"Karo enda mehaga", satu kesimpulan dari pengalaman pahit dan perjuangan 
berdarah sejak Haru dan perang kolonial. Gundari kita enggo seh kuje, reprogram 
our mind, Karo Enda Mehaga. Perubahan mindset (RGM). Bas postingna enda enggo 
tertulis secara singkat dan bernas. Perbahan Karo enda mehaga, maka "Adi 
gundari kuakap ku jelma sinterem terutama ku jelma NON KARO enggo seh paksana 
kita nggit ncidahken bana, ulanai erbuni-buni  kerna ise kita janah kai ateta. 
Gunaken seluruh media ras kesempaten."
Dua kutipan enda ku usulken jadi bahan masukan bas 'runggu alamiah' Karo si reh 
enda ndai. 
Bujur ras mejuah-juah
MUG
  
--- In [email protected], robinson g munthe <rgmun...@...> wrote:
Re: [tanahkaro] Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek Pekerja Lokal 

Memang adi nggeluh ula melemoksa, akap kalak kita la pang ras motu. Ijapape lit 
nge batas-batas harus bertindak. Adi enggo bangsanta ihina oleh seorang bangsa 
lain, lanai kap lit ingan tertande. Adi dirinta nge ihina bangsa lain, lakap 
ugakel suina pusuhta. Aku pe pernah nge piga-piga kali ibas pendahinku perlebe 
jumpa ras jelma asing sibagenda rupana, minter ku petala-tala lanai kutimai 
wari pepagi.Untungna ia dungna melemok.   Bagepe kerna kita Kalak Karo 
genduari, ulanai usur kita melemoksa. Tempa-tempa adi melemok janah la kita 
mbue ngerana ku jelma sinterem, iperdiateken kalak sideban kita. Lanai bage, 
tadingken kalak kita pagi rusur. Pengertin "bujur" enggo harus iterjemahken 
ulang. Bujur ibas pengertin "adil ras jujur" tetap harus dipertahankan sebagai 
karakter dasar Karo. Tapi bujur tidak berarti "la nggit subuk", "suka mengalah" 
ntahpe "la nggit ku lebe". Mindset enggo harus berubah dari mendahulukan orang 
lain menjadi "pengambil prakarsa", dari berharap pada orang lain menjadi 
"penentu nasib sendiri", dari sikap dan perkataan mengecilkan diri sendiri 
menjadi "Karo enda mehaga". Endam sikap positip secara komunal. Bagekape 
mindset secara pribadi Kalak Karo. Aku lenga pernah jumpa Kalak Karo motu. Adi 
Kalak Karo la mbue ngerana ntahpe la atena taridah pentar ibas jelma sinterem e 
usur aku jumpa. Emaka perlu inehen gendangna adi landek ateta. Adi gundari 
kuakap ku jelma sinterem terutama ku jelma NON KARO enggo seh paksana kita 
nggit ncidahken bana, ulanai erbuni-buni  kerna ise kita janah kai ateta. 
Gunaken seluruh media ras kesempaten.

RGM

--- On Thu, 4/22/10, kontan tarigan <kontan_tari...@...> wrote:

From: kontan tarigan <kontan_tari...@...>
Subject: [tanahkaro] Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek Pekerja Lokal
To: "MU Ginting" <gintin...@...>
Cc: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Thursday, April 22, 2010, 6:46 AM

Kamis, 22/04/2010 18:26 WIB
Rusuh Batam
Pekerja Asing PT Drydock Naninda Sering Ejek Pekerja Lokal
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

&lt;a href='http:/ /us.openx. detik.com/ delivery/ ck.php?n= 
a59ecd1b&amp;amp;cb=INSERT_ RANDOM_NUMBER_ HERE' target='_blank'&gt;&lt;img 
src='http:// us.openx. detik.com/ delivery/ avw.php?zoneid= 
24&amp;amp;cb=INSERT_ RANDOM_NUMBER_ HERE&amp;amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' 
/&gt;&lt;/a&gt; 

Batam - Demo ribuan karyawan perusahaan galangan kapal PT Drydock Naninda 
berujung kerusuhan. Peristiwa itu dipicu penghinaan warga negara asing terhadap 
karyawan WNI.

Penghinaan terhadap anak bangsa ini, dilakukan seorang supervisior 
berkewarganegaraan India. Warga negara asing ini, di lapangan sering membentak 
para karyawan. Sambil marah-marah selalu mengina.

"Dasar bangsa Indonesia bodoh. Bangsa terbodoh di dunia," kata Iswanto (28) 
salah seorang karyawan menirukan ungkapan warga asing itu, dalam perbincangan 
dengan detikcom, Kamis (22/04/2010) .

Menurut Iswanto karyawan asal Jawa Timur ini, sikap arogan warga India ini 
sudah lama menjadi bahan perbincangan di kalangan karyawan. Malah pada Desember 
2009 lalu, salah seorang karyawan sempat ribut dengan warga negara India itu.

"Waktu itu karyawan sudah mau mengeroyoknya. Ini karena seringnya menghina 
bangsa Indonesia bodoh," kata Ismanto.

Namun saat itu pengeroyokan urung dilakukan karena dilerai pihak satpam. 
"Puncaknya, warga negara India ini kembali menghina karyawan Indonesia. Ini 
membuat para karyawan marah," kata Iswanto.

Joni Irwan, karyawan lainnya, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selama 
ini sudah ada desakan kepada pihak managemen agar warga negara India itu di 
keluarkan saja. Perlakukan penghinaan ini tidak hanya dilakukan satu warga 
negara India saja. Tapi sejumlah supervisior warga negara India semuanya selalu 
menghina bangsa Indonesia.

"Kita sudah minta, agar warga negara India seluruhnya diberhentikan saja, tapi 
tak digubris. Karena ini menyangkat menghina bangsa Indonesia, kami pun marah," 
kata Joni.

(djo/djo) 

Komentar:

Yang perlu dicermati sebagai pemicu kerusuhan itu adalah kesenjangan gaji 
antara WNI dan WNA. Jangan sempat untuk posisi yang selevel terjadi perbedaan 
gaji. Untuk WNI berlaku sistem penggajian Indonesia, sementara untuk WNA 
menggunakan sistem internasional. Kalau sudah demikian akan terjadi WNI-nya 
betul-betul malas bekerja, kemudian dicap oleh WNA  kalau WNI malas dan bodoh. 



 
 


Kirim email ke