Aduh mas,... siapa juga yg menghujat dan siapa juga yg melarang? Tidak ada
capability bagi saya untuk melarang mas,... saya kan bukan KPI. Apalagi pake
komunis segala,... terlalu mudah untuk men-judge kalo seperti itu (menurut
saya).
Ini hanya pandangan sebagian di antara masyarakat yg kebetulan ada di milis
ini. Sebagian yg lain, tentu berbeda lah,...
Stay cool, mas... OK?

Tidak semua yg satu sudut pandang itu komunis mas,... kalo suatu kejadian
dilihat dari satu ilmu dan metode yang sama, kebanyakan juga akan
menghasilkan kesimpulan yg sama kan? Nah, itu kan juga satu sudut pandang
to? Tapi ada sudut pandang lainnya,... begitu. Bukankah ilmu perbintangan
itu bisa dikaji dari sudut pandang Matematika, Fisika, Ilmu Astronomi dan
lainnya? Masing2 akan menghasilkan sudut pandang sendiri. Hanya saja
terkadang kita tidak menyadari adanya kehadiran sudut pandang itu,...
mungkin juga termasuk saya. Ngoten mas...

Kebebasan, privasi, dll itu kan juga ada batasannya,... misalnya tidak
mengganggu privasi orang lain, makanya alasan pelarangan film tertentu
adalah bisa dibenarkan, karena konteksnya tidak tepat/salah. Misalnya film
ML, Buruan Cium Gue, dll. Lha trus kalo salah tidak boleh dilarang gimana?
dibiarkan atau didukung? Apakah harus seperti negara2 barat yg pro
kebebasan? Ya, itu mah up to you,...

Cara pandang bisa sama, bisa juga beda. begitu juga dengan penafsiran
manusia thd. sesuatu, tergantung ilmu dan latar belakang yg dimiliki
seseorang. So, cerdas bagi saya belum tentu cerdas bagi anda, begitu juga
sebaliknya. Jadi, mungkin saja anda menganggap orang lain awam, tapi orang
lain itu menganggap anda awam. Begitulah hidup, masih sangat buanyak nyak!
yang belum saya ketahui. Semoga bisa menyadarkan saya untuk terus belajar
ttg hikmah dalam hidup.

Maturnuwun,...
arul_almanjariy



Pada 7 Februari 2009 14:49, Angga Wirastomo <[email protected]>menulis:

>   sebenernya, adanya perbedaan cara memandang adalah salah satu upaya
> untuk
> mendewasakan masyarakat kan? kalo semuanya cuma bisa diliat dr salah satu
> sudut pandang, maka ga akan ada bedanya ama sistem komunis...
> knp sih? itu cuma film? yang interpretasi pemikiran dr pembuatnya... knp
> harus dihujat? kalo memang salah, ga usah dilarang2.. tapi coba dibikin
> sanggahannya dengan cara yang cerdas... semakin menghujat, yang terlihat
> adalah penilaian masyarakat awam, apabila yang terbentuk di film itu
> bener...
> --
> Angga Ekoprasetyo
> 08128330733
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke