Kelihatannya gedungnya sangat dipentingkan dan dibanggakan, 
th 70-80 an pertanian Karo termasuk bagus tanpa peresmian gedung BPP.
Sekiranya peningkatam gedung BPP bisa sejajar dengan peningkatan
atau dengan kemerosotan pertanian Karo sekarang . . .  
MUG

--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote:
Untuk mengulangi zaman keemasan produk pertanian Karo seperti dekade 70 hingga 
80-an, pola pertanian di Karo harus diubah. Salah satunya dengan penerapan 
sistem pola teknologi pertanian, khususnya menghadapi pasar global seperti saat 
ini. 

“Pemanfaatan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan salah satu sarana untuk 
mendukung penerapan sistem pola tekhnologi pertanian,” ujar bupati Karo, 
Daulat Daniel Sinulingga pada peresmian sembilan Gedung BPP di Karo, di desa 
Melas kecamatan Dolat Rayat, malam ini. 

Dikatakannya, dari 212.725 ha luas daerah tersebut, 129.222 ha diantaranya atau 
mencapai 60 persen merupakan terdiri dari areal pertanian, diantaranya jenis 
tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.  

“Hal tersebut didukung pula dengan iklim dan kondisi tanah yang cukup subur. 
Kenyataan ini membuat sekitar 75 persen masyarakat Karo menggantungkan hidupnya 
di sektor pertanian,” ujarnya. 

Bupati menambahkan, pada era 70 hingga 80-an, ekspor komoditi pertanian dari 
Karo merupakan yang terunggul dari daerah lain di Sumatera Utara. Pada masa 
itu, 75 persen dari total ekspor komoditi  pertanian Sumut berasal dari 
kabupaten Karo. 

Bila dibandingkan dengan saat ini, imbuhnya, kondisi pertanian Karo cukup 
memprihatinkan. Karo hanya mampu menyumbang 10 persen, itu pun digabung dengan 
daerah lain seperti Simalungun, Dairi, Taput dan daerah lainnya. 

“Oleh karenanya pola pertanian di Karo memerlukan pembenahan untuk mengejar 
ketinggalan, yaitu dengan banyak belajar dan menggali pengalaman dari berbagai 
sumber tekhnologi,” pungkas Bupati. 

Bupati Karo meresmikan sembilan Gedung BPP yang tersebar di beberapa kecamatan 
melalui dana APBN dan Dana DAK pada 2009 lalu, yaitu, kecamatan Kabanjahe, 
Dolat Rayat, Naman Teran, Merdeka, Kutabuluh, Barusjahe, Merek, Tigabinanga dan 
BPP kecamatan Juhar. 

Sementara, BPP yang sudah tersedia sebelumnya adalah BPP Kutagadung kecamatan 
Berastagi, Tigapanah, Simpang Empat, Tiganderket, Munte dan BPP Kecamatan 
Laubaleng. Khusus untuk dua kecamatan, yakni Mardinding dan Payung, belum 
memiliki gedung BPP.

Sumber: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=101542:tekhnologi-akan-ulangi-kejayaan-pertanian-karo-&catid=15:sumut&Itemid=28

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community


Kirim email ke