Kalau ada pembandingnya memang bisa dibandingkan akurasinya, mungkin dengan
mendirikan semacam quick count untuk BPS sehingga akurasinya bisa
dibandingkan.
ada yang berminat untuk membuat "saingan BPS"?

2012/5/9 Oguds <[email protected]>

> **
>
>
> Hello Saham,
>
> Membaca laporan BPS tentang angka pengangguran di Indonesia, saya jadi
> teringat ada yg meragukan cara kerja BPS. Sebetulnya, saya juga tidak
> tahu bagaimana BPS menghitung angka2 tersebut. Hasil survei BPS sangat
> banyak, dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, besar ekspor / impor,
> produksi pangan, jumlah rakyat miskin, dst. Bahkan, seringkali
> instansi pemerintah sektor ybs menyerahkan bulat2 tugas survei ke BPS.
>
> Hanya kita perlu tahu, statistik itu ada ilmu2nya. Technical Analysis
> di saham sejatinya termasuk ilmu2 statistik, akurasinya ya tergantung
> keahlian pemakainya. Penentuan angka2 juga seringkali didasarkan
> sampling, karena inilah cara2 yg paling mungkin dan ekonomis. Dengan
> tugas sangat spesifik, yaitu membuat statistik, sangat mungkin tingkat
> keahlian terbangun dengan baik. Jadi walaupun terkesan bekerja dalam
> gelap, tidak bisa diartikan akurasinya buruk. Semua ada teknik2nya.
>
> Saya baru survei sebentar di Google, kekuatan BPS sekitar 16rb-an
> pegawai, mempunyai kantor perwakilan di setiap Kabupaten, dan ada
> perwakilan aparat hingga tingkat Kecamatan. Anggaran BPS di 2012
> adalah Rp 2,2 trilyun. Bicara soal akurasi pasti membandingkan dua
> data. Nah, masalahnya lembaga mana yg bisa setara dengan kekuatan BPS
> ini? Data mana yg lebih bisa dipercaya? Bagaimana tolok ukurnya? Dst.
>
> Kasus yg mengemuka, misalnya data perdagangan Indonesia dan China.
> China menyatakan defisit perdagangan dengan Indonesia. Sedangkan BPS
> juga menyatakan Indonesia defisit. Nah, ini mana yg benar? Bisa jadi
> keduanya sama2 benar, tapi hasil berbeda karena tolok ukurnya beda.
> Atau malah dua-duanya salah. Menghitung barang keluar masuk negara
> juga bukan soal gampang. Celah2nya terlalu banyak.
>
> Barangkali kita bisa melihat akurasi BPS dari satu kegiatan yg
> dihitung sangat detil, orang per orang. Yaitu sensus penduduk setiap
> 10 tahun. Prediksi BPS menjelang sensus 2010, jumlah penduduk
> Indonesia adalah 235 juta. Setelah sensus, hasilnya adalah 237 juta.
> Prediksi 10th dengan selisih kurang dari 1%, tentu cukup atau bahkan
> sangat akurat. Tinggal dibalik saja, adakah yg merasa tidak disensus?
>
> Barangkali kapan2, saya juga bertanya lebih serius ke BPS. Kalau
> meminta data survei sih pernah beberapa kali. Bertanya2, bagaimana
> mereka melakukan survei, sampling, sensus, dst. Saya hanya berpraduga
> positif, mereka tidak boleh bermain2 dengan indikator yg salah.
> Mengingat efeknya sangat berbahaya. Jangan disamakan dengan instansi
> lain yg toleransinya mungkin rendah. Tak kenal maka tak sayang.
>
> --
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>
>  
>

Kirim email ke