Bagaimana bisa berbeda 180 derajat? "Saya hanya berpraduga positif,
mereka tidak boleh bermain2 dengan indikator yg salah." Itu ada di
posting yg lalu, artinya saya mempercayai kerja BPS. Terlepas ada
kekurangsempurnaan, tapi mereka tidak merekayasa data. Namun saya pun
ingin fair, andaikata ada data pembanding yg setara. Tapi tidak ada.

Kita tahu ada CIA The World Factbook. Nah, apakah data2 CIA juga bisa
dipercaya? Bagaimana SDM mereka yg tidak jelas ada di mana, bisa
membuat profil suatu negara? Coba lihat berita terbaru dari Dept
Keuangan AS, "U.S. posts first budget surplus since 2008". Di tengah
marak2nya kampanye Obama, apakah berita semacam itu bisa dipercaya ?

Pada intinya, saya ingin kita semua bersikap kritis tapi rasional.
Barangkali, ketidakpercayaan itu hanya karena belum kenal saja secara
baik. Ironisnya, ada yg tidak percaya tapi tidak bisa memberikan data
pembanding. Senang bekerja dalam gelap, ketidakpastian. Data yg salah
itu bisa diperbaiki, beri tahu salahnya di mana. Tapi kalau hobinya
membuat ketidakpastian, ini lebih sulit diterangi. Wani piro ?


Thursday, May 10, 2012, 8:17:47 PM, you wrote:

ps> Dear P. Oguds dan rekan milis Yth,
ps> Mohon maaf sebelmnya jk saya over-looked tetapi tampaknya comment
ps> P.Oguds terkait dg kinerja BPS agak berbeda dibandingkan dengan
ps> comment di milis yg lain untuk issues yang terkait dengan
ps> "inflasi" pada waktu yang tidak jauh berbeda (email dari P.Oguds terlampir).
ps> Hy ingin bertanya sedikit saja Pak Oguds, bagaimana dalam waktu
ps> yg relatif singkat, Bapak bisa berbeda pendapat 180% dibandingkan
ps> pendapat Bapak sebelmnya terkait dengan kualitas data BPS terkait dengan 
inflasi?
ps> Apakah karena issue-nya yg berbeda (untuk inflasi P.Oguds
ps> cenderung lebih "percaya" terhadap hasil BPS sementara untuk data
ps> pengangguran, ekspor-impor tingkat believes Bapak cenderung lebih
ps> rendah). Hal apa ya kira2 yang melatarbelakangi perbedaan comment
ps> ini? Kalau pendapat saya pak, masih sama. 
ps> Mudah2an Bapak berkenan memberikan penjelasan meski lebih bersifat 
"informal" pak.....

ps> cheers,


ps> From: Oguds <[email protected]>
ps> To: kangduren <[email protected]> 
ps> Sent: Tuesday, May 1, 2012 9:04 PM
ps> Subject: Re: [saham] Re: Dalam 3 Bulan RI Masih Surplus Dagang US$ 2,68 
Miliar

ps>   
ps> Makanya, gak bisa serampangan begitu menyajikan fakta. Betul PLN ingin
ps> membeli listrik dari Malaysia untuk wilayah Kalimantan, karena
ps> pembangkit di sana masih memakai BBM, bisa Rp 3000/KwH. Namun
ps> sebaliknya, PLN pun berniat menjual listrik ke Malaysia dari Sumatera,
ps> karena pembangkit di sana memakai batubara dan banyak cadangannya.

ps> Ini tulisan yg cukup komprehensif:
ps> 
http://www.bisnis.com/articles/bisnis-listrik-tnb-malaysia-dekati-pln-untuk-beli-listrik

ps> Namun dari sisi retail, harga listrik TNB lebih tinggi dari PLN,
ps> seperti yg saya bahas di posting sebelumnya. Ini fakta, bukan
ps> karangan. Jelas2 salah kalau bilang listrik Malaysia lebih murah dari
ps> Indonesia. Sama halnya dengan harga beras di pasar sebelah, tidak bisa
ps> dijadikan patokan inflasi secara menyeluruh. Itu dagelan Srimulat.

ps> Hello kangduren,

ps> Tuesday, May 1, 2012, 8:30:39 PM, you wrote:

k>> sekarepmu lah, PLN aja beli dr malay....

k>> --- In [email protected], Oguds <oguds@...> wrote:
>>>
>>> 
>>> Sederhana begini nih yg ujung2nya pasti ngawur. Wong harga listrik di
>>> Malaysia saja dibilang lebih rendah dari Indonesia. Padahal ngarang.
>>> 
>>> Tuesday, May 1, 2012, 7:53:33 PM, you wrote:
>>> 
>>> k> ente coba deh tanya ke pasar harga beras naek ga? sederhana aja 
>>> koq........
>>> 
>>> k> --- In [email protected], Oguds <oguds@> wrote:
>>> >>
>>> >> 
>>> >> Lho, wacana BBM naik itu baru muncul akhir Februari 2012, kenapa
>>> >> dibandingkan mulai Januari ? Ini yg merekayasa siapa? Saya kerja di
>>> >> bagian monitoring isu publik, kerjanya memang memantau isu2 publik.
>>> >> Isu BBM naik mulai rally di awal2 Maret, puncaknya ketika RUU-nya
>>> >> diajukan ke DPR, kira2 dua mingguan sebelum April. Silakan cross check
>>> >> di Google Trends. Kesempatan spekulan menaikkan harga, ya mulai
>>> >> pertengahan Maret ini. Dibandingkan Maret 2011 yg inflasi -0.32%
>>> >> (deflasi), inflasi Maret 2012 yg 0.07% jelas terlihat dampak isu BBM.
>>> >> 
>>> >> Inflasi April 2012 yg 0.21% juga jauh dibanding deflasi 0.31% di April
>>> >> 2011. Selisih 0.52% bukan angka yg kecil. Sekarang apanya yg tidak
>>> >> bisa dipercaya? Kalau ingin merekayasa, kenapa tidak dari dulu2 saja?
>>> >> 
>>> >> Hemat saya, perhitungan inflasi dari BPS ini adalah instrumen bagi
>>> >> pemerintah dalam menyusun kebijakan. Terlalu beresiko dan sangat
>>> >> berbahaya bila direkayasa atau akurasinya lemah. Statistik itu juga
>>> >> bukan ilmu yg mudah dan sembarangan. Coba lihat hasil lembaga2 survei
>>> >> di pemilu 2009 (quick count), ada yg akurasinya sampai dekat sekali
>>> >> dengan kenyataan. Sampai kita sendiri bingung, ini pemilunya
>>> >> direkayasa atau surveinya benar2 akurat. Padahal itu sampling.
>>> >> 
>>> >> Sekarang lihat di BEI saja. IHSG naik tidak banyak sejak awal 2012.
>>> >> Nah, apakah portofolionya juga sejalan dengan IHSG? Kalau ya, berarti
>>> >> itu investor / tradernya yg lemot. Banyak saham2 yg melonjak di atas
>>> >> 100%, terutama property. Lalu apakah gara2 saham2 tersebut IHSG-nya
>>> >> dianggap tidak valid? Tidak riil sesuai situasi pasar? Kalau anda tahu
>>> >> cara menghitung IHSG, tentu bukan begitu toh.
>>> >> 
>>> >> Kalau saya menangkap kecemasan publik, tidak banyak terlihat adanya
>>> >> dampak rencana kenaikan BBM. Bahkan, saya malah memprediksi DPR bakal
>>> >> meng-iya-kan, bila tidak ada manuver dari Golkar di last minute. Dari
>>> >> sehari2, tidak ada yg naik. Tiket KRL, busway, ongkos angkot, nasi
>>> >> padang, dst. Saya ingat betul, kenaikan 2005 itu khan benar2 gerah,
>>> >> dan betul terasa di ubun2 efek kenaikan 100%-an. Situasi sekarang
>>> >> sangat beda. Bukankah bursa juga rally tidak peduli BBM naik?
>>> >> 
>>> >> 
>>> >> Tuesday, May 1, 2012, 2:24:58 PM, you wrote:
>>> >> 
>>> >> ps> Mpu Gondrong yg baik, mo tanya aja. Apakah Mpu yakin sama data BPS? 
>>> >> ps> Apa bener sih harga bulan Maret 2012 hy naik secara umum pada
>>> >> ps> Maret vs Februari 2012 (mtm) hy 0.07%. Feb vs Januari 0.05% dan jan 
>>> >> vs des 0.76%.
>>> >> ps> Klo Mpu Gondrong mo bandingkan, di tahun 2011, inflasi januari
>>> >> ps> (dg mekanisme yg sama, or mtm) = 0.89%; Feb = 0.13% dan Maret = 
>>> >> -0.32%.
>>> >> 
>>> >> ps> Kira2, apakah mungkin yah, di Januari dan Februari 2012 yang
>>> >> ps> punya isu BBM dinaikin dan banyak sekali info di media + google,
>>> >> ps> inflasinya lebih rendah dibandingkan kondisi di 2011 yg isu 
>>> >> domestiknya relatif tidak ada?
>>> >> 
>>> >> ps> Ini sdh pake data Mpu (terlampir)....klo Mpu lagi iseng2 dan
>>> >> ps> punya info ttg kenaikan BBM di 2005, cek deh kapan isunya
>>> >> ps> digulirkan (jangan2 wkt itu lgs dinaikin hehehehehehe..dugaan saya
>>> >> ps> sih di Oktober 2005), inflasi bulanan ngga pernah nyentuh dibawah
>>> >> ps> 0,5 (kecuali Feb, Apr, Mei dan Des 2005, tp mhn dipahami ini
>>> >> ps> growth mtm jadi inflasi bulanan ini boleh jadi lebih rendah vs
>>> >> ps> bulan lalu karena bulan lalu naiknya lebih gila).
>>> >> ps> Mencermati data ini, apakah Mpu Gondrong masih tuh yakin BPS bagus 
>>> >> itungannya?
>>> >> ps> 
>>> >> ps> salam,
>>> >> ps> 
>>> >> ps> Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan Indonesia,
>>> >> ps> Januari 2005-Mei 2008 ( 2002=100 ), Juni 2008-Februari 2012( 2007 = 
>>> >> 100 )
>>> >> 
>>> >> 
>>> >> -- 
>>> >> Tertanda,
>>> >> Oguds [960000031]
>>> >>
>>> 
>>> 
>>> 
>>> 
>>> k> ------------------------------------
>>> 
>>> k> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>>> 
>>> k> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN
>>> k> ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK
>>> k> MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI
>>> k> TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>>> 
>>> k> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
>>> k> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
>>> k> Yahoo! Groups Links
>>> 
>>> 
>>> 
>>> 
>>> 
>>> 
>>> -- 
>>> Tertanda,
>>> Oguds [960000031]
>>>

ps> -- 
ps> Tertanda,
ps> Oguds [960000031]

ps> From: Oguds <[email protected]>
ps> To: [email protected] 
ps> Sent: Wednesday, May 9, 2012 10:37 PM
ps> Subject: [saham] Bagaimana Cara Kerja BPS ?

ps>   
ps> Hello Saham,

ps> Membaca laporan BPS tentang angka pengangguran di Indonesia, saya jadi
ps> teringat ada yg meragukan cara kerja BPS. Sebetulnya, saya juga tidak
ps> tahu bagaimana BPS menghitung angka2 tersebut. Hasil survei BPS sangat
ps> banyak, dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, besar ekspor / impor,
ps> produksi pangan, jumlah rakyat miskin, dst. Bahkan, seringkali
ps> instansi pemerintah sektor ybs menyerahkan bulat2 tugas survei ke BPS.

ps> Hanya kita perlu tahu, statistik itu ada ilmu2nya. Technical Analysis
ps> di saham sejatinya termasuk ilmu2 statistik, akurasinya ya tergantung
ps> keahlian pemakainya. Penentuan angka2 juga seringkali didasarkan
ps> sampling, karena inilah cara2 yg paling mungkin dan ekonomis. Dengan
ps> tugas sangat spesifik, yaitu membuat statistik, sangat mungkin tingkat
ps> keahlian terbangun dengan baik. Jadi walaupun terkesan bekerja dalam
ps> gelap, tidak bisa diartikan akurasinya buruk. Semua ada teknik2nya.

ps> Saya baru survei sebentar di Google, kekuatan BPS sekitar 16rb-an
ps> pegawai, mempunyai kantor perwakilan di setiap Kabupaten, dan ada
ps> perwakilan aparat hingga tingkat Kecamatan. Anggaran BPS di 2012
ps> adalah Rp 2,2 trilyun. Bicara soal akurasi pasti membandingkan dua
ps> data. Nah, masalahnya lembaga mana yg bisa setara dengan kekuatan BPS
ps> ini? Data mana yg lebih bisa dipercaya? Bagaimana tolok ukurnya? Dst.

ps> Kasus yg mengemuka, misalnya data perdagangan Indonesia dan China.
ps> China menyatakan defisit perdagangan dengan Indonesia. Sedangkan BPS
ps> juga menyatakan Indonesia defisit. Nah, ini mana yg benar? Bisa jadi
ps> keduanya sama2 benar, tapi hasil berbeda karena tolok ukurnya beda.
ps> Atau malah dua-duanya salah. Menghitung barang keluar masuk negara
ps> juga bukan soal gampang. Celah2nya terlalu banyak.

ps> Barangkali kita bisa melihat akurasi BPS dari satu kegiatan yg
ps> dihitung sangat detil, orang per orang. Yaitu sensus penduduk setiap
ps> 10 tahun. Prediksi BPS menjelang sensus 2010, jumlah penduduk
ps> Indonesia adalah 235 juta. Setelah sensus, hasilnya adalah 237 juta.
ps> Prediksi 10th dengan selisih kurang dari 1%, tentu cukup atau bahkan
ps> sangat akurat. Tinggal dibalik saja, adakah yg merasa tidak disensus?

ps> Barangkali kapan2, saya juga bertanya lebih serius ke BPS. Kalau
ps> meminta data survei sih pernah beberapa kali. Bertanya2, bagaimana
ps> mereka melakukan survei, sampling, sensus, dst. Saya hanya berpraduga
ps> positif, mereka tidak boleh bermain2 dengan indikator yg salah.
ps> Mengingat efeknya sangat berbahaya. Jangan disamakan dengan instansi
ps> lain yg toleransinya mungkin rendah. Tak kenal maka tak sayang.

-- 
Tertanda,
Oguds [960000031]



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke