Ngene, lho : Urusan keberhasilan setelah di PT itu
urusan lain, pak Lik.
yang jadi masalah adalah ada aturan-aturan yang dibuat
dan disepakati untuk dilaksanakan.... semua ini ada
agar ada rasa pasti di masyarakat, tetapi ada diantara
kita yang ingin masuk tapi tidak sesuai prosedurnya...

Aku tidak pernah mengatakan bahwa orang yang masuk dan
lulus dari SMUDA pasti nasibnya baik, rejeki banyak,
berkesempatan memiliki pendidikan bonafid, terhormat,
relasi bagus, dll.
Sebaliknya yang tidak tersaring di SMUDA dianggap
lebih inferior, kalah bersaing, bernasib sengsara,
atau sebangsa....
Aku fikir tidak perlu ada kesombongan intelektual...
Urusan nasib itu memang rahasia Ketuhanan, kita hanya
doa dan usaha yang bener....
Aku juga lulusan SMUDA tapi nasibku (mungkin) tidak
secemerlang teman2. gajiku hanya cukup beli bensin,
begitu juga dengan kemampuan berfikir dan logikaku
yang sederhana.... Aku anggap itu bukan masalah, aku
bahkan merasa lebih bahagia dari teman2. Hahahaha...
Setidaknya aku beraktifitas sehari-hari bukan hanya
untuk mengejar setoran, tapi juga bisa berguna dan
dinikmati orang lain.
Masalah nilai, angka-angka dalam ijazah, hasil ujian,
itukan juga tidak serta merta menunjukkan kapasitas
kepribadian seseorang.... (ingat ujian nasional baru2)
Aku juga tidak sepakat jika ada siswa SMUDA yang
memiliki nilai tinggi dan dalam peringkat/level utama
terus bersikap adigang adigung adiguna...
Di sekolah, belajar adalah proses.... termasuk proses
menjadi dewasa. Nah, respon seseorang terhadap
lingkungannya yang beragam...., apalagi banyak orang
mengatakan jika di sekolah itu hanya proses belajar
pelajaran, tidak menekankan apek pendidikan
kepribadian... Akibatnya tidak sedikit orang pinter
jadi maling, orang pinter yang kurang pas hidup di
tengah komunitas beragam, orang pinter yang menafikkan
kekurangan orang lain, orang pinter yang mementingkan
diri sendiri....
Kembali ke aturan, kesepakatan dan aturan yang
diterapkan dalam penerimaan siswa baru harus dihormati
semua pihak, termasuk guru dan kepala sekolah SMUDA
itu sendiri. jangan mentang2 ngajar di sini kemudian
berbuat seenaknya, itu menyinggung pendaftar lain yang
lebih layak menurut kesepakatan yang diterapkan.
Sekolah ini milik publik, bukan milik guru atau kepsek
semata.
Maaf banyak, pak. Itu hanya pendapat saya yang
(mungkin) bisa salah...

=t=


--- Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> kisah sukses dari anak sma yang masuk lewat jalur
> belakang.
> 
> ada seorang temen, yang dulunya sma juga lewat jalur
> belakang..
> tapi alhamdulillah, ybs diterima disalah satu
> jurusan dan univ. bergengsi,
> dan sekarang ybs sangat2 melebihi dari rekan2 sma
> nya dulu yang katanya
> pinter2 itu...
> 
> memberikan "hukuman" pada anak yang masih sma adalah
> hal yang terlalu
> dini..., perjalanan masih jauhhhhh. Silahkan
> berkilah kalau keadilan harus
> dimulai sejak dini. Eiittt,,,tunggu dulu, lihat segi
> positifnya, ngga perlu
> bereaksi sedimikian rupa...
> maklumilah  seorang guru yang menginginkan
> pendidikan yang lebih baik untuk
> anaknya...
> 
> Inget cak, diantara hitam dan putih, masih ada abu2,
> dimana abu2 ini adalah
> hal yang masih bisa ditolerir. Jangan lihat dari 1
> mata penjuru angin, masih
> ada 7 penjuru angin lagi yang perlu dipertimbangan,
> kalau kurang pun,
> tambahi 2 faktor lagi ( atas dan bawah ).
> 
> Maaf, saya agak berbeda dengan temen2.
> 
> Wassm,
> Adi Trianto
> ( anak guru juga )
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!----
Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Situs sekolah ada di:
http://www.smun2-jbg.sch.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://uk.docs.yahoo.com/info/terms.html
 



Kirim email ke