Reueus ku sumangetna tapi prihatin ku kanyataan geuning tumali kana syarat 
kapagewan. Lain ngahandapkeun tapi tukang beberesih mah asa teu perlu make 
ijasah jeung deuih  UMR mah pan teu nempo pagawe tetep atawa honor. 
------Original Message------
From: mh
Sender: [email protected]
To: Ki Sunda
To: Baraya Sunda
To: Urang Sunda
Subject: [Urang Sunda] Atikan - Sumanget Juang Bah Tarlan!
Sent: Nov 22, 2009 07:31

  Mun urang boga sumanget jiga Bah Tarlan, moal hese beleke jigana diajar basa 
Sunda teh. Wilujeng Bah Tarlan. -mh- === Luar Biasa! Kakek 81 Tahun Ikuti Ujian 
Setara SD Jumat, 20 November 2009 | 08:20 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Tuntutlah 
ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan 
semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah 
sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti 
ujian Paket A setara SD. Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat 
serius mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian 
Paket A setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin 
Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi jempol. Di 
usianya yang melewati ambang batas ternyata masih bersemangat untuk belajar. 
Ya, lelaki kelahiran Cirebon itu bersama rekan-rekan sebayanya mengikuti ujian 
Paket A yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Islam, 
Jalan Galur Raya 16, Johar Baru, Jakarta Pusat. “Cari ilmu itu enggak ada 
batasnya. Kan ada pepatahnya, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,” ujar 
Tarlan lantang saat ditemui usai menyelesaikan soal ujian, Jumat (20/11). 
Lelaki renta itu mengaku sudah sejak setahun lalu mengikuti program pendidikan 
Paket A. Ini dilakukan karena dia ingin memiliki ijazah SD. Nantinya jika telah 
lulus, ijazahnya akan dilaporkan pada pimpinannya agar dia diangkat menjadi 
karyawan tetap. Selama ini, Tarlan bekerja sebagai salah seorang petugas 
kebersihan di Masjid Istiqlal. “Kalau mau menjadi karyawan tetap, syaratnya 
harus memiliki ijazah SD. Sampai saat ini saya belum punya, makanya saya ikut 
belajar di sini,” ungkap warga Jalan Kalibaru Timur V, Bungur, Senen, Jakarta 
Pusat itu. Upaya gigih lelaki yang hanya mengenyam kelas 5 SR (sekolah 
setingkat SD zaman kolonial Belanda) mendapat dukungan penuh dari seluruh 
keluarganya. Tentu saja dukungan ini menjadikan dia lebih termotivasi dan 
semangat untuk menyelesaikan program Paket A. “Mudah-mudahan umur bapak 
sampai,” ujar Tarlan yang terpaksa putus sekolah saat itu lantaran Indonesia 
dalam keadaan kondisi perang melawan penjajah. Rupanya Tarlan tidak sendirian 
dalam mengikuti ujian Paket A. Beberapa kakek-kakek lainnya pun mengikuti hal 
yang sama. Di antaranya Mulyani (50) dan Hussein (55) yang sama-sama ingin 
segera memiliki ijazah setara SD agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap 
sebagai petugas kebersihan di Masjid Istiqlal. “Kalau jadi karyawan tetap, kami 
akan digaji sesuai UMR, katanya,” ujar Hussein. Kasi Dikmen Kecamatan 
Joharbaru, Ahmad Hilmi mengatakan, wilayah Joharbaru merupakan daerah yang 
banyak dihuni oleh kaum dhuafa. Karena itu, pihaknya membantu dengan 
menyelenggarakan program Paket A setara (SD), B setara (SMP) serta C setara 
(SMA) guna memperbaiki kualitas hidup dan menambah pengahasilan. “Kami ingin 
meningkatkan kualitas hidup, PKBM sudah ada, dengan demikian diharapkan 
lulusannya mampu mengembangkan ilmu dan meningkatkan taraf hidupnya,” 
ungkapnya. Ahmad Hilmi mencatat, peserta ujian paket A kali ini sebanyak 26 
orang, paket B 72 orang, dan paket C tidak ada pesertanya. Dia berharap, pada 
tahun berikutnya, peserta ujian paket A, B, dan C ini dapat terlaksana kembali 
guna meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta Pusat dan mendukung program 
pemerintah dalam pembebasan buta aksara. Plh Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, 
Delly Indirayati, menyambut baik adanya keinginan yang kuat dari orang-orang 
seperti Tarlan. Meski telah memasuki usia senja, namun tetap semangat mencari 
ilmu. “Saya sudah berbicara dengannya, memang ada keinginan kuat darinya untuk 
membuktikan kepada anak cucunya bahwa beliau tidak buta huruf. Karena itu 
memang sudah sewajibnya orang-orang seperti pak Tarlan kita fasilitasi,” ujar 
Delly. Ke depannya PKBM yang ada akan dibina serta dievaluasi baik untuk 
kurikulum, metode, dan lain sebagainya agar ada peningkatan mutu baik dari PKBM 
maupun dari lulusannya. “Pasti, kurikulumnya akan disempurnakan untuk 
peningkatan mutu,” kata Delly Indirayati. SOE Dapatkan artikel ini di URL: 
http://www.kompas. com/read/ xml/2009/ 11/20/08200949/ luar.biasa. kakek.81. 
tahun.ikuti. ujian.setara. sd
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke