Mun urang boga sumanget jiga Bah Tarlan, moal hese beleke jigana
diajar basa Sunda teh.
Wilujeng Bah Tarlan.
-mh-

===
Luar Biasa! Kakek 81 Tahun Ikuti Ujian Setara SD
Jumat, 20 November 2009 | 08:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China.
Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam
menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja,
menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti
ujian Paket A setara SD.

Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat serius mengerjakan
soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian Paket A
setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin
Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi
jempol. Di usianya yang melewati ambang batas ternyata masih
bersemangat untuk belajar.

Ya, lelaki kelahiran Cirebon itu bersama rekan-rekan sebayanya
mengikuti ujian Paket A yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Harapan Islam, Jalan Galur Raya 16, Johar Baru,
Jakarta Pusat.

“Cari ilmu itu enggak ada batasnya. Kan ada pepatahnya, tuntutlah ilmu
sampai ke negeri China,” ujar Tarlan lantang saat ditemui usai
menyelesaikan soal ujian, Jumat (20/11).

Lelaki renta itu mengaku sudah sejak setahun lalu mengikuti program
pendidikan Paket A. Ini dilakukan karena dia ingin memiliki ijazah SD.
Nantinya jika telah lulus, ijazahnya akan dilaporkan pada pimpinannya
agar dia diangkat menjadi karyawan tetap. Selama ini, Tarlan bekerja
sebagai salah seorang petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.

“Kalau mau menjadi karyawan tetap, syaratnya harus memiliki ijazah SD.
Sampai saat ini saya belum punya, makanya saya ikut belajar di sini,”
ungkap warga Jalan Kalibaru Timur V, Bungur, Senen, Jakarta Pusat itu.

Upaya gigih lelaki yang hanya mengenyam kelas 5 SR (sekolah setingkat
SD zaman kolonial Belanda) mendapat dukungan penuh dari seluruh
keluarganya. Tentu saja dukungan ini menjadikan dia lebih termotivasi
dan semangat untuk menyelesaikan program Paket A.

“Mudah-mudahan umur bapak sampai,” ujar Tarlan yang terpaksa putus
sekolah saat itu lantaran Indonesia dalam keadaan kondisi perang
melawan penjajah.

Rupanya Tarlan tidak sendirian dalam mengikuti ujian Paket A. Beberapa
kakek-kakek lainnya pun mengikuti hal yang sama. Di antaranya Mulyani
(50) dan Hussein (55) yang sama-sama ingin segera memiliki ijazah
setara SD agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap sebagai petugas
kebersihan di Masjid Istiqlal.

“Kalau jadi karyawan tetap, kami akan digaji sesuai UMR, katanya,” ujar Hussein.

Kasi Dikmen Kecamatan Joharbaru, Ahmad Hilmi mengatakan, wilayah
Joharbaru merupakan daerah yang banyak dihuni oleh kaum dhuafa. Karena
itu, pihaknya membantu dengan menyelenggarakan program Paket A setara
(SD), B setara (SMP) serta C setara (SMA) guna memperbaiki kualitas
hidup dan menambah pengahasilan.

“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup, PKBM sudah ada, dengan
demikian diharapkan lulusannya mampu mengembangkan ilmu dan
meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.

Ahmad Hilmi mencatat, peserta ujian paket A kali ini sebanyak 26
orang, paket B 72 orang, dan paket C tidak ada pesertanya. Dia
berharap, pada tahun berikutnya, peserta ujian paket A, B, dan C ini
dapat terlaksana kembali guna meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta
Pusat dan mendukung program pemerintah dalam pembebasan buta aksara.

Plh Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Delly Indirayati, menyambut baik
adanya keinginan yang kuat dari orang-orang seperti Tarlan. Meski
telah memasuki usia senja, namun tetap semangat mencari ilmu.

“Saya sudah berbicara dengannya, memang ada keinginan kuat darinya
untuk membuktikan kepada anak cucunya bahwa beliau tidak buta huruf.
Karena itu memang sudah sewajibnya orang-orang seperti pak Tarlan kita
fasilitasi,” ujar Delly.

Ke depannya PKBM yang ada akan dibina serta dievaluasi baik untuk
kurikulum, metode, dan lain sebagainya agar ada peningkatan mutu baik
dari PKBM maupun dari lulusannya. “Pasti, kurikulumnya akan
disempurnakan untuk peningkatan mutu,” kata Delly Indirayati.

SOE

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/11/20/08200949/luar.biasa.kakek.81.tahun.ikuti.ujian.setara.sd

Kirim email ke