Saya Punya Buyut 5, Cucu 29 dan Anak 13
07:59 | Saturday, 21 November 2009

Tarlan, Kakek 81 Tahun Berjuang Lulus Setara SD

Belajar memang tidak mengenal batasan usia. Tarlan (81), kakek yang
sudah bercucu 29 orang berjibaku mengikuti ujian Kejar Paket A atau
setara Sekolah Dasar (SD), selama tiga malam. Cita-citanya hanya satu,
diakui tamat SD.

Kerutan dahinya sudah membekas. Kacamatanya seakan-akan tak bisa
mengurangi penglihatan mata yang sudah uzur. Bibir pun sesekali meniup
kotoran penghapus ujian. “Beliau (Tarlan) peserta ujian tertua.
Usianya 81 tahun,” kata Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)
Harapan Islam Galur, Emi Muharni di kantornya Jalan Galur Jaya 16,
Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Kakek yang tinggal di Jalan Kali Baru Timur V No 46, Bungur,
Kemayoran, itu dengan tekun mengikuti ujian matematika Kejar Paket A.
Pria yang telah punya 29 cucu ini gigih dalam mengikuti pelajaran yang
dilaksanakan tiap malam setiap Senin, Rabu dan Jumat. “Pendidikan
terakhir kelas V Sekolah Rakyat (SR),” tambahnya Tarlan bekerja
sebagai cleaning service di Masjid Istiqlal. Sementara pelajaran yang
paling disukainya adalah Matematika. Untuk Bahasa Inggris pun nilainya
juga di atas rata-rata, meski spellingnya terbata-bata. “Kelasnya
kelas malam sekitar 19.00 WIB. Pelajarannya yaitu Matematika, IPA,
IPS, PKN, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” pungkas Emi.

Memang, menjadi murid SD yang duduk di bangku di usia 81 tahun bukan
perkara mudah. Dibutuhkan berbagai motivasi supaya tak lelah mengikuti
pelajaran. “Kadang juga capek, sudah tua kok sekolah, buat apa?” kata
Tarlan, usai mengikuti ujian kejar paket A.

Meski demikian, sang kakek mengaku tidak pernah merasa putus asa.
Menurut dia, proses pencarian ilmu itu dari lahir hingga liang lahat.
Terlebih, dia mempunyai motivasi yang besar untuk menyelesaikan
studinya.

“Kadang ditanya, sudah tua buat apa sekolah. Saya jawab, kalau mencari
ilmu hingga liang lahat,” tambah kakek yang mengenakan kemeja lengan
putih panjang ini.

Tarlan telah 3 kali menikah. Perkawinan pertama pada 1949 dengan
Kasminah, ia dikaruniani 4 orang anak. Selang beberapa tahun kemudian
lelaki asal Cirebon tersebut bercerai, lalu menikahi seorang wanita
bernama Wiwi hingga mempunyai 8 anak.

Setelah itu, ia juga menikah lagi dengan Ani, dan mendapatkan anak 1
anak. “Sekarang saya punya buyut 5, cucu 29, anak 13,” ceritanya
dengan suara lantang.
Setiap hari Tarlan bekerja sebagai cleaning service di Masjid
Istiqlal. Sebelum mengabdi di Masjid Istiqlal 19 tahun lalu, dia
bekerja sebagai kuli bangunan dari satu proyek bangunan ke bangunan
lainnya.

“Sekarang pun masih tetap kerja keras merawat Istiqlal. Kata anak-anak
saya, saya disuruh istirahat. Lalu saya bilang, saya tidak bekerja,
tapi olahraga,” tambah lelaki yang menginjakkan kaki di Jakarta tahun
1948 ini.

Akibat terbiasa kerja sebagai kuli bangunan, otaknya sudah terbiasa
berhitung. Mulai dari mengukur meteran, campuran semen hingga
perkalian bata dan material. Dia mengaku hanya terkendala pada
pelajaran Bahasa Inggris. “Karena saya sudah ompong jadi ngomongnya
susah,” candanya.

Ditanya apakah akan melanjutkan ke kejar paket B (setara dengan SLTP),
dia menjawab singkat. “Tidak. Saya ingin tafakur di Masjid Istiqlal,”
pungkasnya. Semoga saja kakek Tarlan lulus kejar paket A dan menerima
ijazah kesetaraan SD dengan nilai ‘cum laude’. (net/bbs)

Cite: 
http://www.hariansumutpos.com/2009/11/saya-punya-buyut-5-cucu-29-dan-anak-13.html

Kirim email ke