Egia makin lalah india medan katandu enda, adi lit sen medem bas gorong-gorong 
(mabuk).

Banyak perusahaan di negara kita yang mempekerjakan tenaga asing, kesenjangan 
sosial memang kentara sekali. Disamping perbedaan gaji bagaikan bumi dan langit 
juga masalah fasilitas.
Tenaga asing biasanya selain gaji dolar juga diberi fasilitas seperti mobil 
lengkap dengan driver, rumah tinggal yang layak dan lainnya. Sedangkan kalau 
orang indonesia dengan klasifikasi yang sama boro-boro dapat.
Yang sedihnya lagi kapabilitas dalam bekerja  tidak lebih unggul dengan orang 
kita.
Tapi apakah berlaku juga untuk orang indonesia yang bekerja di negara lain saya 
kurang paham, mungkin ada teman senina yang bisa nambahi (maksud saya mungkin 
sudah tradisi semua negara menspesialiskan expat).

Bujur,

Ginting's
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Moses S <[email protected]>
Date: Thu, 22 Apr 2010 22:09:21 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [tanahkaro] Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek Pekerja 
Lokal

Mejuah-juah Bang KT ras kerina Permilis,

Buruh Indonesia VS Expatriat Asing
Saya pernah bekerja di perusahaan India. Ada beberapa yang menarik yang saya 
perhatikan:
1. Semua level manajemen di isi oleh warga negara India + Expatriat Negara lain
2. Tidak pernah ada meeting secara umum kecuali meeting manajemen artinya tidak 
ada pelibatan Buruh Indonesia
3. Saya ambil data penting dan saya dapatkan: gaji saya 1 dan gaji Project 
Manager 10. Apakah pekerjaan dia harus di isi oleh sepuluh orang seperti saya? 
saya tidak tahu.
4. Karakter India pemarah setelah marah mau traktir kalau tak marah tentu saja 
traktir tak ada
Singh: "how are you boss?"
Tongat: " i am ok boss"
Singh: "you have a problem but not report to me?"
Tongat:" Sorry boss but yesterday i think..(belum selesai bicara)"
Singh: "you should send  a repot na!!" (emosi tinggi)
Tongat: (dalam hati acha acha acha..)
5. Dan lainnya

Memang malang nian nasib kaum buruh kita dibanding para expatriat, gajinya 
bagaikan bumi dan langit dan buruh kita hanyalah mesin produksi bagi para 
pengusaha dan itu di aminkan oleh peraturan pemerintah, sangat berbeda dengan 
mereka yang dimanusiakan oleh negara mereka.

Seperti Perempuan cantik dengan celana dalam kendor, ya dia sendiri yang 
menghina dirinya. Sama dengan kita, kitalah orang pertama yang menghina kita, 
dalam hal ini pemerintah dan pengusaha kita.


Pramudya Anata Toer sudah lama mengutarakan ini di 3 bukunya: bumi manusia, 
anak segala bangsa dll..


Makasih

Tidak Kendor :)






________________________________
Dari: kontan tarigan <[email protected]>
Kepada: MU Ginting <[email protected]>
Cc: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Terkirim: Kam, 22 April, 2010 20:46:14
Judul: [tanahkaro] Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek Pekerja Lokal

  
Kamis, 22/04/2010 18:26 WIB
Rusuh Batam
Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek 
Pekerja Lokal
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
 
&lt;a 
href='http:/ /us.openx. detik.com/ delivery/ ck.php?n= 
a59ecd1b&amp;amp;cb=INSERT_ RANDOM_NUMBER_ HERE' target='_blank'&gt;&lt;img 
src='http:// us.openx. detik.com/ delivery/ avw.php?zoneid= 
24&amp;amp;cb=INSERT_ RANDOM_NUMBER_ HERE&amp;amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' 
/&gt;&lt;/a&gt; 

Batam - Demo ribuan karyawan perusahaan galangan kapal PT Drydock Naninda 
berujung kerusuhan. Peristiwa itu dipicu penghinaan warga negara asing 
terhadap karyawan WNI.

Penghinaan terhadap anak bangsa ini, 
dilakukan seorang supervisior berkewarganegaraan India. Warga negara 
asing ini, di lapangan sering membentak para karyawan. Sambil 
marah-marah selalu mengina.

"Dasar bangsa Indonesia bodoh. Bangsa terbodoh di dunia," kata Iswanto (28) 
salah seorang karyawan menirukan 
ungkapan warga asing itu, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis 
(22/04/2010) .

Menurut Iswanto karyawan asal Jawa Timur ini, sikap arogan warga India ini 
sudah lama menjadi bahan perbincangan di 
kalangan karyawan. Malah pada Desember 2009 lalu, salah seorang karyawan sempat 
ribut dengan warga negara India itu.

"Waktu itu karyawan 
sudah mau mengeroyoknya. Ini karena seringnya menghina bangsa Indonesia 
bodoh," kata Ismanto.

Namun saat itu pengeroyokan urung dilakukan karena dilerai pihak satpam. 
"Puncaknya, warga negara India ini kembali menghina karyawan Indonesia. Ini 
membuat para karyawan marah," kata 
Iswanto.

Joni Irwan, karyawan lainnya, juga membenarkan hal 
tersebut. Menurutnya, selama ini sudah ada desakan kepada pihak 
managemen agar warga negara India itu di keluarkan saja. Perlakukan 
penghinaan ini tidak hanya dilakukan satu warga negara India saja. Tapi 
sejumlah supervisior warga negara India semuanya selalu menghina bangsa 
Indonesia.

"Kita sudah minta, agar warga negara India seluruhnya 
diberhentikan saja, tapi tak digubris. Karena ini menyangkat menghina 
bangsa Indonesia, kami pun marah," kata Joni.

(djo/djo) 

Komentar:

Yang perlu dicermati sebagai pemicu kerusuhan itu adalah kesenjangan gaji 
antara WNI dan WNA. Jangan sempat untuk posisi yang selevel terjadi perbedaan 
gaji. Untuk WNI berlaku sistem penggajian Indonesia, sementara untuk WNA 
menggunakan sistem internasional. Kalau sudah demikian akan terjadi WNI-nya 
betul-betul malas bekerja, kemudian dicap oleh WNA  kalau WNI malas dan bodoh. 





--- On Wed, 4/21/10, MU Ginting <gintin...@yahoo. se> wrote:


>From: MU Ginting <gintin...@yahoo. se>
>Subject: [forumkaro] Syamsul semua orang tahu . . . (tst, tahu sama tahu?)
>To: tanahk...@yahoogrou ps.com, forumk...@yahoogrou ps.com, komunitaskaro@ 
>yahoogroups. com
>Date: Wednesday, April 21, 2010, 8:27 AM
>
>
>>
>
>
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>Rabu, 21/04/2010 18:33 WIB
>Tersangka Korupsi APBD Langkat
>Gubernur Sumut: Semua Orang Tahu Saya Anti Korupsi
>Gede Suardana– detikNews 
>Gianyar- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin mengaku belum 
>diberitahu secara resmi oleh KPK tentang penetapan dirinya sebagai tersangka 
>kasus korupsi APBD Kabupaten Langkat. Kabar itu baru didengarnya dari 
>pemberitaan di berbagai media massa.
>
>"Saya baru dengar dari berita, tapi berita kan tidak mempunyai kekuatan hukum. 
>Saya masih menunggu dari KPK. Kita percaya dengan KPK. Dan semua orang tahu 
>kalau saya antikorupsi, " kata Syamsul di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, 
>Rabu (21/4/2010). 
>
>Meski demikian, Syamsul menyatakan siap diperiksa KPK. Dirinya akan memberikan 
>keterangan apa pun yang dibutuhkan oleh KPK.
>
>"Nanti kalau dipanggil KPK, apa yang ditanya itu yang kita jawab," tegas 
>Syamsul.
>
>Ditambahkan Syamsul,
> penetapan dirinya sebagai tersangka sarat dengan muatan politis. Kasus 
> tersebut sengaja dihembuskan oleh lawan-lawan politiknya.
>
>"Sejak menang pilkada saya memang selalu digoyang," tegas Syamsul.
>
>Syamsul ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak pekan lalu atas dugaan 
>korupsi APBD saat menjabat sebagai Bupati Langkat. Ia dikenai pasal 2 ayat 1 
>dan atau pasal 3 dan atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah 
>dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
>
>(djo/djo) 
>
>
> 
> 

 


Kirim email ke