Assalaamu'alaikum wr. wb.
Omong-omong soal rokok memang susah, apalagi kalau kita perokok berat.
Laporan medik tentang bahaya merokok udah ratusan ribu judul, toh
perokok berat nggak kapok-kapok juga. Yang lebih menyedihkan, perokok
berat hampir pasti tidak memperhatikan lingkungan lagi, asal ingin
merokok, merokoklah dia.
Soal dampak negatif terhadap tubuh, karena tubuh mendapat asupan banyak
zat, baik yang berasal dari makanan atau minuman, tentu saja dampak
netto-nya bisa menyembunyikan dampak negatif merokok. He ... he, kan
banyak perokok yang bisa mencapai usia tua (> 60).
Rokok, bila tidak diharamkan, biasanya jatuhnya makruh, mengingat
dampak-dampak negatif yang ada. Tetapi hal makruh bila dilakukan secara
terus menerus, secara fikih, menjadi haram (Republika beberapa minggu
lalu).
Masih tidak percaya bahaya merokok, lihat film The Insider (Russell
Crowe dan Al Pacino), sebuah kisah nyata mengenai bagaimana industri
rokok Amerika berusaha keras agar kebohongan mereka - yang selalu
menyatakan rokok tidak berbahaya dan tidak menciptakan efek kecanduan -
tidak terbongkar. Kisah nyata ini menjadi salah satu sebab mengapa
bungkus rokok kemudian harus menyertakan peringatan akan bahaya rokok.
Majalah Tempo, juga sering menulis bahaya rokok, bahkan juga soal
kebijakan rokok di Ina yang masih lunak. Salah satunya diungkap,
ternyata karena adanya sogokan dari industri rokok terhadap pihak-pihak
yang menjadi penentu kebijakan rokok. Yang menarik, Tempo juga pernah
mengungkapkan bahwa rokok-rokok yang punya atribut light, mild, dll.,
ternyata ketika diteliti di Amerika, kandungan nikotinnya toh malah
semakin tinggi. Pula, kini perokok muda usia (ABG) sudah mencapai
kurang lebih 25% di Ina, yang menurut ahli kesehatan, dengan demikian,
mereka akan lebih rentan terhadap berbagai jenis penyakit ketika mereka
dewasa dan tua.
Akhirnya, hal-hal negatif yang tidak secara cepat menimbulkan kerugian
bagi tubuh memang sulit disadari dan dihentikan. Makan tidak berlebihan
misalnya, sering tidak bisa kita lakukan, padahal dampaknya buruk bagi
tubuh kita.
Wah, pigimanapun memang sulit melepas kebiasaan merokok. Kalau sudah
begitu ya paling tidak jangan membiarkan orang lain menjadi menghisap
asap rokok Anda. Karena kalau sudah begitu, hukumnya menjadi HARAM,
kerena berarti Anda mendholimi orang lain kan.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan
--- Saeful B <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sumber yang saya dapet dari harian Kompas. Terbitannya sudah lama
> sekali. Sayangnya guntingan klipping itu sudah tidak ada lagi di
> saya.
...
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping