Mas Imam Indratno,

Saya disini tidak bermaksud utk menjawab pertanyaannya yg sama sekali
bukan pertanyaan yg mudah. Tapi sedikit meramaikan diskusi kita. Saya
malah sekarang ingin tahu, kenapa pertanyaan spt ini muncul? Mesti ada
latar belakangnya? Penelusuran filsafat spt apa yg sudah dilakukan shg
sampai ke pertanyaan spt ini? Kalau saya sbg gurunya, mestinya Mas Imam
sudah mendapat extrapoint karena pertanyaan ini.

Pertanyaan "apakah planning adakah suatu reality?" Kenapa pertanyaannya
spt ini dan kemudian dikaitkan dg perencanaan transrational?
Transrational sendiri saya terjemahkan sebagai sesuatu diluar atau
sesudah rational. Spt kita ketahui ada pre-rational, rational dan
transrational. Kalau kita analogikan dg posmo, kalau rational adalah
kata kunci dari modernism, maka transrational bisa jadi kata kunci dari
posmo. Tolong bantu saya bgm mengkaitkan reality ke transrational?

Sepemahaman saya, reality sering disandingkan dg theory, i.e. theory
versus reality, theory meets reality, from theory to reality, etc. Shg
pertanyaannya bisa saya rephrase menjadi "apakah planning adalah suatu
theory?", dan jawabannya adalah bukan, tapi planning punya beragam
teori, theories of planning. Analogi yg sama bisa kita pakai utk
reality, planning punya beragam realities, realities of planning. Spt
pernah saya sampaikan sebelumnya, planning menurut saya adalah kegiatan
sistematis utk membentuk masa depan di ranah publik (systematic attempts
to shape the future in the public domain).

Mungkin jawaban spt ini, bukanlah yg diharapkan. Btw, saya berharapan
respon  ini bisa memancing diskusi lebih lanjut utk pengembangan
pengetahuan kita bersama.

Deden Rukmana


--- In [email protected], Media Multi Gerak Bandung
<mmgband...@...> wrote:
>
> perkenalkan saya imam... selama ini hanya melihat-lihat mailist ini...
tapi ada
> kegundahan yang tidak bisa saya tahan dan butuh bantuan dari
pakar-pakar dan
> orang pinter di sini. mudah-mudahan kehausan saya bisa terobati....
>
> saat ini saya sedang berpikir tentang konsepsi PERENCANAAN TRANS
RASIONAL,
> karena selama ini saya melihat bahwa teori perencanaan yang berkembang
masih
> mendasarkan pada pandangan positivism. memang benar perkembangkan
perencanaan
> saat ini sudah sampai pada perenc berbasis rasional komunikatif yang
berlandas
> pada Habermas. yang kalo saya tidak salah dia sudah mengembangkan
teori berbasis
> [post]modernisme yang banyak menjadi insipirasi buat perncanaan
komunikatif....
> mohon koreksi klo saya salah...
>
> saya berpikir bahwa perencanaan sebagai sebuah pengetahuan tentu
merupakan
> maujud pengetahuan dari Sang Maha Pengetahuan. oleh karena itu,
perencanaan
> tidak hanya dilihat dari konteks materialism..tetapi harus beyond
> rasionality....seperti bagaimana Ken Wilber mengembangkan konsep
> integralistiknya..
>
>
> pertanyaan pada bapak-bapak atau rekan-rekan...
>
> 1. apakah perencanaan merupakan sebuah realitas????
>
> 2. bila perencanaan merupakan realitas, bagaimana eksistensi ilmu
perencanaan?
> apakah ada di alam mental sang perencana dan stakeholder ataukah
memang ada
> eksistensi di alam nyata?
>
> mungkin 2 pertanyaan dulu yang saya tanyakan sebelum ada rangkaian
pertanyaan
> lainnya.....
>
> maaf atas pertanyaan bodo saya karena selama ini saya mencoba mencari
buku
> filsafat perencanaan belum ketemu aja.... mohon info klo ada yang bs
bantu
> memberikan buku2 tersebut
>
> thanks
>
>
> Imam Indratno
>
>




Kirim email ke