Yoi Dab ! nah ini kan banyak kawan di Bogor....bisa pengamatan sama kawan-kawan di Bogor kan....atau kalau mau cari kawan yang masih bau "tengahan" atau mataraman coba aja kontak Dayat, dia di LIPI juga kok, orangnya juga ada di milis ini.....hehehe....
terkait kowak....sepertinya wacana sudah mulai bergulir dengan menarik, mulai dari pengusiran sampai mengijinkan penembakan.... sejujurnya saya TIDAK SETUJU dengan pengusiran dan penembakan.....meski ilmuan kita belum pernah mencoba, tapi pemindahan koloni bersarang burung air pernah berhasil dilakukan....meski pengetahuan ini hanya saya dapatkan dari membaca buku, kebetulan waktu itu terpaksa membaca buku ini karena harus menyelesaikan skripsi...hehehehe....kalau ngak salah judulnya ecology and habitat....atau semacam itulah....jika ada yang berminat besok saya buka lagi skripsi saya deh..... sejauh yang saya tahu, pemindahan memang bukan hal yang mudah, sangat mahal, membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang bioekologi satwa yang mau kita pindah dan butuh waktu lama... Mohon pemindahan ini tidak diterjemahkan sama dengan membawa burung-burung tersebut ke kawasan-kawasan lain yang tidak ada kowak nya. seperti ke Aceh misalnya....tapi masak ngak ada kowak di aceh sih ? wah....menarik nih kalau di Aceh ngak ada Kowak ? Pemindahan yang saya maksudkan adalah dengan menciptakan atau menetukan habitat baru pada tempat yang berbeda untuk burung yang akan kita pindahkan..... tapi yah....karna saya cuman bisa Omong Doang...jadi segini aja lah.....banyak bicara banyak salah sedikit bicara sedikit salah....tapi ngak apa-apa....kan sebentar lagi lebaran......Mohon maaf Lahir dan Bathin untuk seluruh kawan dan selamat menyambut hari kemenangan....amin...... ige On 10/3/07, Irma Dana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kang Iyus, > > Setahu saya ide untuk mengusir kowak pake kolecer dan kaleng sudah pernah > diutarakan deh > Usulan itu datang dari pakar perburungan di Indonesia, entah kenapa KRB > tidak menjalankannya ya.... > > > Irma Dana > http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis] > http://www.friendster.com/dawala > > > > ----- Original Message ----- > *From:* noor <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, October 03, 2007 1:50 PM > *Subject:* RE: [SBI-InFo] Penembakan di KRB > > > > Teman-teman, > > Kalau tidak salah, Kebun Binatang Bandung berhasil mengusir kawanan > berbiak kowak menggunakan kolecer (kincir ?) dan gelombrengan kaleng. > Adaorang Bandung yang bisa kasih penjelasan lebih? > > Yus > > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *Imanuddin Imanuddin > *Sent:* Wednesday, October 03, 2007 11:56 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [SBI-InFo] Penembakan di KRB > > Teman, > > Menarik juga membaca tulisan teman-teman mengenai penembakan kowak di > KRB.Saya coba melihat dari sudut pandang lain. Sekedar informasi saja > sebenarnya juga ini bukan satu-satunya satwa yang pernah dimusanahkan oleh > pihak kebun raya. Ketika saya masih mahasiswa saya dan mengambil kuliah > ornithologi, sempat berkunjung ke Bapak Dedy Darnaedi yang waktu itu > direktur KRB. Dalam pertemuan itu pak Dedy sempat dipusingkan oleh ulah > monyet-monyet nakal yang dilepas oleh pengunjung dan berkembang biak baik di > KR Bogor dan KR Cibodas. Dampak kehadiran monyet-monyet tersebut sangat > besar karena merusak koleksi tanaman yang ada dan sangat merugikan upaya > konservasi ex situ yang dilakukan oleh pihak KRB. (Bisa dibayangkan kalau > ternyata mereka mengkoleksi suatu spesimen hidup yang sangat langka dan > akhirnya musnah gara-gara sekawanan monyet, Atau misalnya bunga amorpophalus > titanum mereka mati karena monyet..... ) Meliha tkondisi ini pihak KRB > melakukan upaya eliminasi terhadap monyet-monyet yang ada demi tercapainya > upaya konservasi. Ternyata kasus yang serupa juga terjadi lagi meskipun > dengan satwa yang berbeda yaitu kowak malam. > > Saya pikir bagaimanpun juga upaya pengurangan populasi burung kowak di > KRB tidak sepenuhnya salah dan juga barangkali tidak sepenuhnya benar. Namun > yang pasti pihak KRB memiliki kewajiban dan kewenangan untuk menjaga > kelangsungan hidup koleksi tumbuhan mereka dengan segala upaya. Selain itu > perlu juga kita lihat dari segi daya dukung areal danau gunting. > > Daya dukung ini kalau kata dosen saya istilah yang mengawang-ngawang dan > rumit menghitungnya. Tapi kita bisa mengetahui apakah daya dukung lingkungan > danau situ gunting sudah terlampaui cukup dengan melihat kondisi > lingkungannya, apakah ada pohon yang menjadi rusak karena kotoran burung > atau kepadatan burung yang terlalu tinggi dalam satu pohon dan lain-lain > (saya pikir teman2 yang suka ngamatin burung lebih paham kalau untuk soal > ini). Barangkali ini yang perlu teman2 pikirkan sebelum menilai upaya yang > dilakukan KRB adalah salah atau tidak pantas. > > Selain itu ada hal lain yang perlu teman-tema ketahui bahwa dalam suatu > pengelolaan kawasan konservasi baik ex situ maupun in situ, yang namanya > pengurangan populasi adalah hal yang diperbolehkan untuk dilakukan agar daya > dukung lingkungan tidak terlampaui. Salah satu kasus yang bisa saya > ungkapkan misalnya: pada tahun 70 an (kalau gak salah) Departemen Kehutanan > pernah melakukan pengurangan populasi kerbau liar di Taman Nasional Baluran > demi melindungi populasi banteng jawa. Tentu saja caranya dengan ditembak. > > Lain lagi kasus di negara tetangga, kata teman saya yang orang singapura, > pihak kota singapur dalam hal ini kementrian lingkungan hidup, secara rutin > mengurangi populasi gagak rumah agar tidak menggangu kehidupan penduduk kota > singapur. Meskipun kita tahu yang namanya kota singapura lebih ramah bagi > kehidupan burung secara keseluruhan. Tetapi tetap mereka melihat kehadiran > burung dan kaitannya dengan kenyamanan hidup warganya. Barangkali kalo > menurut versi KRB "warga" mereka ya tanaman-tanaman langka itu...... > > Barangkali ini saja yang bisa saya sampaikan, tidak ada maksud membela > siapa-siapa, hanya berusaha melihat dari sudut pandang yang lain. > > salam > > Iman > > > > > ----- Original Message ---- > From: adefadli <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Wednesday, October 3, 2007 10:38:31 AM > Subject: Re: [SBI-InFo] Penembakan di KRB > > mungkinkah penembakan tersebut dikomunikasikan ke KRB agar tak lagi > ditembak? > atau karena masalah virus ya... sehingga harus ditembak :-) > > ataukah sbi masih belum menyentuh masalah pengurangan burung di alam? > > af > > Kutilang Indonesia wrote: > > Weh....weh.. .maksud hati mau cari kabar flagnya londo, tapi malah lagi > > ada diskusi yang menarik.... > > > > kasus ini bisa jadi virus baru, tunggu aja sebentar lagi pasti akan > > menular ke kompleks-kompleks kampus yang saat ini juga di tongkrongin > > sama banyak ardeide (mulai dari kuntul, cangak sampai kowak)..... > > > > mungkin kalau kita mau sedikit jauh merenung, kesalahan ini sebenarnya > > bukan hanya kesalahan si penembak atau yang menyuruh menembak tapi > > kita-kita ini juga salah....kecuali kita bisa memberikan solusi (yang > > artinya bukan omong doang) atas persoalan ikutan yang sebenarnya kita > > juga berperan di dalamnya.... .jangan tidak pernah mengaku bahwa > > kerusakan habitat burung di Jawa ini....kita juga menjadi bagian di > > dalamnya.... karena ketika ada persoalan di depan mata dan kita tidak > > terlibat dalam penyelesaiannya maka kita sebenarnya menjadi bagian > > dari persoalan itu.....weh. ..weh.... udah jadi simbah-simbah saya > ya.... > > > > kalau ingat waktu masih muda dulu....ketika ada 3 ekor merak dikurung > > di kampus maka....munculah hari berkabung bagi puspa dan satwa.... > > segera bikin pasukan ! 5 orang cukup. pakai pakaian hitam-hitam, lebih > > bagus satu orang didandani seperti kowak ! trus jalan kaki dengan > > spanduk dan leaflat keliling kebun raya.....jangan lupa barisan media > > diundang semua......peringat an keras ! kegiatan ini hanya untuk yang > > muda....yang sudah menua seperti saya ngak ikutan ya.... hehehe...... > > > > setelah itu baru buka dialog publik di radio atau jaktv..... rawe-rawe > > rantas mbok sikile' buntung ! (maaf; maksudnya apapun yang terjadi > > LAWAN ! bahkan ketika kaki sudah patah ) > > > > kompornjeblukdarija uh > > > > ige > > > Personal: http://adefadli. hijaubiru. org <http://adefadli.hijaubiru.org/> > Blog: http://timpakul. hijaubiru. org <http://timpakul.hijaubiru.org/> > Mirror Blog: http://timpakul. multiply. com<http://timpakul.multiply.com/> > PLH: http://pendidikan. lingkungan. org<http://pendidikan.lingkungan.org/> > Diskusi: http://cinta. lingkungan. org <http://cinta.lingkungan.org/> > > ------------------------------ > > Luggage? GPS? Comic books? > Check out fitting gifts for > grads<http://us.rd.yahoo.com/evt=48249/*http:/search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz>at > Yahoo! Search. > > >
