Hello Saham,

Membaca laporan BPS tentang angka pengangguran di Indonesia, saya jadi
teringat ada yg meragukan cara kerja BPS. Sebetulnya, saya juga tidak
tahu bagaimana BPS menghitung angka2 tersebut. Hasil survei BPS sangat
banyak, dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, besar ekspor / impor,
produksi pangan, jumlah rakyat miskin, dst. Bahkan, seringkali
instansi pemerintah sektor ybs menyerahkan bulat2 tugas survei ke BPS.

Hanya kita perlu tahu, statistik itu ada ilmu2nya. Technical Analysis
di saham sejatinya termasuk ilmu2 statistik, akurasinya ya tergantung
keahlian pemakainya. Penentuan angka2 juga seringkali didasarkan
sampling, karena inilah cara2 yg paling mungkin dan ekonomis. Dengan
tugas sangat spesifik, yaitu membuat statistik, sangat mungkin tingkat
keahlian terbangun dengan baik. Jadi walaupun terkesan bekerja dalam
gelap, tidak bisa diartikan akurasinya buruk. Semua ada teknik2nya.

Saya baru survei sebentar di Google, kekuatan BPS sekitar 16rb-an
pegawai, mempunyai kantor perwakilan di setiap Kabupaten, dan ada
perwakilan aparat hingga tingkat Kecamatan. Anggaran BPS di 2012
adalah Rp 2,2 trilyun. Bicara soal akurasi pasti membandingkan dua
data. Nah, masalahnya lembaga mana yg bisa setara dengan kekuatan BPS
ini? Data mana yg lebih bisa dipercaya? Bagaimana tolok ukurnya? Dst.

Kasus yg mengemuka, misalnya data perdagangan Indonesia dan China.
China menyatakan defisit perdagangan dengan Indonesia. Sedangkan BPS
juga menyatakan Indonesia defisit. Nah, ini mana yg benar? Bisa jadi
keduanya sama2 benar, tapi hasil berbeda karena tolok ukurnya beda.
Atau malah dua-duanya salah. Menghitung barang keluar masuk negara
juga bukan soal gampang. Celah2nya terlalu banyak.

Barangkali kita bisa melihat akurasi BPS dari satu kegiatan yg
dihitung sangat detil, orang per orang. Yaitu sensus penduduk setiap
10 tahun. Prediksi BPS menjelang sensus 2010, jumlah penduduk
Indonesia adalah 235 juta. Setelah sensus, hasilnya adalah 237 juta.
Prediksi 10th dengan selisih kurang dari 1%, tentu cukup atau bahkan
sangat akurat. Tinggal dibalik saja, adakah yg merasa tidak disensus?

Barangkali kapan2, saya juga bertanya lebih serius ke BPS. Kalau
meminta data survei sih pernah beberapa kali. Bertanya2, bagaimana
mereka melakukan survei, sampling, sensus, dst. Saya hanya berpraduga
positif, mereka tidak boleh bermain2 dengan indikator yg salah.
Mengingat efeknya sangat berbahaya. Jangan disamakan dengan instansi
lain yg toleransinya mungkin rendah. Tak kenal maka tak sayang.

-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke