Pengerahan massa pendukung Mega mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.
1. K.H. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), anggota MPR dari Fraksi Utusan
Golongan, menyatakan hendaknya semua elit partai dapat mengendalikan diri
dan dapat mengerahkan massanya agar tidak bergerak secara anarkis. Menurut
Gus Dur , boleh-boleh saja melakukan unjuk rasa namun tetap harus
memperhatikan koridor hukum dan menjaga aspek ketentraman masyarakat.
"Karena itu, kalau massa nanti terus merangsek dan bergerak mendekati
senayan , saya tak segan-segan menurunkan banser untuk menghadapi mereka,"
tegas Gus Dur kepada para wartawan di Gedung DPR/MPR senayan , kemarin.
2. Pengamat politik, DR. Moh. Mahfud menganggap pengerahan massa itu
sebagai teror politik. " Tak mungkin bersifat spontan," katanya.
Pengerahan massa PDI-P yang bergabung dengan Forkot dan Famred itu pasti
dikoordinir oleh elit-elit partai tersebut. Dan ditinjau dari tujuan,
pernyataan dan seruan yang dikeluarkan, praktek pengerahan semacam ini
sudah dapat dikategorikan sebagai suatu teror politik, katanya.
3. PARMUSI Jabar menyatakan, "Budaya politik mobolisasi merupakan pola
politik Orde Lama dan Orde Baru yang bertentangan dengan pembaharuan
budaya politik yang kita inginkan".
=====> Sumbe Republika hari ini.
mustofa
______________________________________________________________
>From "Moch. Mustofa" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id