Iya je Mas, saya masih punya buku tentang peristiwa Juli 1996 dan
kenyataannya kok jauh sekali dengan yang dibuku itu..........jebule
pengerahan gali-gali bukan pengerahan kopasus seperti yang dibuku
itu........
-----Original Message-----
From: Rustanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Oktober 1999 15:44
Subject: RE: [UNDIP] PDI-P
>Assalamu 'Alaikum,
>
>Nuwun sewu. Saya punya pertanyaan kecil, apakah mereka itu benar-benar
massa
>Mega atau jangan-jangan khalayak ramai yang diberi baju merah saja. Harap
>diingat waktu penyerbuan kantor DPP PDI beberapa tahun yang lalu
penyerbunya
>juga berkedok warga PDI kubu non-Mega. Belakangan ternyata mereka adalah
>...... . Tujuannya tak lain dan tak bukan ialah untuk mengadu kambing dan
>mendiskreditkan untuk kepentingan .... .
>
>Lalu Gus Dur mengancam (entah 'tenanan' entah 'ethok-ethok') mengerahkan
>Banser. Kepriye to iki?. Katanya embah-embah dulu, panas jangan dilawan
>dengan panas. Mengko dadi kobongan.
>
>Selanjutnya tentang rasa keadilan yang di dunia ini susah didapatnya.
>Menurut logika demokrasi, kalau partai pemenang Pemilu malah jadi golongan
>paria yang 'disiya-siya lan dimungsuhi' itu kan ya susah masuk akalnya para
>kawula alit. Mbuh nek akale para elit sing pating penthalit itu.
>
>Mohon mafhum, saya bukanlah anggota PDIP. Saya adalah warganegara
>independen. Jadi jangan dianggap membela siapa-siapa.
>
>Barangkali ada baiknya forum ini mengundang seseorang yang arif bijak
>bestari untuk memberikan fatwanya. Setidak-tidaknya kita undang saja Mas
>Darmanto "Ki Blokosuto Bla Bla" Jatman (saya kurang tahu apakah beliau
>sekarang sudah menjadi bijaksana) untuk memberikan pandangannya. Dari sudut
>pandang ilmu psikologi atau kepenyairan juga boleh.
>
>Salam penuh damai untuk kita semua.
>
>> ----------
>> From: Moch. Mustofa[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Friday, October 15, 1999 2:48 PM
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: [UNDIP] PDI-P
>>
>>
>> Pengerahan massa pendukung Mega mendapat reaksi keras dari berbagai
pihak.
>>
>> 1. K.H. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), anggota MPR dari Fraksi Utusan
>> Golongan, menyatakan hendaknya semua elit partai dapat mengendalikan diri
>> dan dapat mengerahkan massanya agar tidak bergerak secara anarkis.
Menurut
>> Gus Dur , boleh-boleh saja melakukan unjuk rasa namun tetap harus
>> memperhatikan koridor hukum dan menjaga aspek ketentraman masyarakat.
>> "Karena itu, kalau massa nanti terus merangsek dan bergerak mendekati
>> senayan , saya tak segan-segan menurunkan banser untuk menghadapi
mereka,"
>> tegas Gus Dur kepada para wartawan di Gedung DPR/MPR senayan , kemarin.
>>
>> 2. Pengamat politik, DR. Moh. Mahfud menganggap pengerahan massa itu
>> sebagai teror politik. " Tak mungkin bersifat spontan," katanya.
>> Pengerahan massa PDI-P yang bergabung dengan Forkot dan Famred itu pasti
>> dikoordinir oleh elit-elit partai tersebut. Dan ditinjau dari tujuan,
>> pernyataan dan seruan yang dikeluarkan, praktek pengerahan semacam ini
>> sudah dapat dikategorikan sebagai suatu teror politik, katanya.
>>
>> 3. PARMUSI Jabar menyatakan, "Budaya politik mobolisasi merupakan pola
>> politik Orde Lama dan Orde Baru yang bertentangan dengan pembaharuan
>> budaya politik yang kita inginkan".
>>
>> =====> Sumbe Republika hari ini.
>>
>>
>> mustofa
>>
>> ______________________________________________________________
>> >From "Moch. Mustofa" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
>> Milis Archive: http://messages.to/archives or
http://messages.to/archives2
>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>>
>______________________________________________________________
>>From Rustanto <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
>
______________________________________________________________
>From "Riasto Widiatmono" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id