainnya, 
terutama legal drafting, planning, designing, dst. Malah yang dikhawatirkan 
utilizing dan controlling juga
 terbangun dan berjalan secara konstruktif juga. Jadi hal ini menjadi perhatian 
bagi kita, agar hati-hati bermain konstruksi, selain akan ada reaksi 
anti-konstruksi juga kemungkinan akan dilawan dengan 'tindakan konstruksi' 
lainnya. Demikian kira-kira kata Dunia.Kedua mengenai evaluasi 10 tahun 
terakhir dan pemrograman jangka paling pendek (2010). Harus diakui kita hanya 
bergerak di tataran kebijakan saja, dan belum menstimulus sektor riil. Dengan 
kata lain ini sebenarnya merupakan pukulan (bukan lagi tantangan) bagi dua 
pemegang 'menara kebenaran' (menurut persepsi Harya): menara emas dan menara 
gading. Bila Pak Risman menawarkan titik 2010 sebagai titik perubahan, maka 
sudah saatnya tidak bergenit-ria, dan sungguh berat beban itu ditanggung oleh 
generasi sekarang ini.Ketiga, dari 15 subyek yang bapak tawarkan, terus terang 
saya hanya mampu menangkap point nomor 5, yaitu sesuatu yang bapak lambangkan 
sebagai 'koperasi'. Sungguh betul, begitulah
 keadaannya sekarang ini pak.Sementara demikian dulu pak. Salam.-ekadj
--- In [email protected], R Maris <par...@...> wrote:
>
> Yth Pak Mod, cucuku Panpan, teman-teman,

> Bertepatan ingin kopi darat, gigi sakit sehingga batal ikut, harap dimaafkan. 
> Membuka tahun baru 2010, sangat penting menyadari apa yang sebenarnya tengah 
> terjadi, di arena politik-perekonomia n dan politik-sosial kemasyarakatan. 
> Tidak kurang, suatu suasana revolusioner!

> Jalannya dibuka terutama oleh berbagai tindakan dan alam pikiran Gus Dur 
> semasa menjabat Presiden RI. Saat itu saya sadur bebas saja ke dalam 
> "Abdunnomics" , yang lengkapnya dapat dibaca di Files milis ini.

> Pada tahun 2000 itu kiprah Gus Dur membangkitkan kembali berbagai harapan dan 
> semangat pada suatu bangsa yang baru saja sadar betapa terpuruk martabatnya. 
> Harapan-harapan itu jika disarikan akan berbentuk berbagai perubahan drastis 
> aturan main, antara lain pada 15 subjek berikut:

> ………………………………………………………………………………
> Langkah-langkah Jangka Pendek dan Menengah
> 
> "Abdunnomics" , Jakarta 5 Agustus 2000
> 
> 1. Pejabat Negara (MPR, Eksekutip, DPR, MA): didukung dengan kecukupan yang 
> pantas bagi datuk-datuk negara dan bangsa 


    
     

    
    






  










    
     

    










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke