Yth. Mas Eko,

Sebisa mungkin saya berusaha objektif. Saya sepakat dengan bu Judith dan mas
Aan.

Ijinkan saya berpendapat secara pribadi (baca:tidak mewakili telkom).
Begini : setahu saya, disamping menguntungkan buat PT. Telekomunikasi
Indonesia, Tbk itu sendiri, . sebagai incumbent company, juga menjadi beban
lho. Sebagai incumbent yang dulu merintis usaha dengan mendapakan hak
ekslusif menyelenggarakan bisnis telekomunikasi domestik, telah menjadikan
struktur keuangan maupun network yang cukup kuat bagi Pt. Telkom. Bebannya
adalah: PT. Telkom dituntut untuk selalu memberikan manfaat buat rakyat
Indonesia. Jangan pernah biasa-biasa saja, apalagi sampai merugi!
Pertanyaannya adalah memberikan manfaat buat rakyat yang mana ? Apakah saya
saja, mas eko saja, mas aan saja ataukah seluruh rakyat Indonesia dari
sabang sampai merauke.
Menurut saya, cara yang fair dan adil adalah dengan patuh membayar pajak
serta membagikan deviden buat negara ini. dengan begitu, negara lah yang
akan mendistribusikan sumbangsih perusahaan ini buat kita semua... Negara
yang mungkin akan mengalokasikan pajak ke sesuatu yang mungkin lebih
dibutuhkan saudara-saudara kita lainnya.(sekali lagi, ini sudut pandang dan
pendapat saya pribadi lho...)
Lantas,bagaimana raport PT. Telkom atas parameter itu ? Kalau tidak salah,
hingga saat ini PT. Telkom lah satu-satunya BUMN pembayar pajak terbesar dan
juga penyumbang deviden terbesar ! (mohon koreksi jika saya salah). Bahkan
PT. Telkom lah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang masuk dalam list
1000 perusahaan paling menguntungkan di dunia versi Businessweek (masuk di
urutan ke 866).
Tanpa bermaksud negatif, ada berapakah national flag (BUMN) negara ini yang
mampu melakukan itu semua ?

Misi sosial dengan subsidi silang kelihatannya juga tidak kurang-kurangnya
dilakukan oleh PT. Telkom. Tapi, bagaimanapun pasti tak ada gading yang tak
retak. Kekurangan tentu masih ada disana sini, seperti yang  disampaikan
oleh mas Eko maupun bu Judith : tentang SLA & SLG yang masih perlu sekali di
tingkatkan.

Rasanya, tidak ada team kami yang menolak atas masukan yang konstruktif dari
teman-teman. Justru kami beruntung selalu diberikan feedback. Bu Judith yang
mungkin punya hotline khusus dengan managemen kami, tentu sepakat.

Hukuman yang layak dan biasanya berlaku di dunia bisnis buat provider (atau
siapapun itu) jika memang memberikan  service yang tidak memuaskan pelanggan
adalah : DITINGGALKAN CUSTOMER! Siapapun tidak bisa menolak aksioma ini,
eventhough PT. Telkom. Jadi kalau memang PT.Telkom tidak memuaskan
pelanggan, ya sudah ditinggalkan saja...
Saya ingin sampaikan, bahwa paling tidak Managemen KANDATEL Semarang
memahami sekali aksioma ini. Dan kami tidak ingin dan tidak berminat untuk
ditinggalkan customer.

Sekali lagi, terima kasih atas kesediaan untuk memberi masukan ke kami.

salam hormat,

TARYOKO
Telkom Kandatel Semarang.








----- Original Message ----- 
From: "Eko Darminto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, February 25, 2005 2:45 PM
Subject: RE: [asosiasi-warnet] perwakilan telkom di milis


>
> Mas Aan,
>
> Benar yang anda tulis bahwa "Secara alamiah tentu saja operator lebih
> memberikan prioritas kepada pelanggan yang lebih besar/lebih menguntungkan
> (ingat perusahaan publik tujuannya cari untung), so jangan terlalu naif
> dalam berpikir bisnis, tapi mungkin bisa lebih ke arah proporsional", tapi
> anda perlu ketahui bahwa TELKOM adalah perusahaan negara yang memiliki hak
> monopoli. Apa artinya? artinya TELKOM harus melayani kepentingan publik
dari
> yang levelnya perusahaan sampai ke perorangan.
>
> Satu lagi, anda harus melihat esensi dari diskusi yang menurut anda
mengarah
> kepada "marah-marah, sinis, sindiran, prejudice, hujatan dll",kenapa hal
ini
> bisa terjadi, apakah hal tersebut muncul begitu saja? Saya rasa yang
terjadi
> adalah mailist 'ers yang complain/curhat di forum ini sudah menempuh
> berbagai cara untuk mengatasi masalah yang terjadi dengan pihak TELKOM,
dan
> ketika mereka putus asa mereka curhat di forum ini.
>
> Thanks & Best Regards,
> Eko Darminto
>
> -----Original Message-----
> From: aan helmy [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, February 25, 2005 2:11 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [asosiasi-warnet] perwakilan telkom di milis
>
>
>
> Dear All,
> mungkin ada beberapa hal yang melatarbelakangi, ditinjau dari segi bisnis,
> warnet tidak menguntungkan bagi ISP, stereotype warnet adalah menyedot
> bandwidth besar, maunya harga murah (kadang karena ngejar
banting-bantingan
> harga), serta rewelnya minta ampun. Hal ini bukan maksud saya
> menggeneralisir tapi merupakan kecenderungan (stereotype) toh tidak semua
> warnet/game center demikian. Coba bandingkan dengan melayani
> korporasi/perusahaan, ambil bandwidthnya besar (istilahnya beli borongan),
> bayarnya sesuai (maksudnya bukan tidak cari harga yang kompetitif tapi
lebih
> cenderung tidak sensitif harga), dan nggak rewel. Wajar khan jika
> warnet/game center cenderung tidak/kurang mendapat perhatian. Secara
alamiah
> tentu saja operator lebih memberikan prioritas kepada pelanggan yang lebih
> besar/lebih menguntungkan (ingat perusahaan publik tujuannya cari untung),
> so jangan terlalu naif dalam berpikir bisnis, tapi mungkin bisa lebih ke
> arah proporsional.
> Nah lucunya, kalau diperhatikan di milist ini sudah tidak kondusif,
artinya
> ruang diskusi sehat sudah sulit didapat, lebih kearah forum complain,
> prejudicedan debat kusir, belum apa-apa sudah marah-marah, baru kirim
email
> sudah pakai kapital semua, kalau ada pertanyaan salah satu anggota dan
dalam
> beberapa waktu tidak ada yang menjawab terus marah-marah. Mbok ya dijaga
> NETIKET dan saling menghargai, harusnya kita lebih dewasa, tiap orang
punya
> masalah dengan layanan public, apakah itu operator telekomunikasi (fix dan
> selular), transportasi, listrik dll, tapi saya kira tidak akan selesai
> dengan marah-marah, sinis, sindiran, prejudice, hujatan dll.
> Beberapa persoalan bisa selesai kalau dikomunikasikan dengan baik, kalau
> sungkan lewat milist bisa dilanjutkan lewat japri, tapi intinya milis ini
> membuka barrier entry komunikasi dan bypassing birokrasi. Sangat
disayangkan
> jika sudah mulai bergeser dari tujuan semula sebagai ajang silahturahmi.
> Saya juga salut buat Pak Taryoko dan dengan kerendahan hati saya mohon
maaf
> jika kata-kata saya kurang berkenan.
>
> aan
>
>
> *********** REPLY SEPARATOR  ***********
>
> On 2/25/2005 at 9:42 AM Judith MS wrote:
>
> >On Thu, 24 Feb 2005 05:25:42 -0800 (PST), dedy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >>
> >> ibu judith kalau bos...bos om telkomnya ikut milis ini mungkin bisa
> >mendengar dan melihat kalau gak ikutan yah sama aja bohong
> >>
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Rekan Dedy
> >Setahu saya dari ribuan members milist awari ada PULUHAN rekan rekan
> >dari Telkom yang berasal dari aneka divisi/divre  di seluruh Indonesia
> >tetapi entah apa yg ada difikiran  rekan rekan TELKOM sehingga mereka
> >sungkan bersuara ????
> >sedikitnya ada dua petinggi Telkom yang ikut memantau milis ini dan
> >kerap berkomunikasi via japri tetapi  Pengalaman mengatakan Telkom
> >sangat rentan terhadap kritik .
> >Semakin dikritik manajemen Telkom semakin menutup diri dan selalu
> >mencari justifikasi pembenaran dari kesalahan yang ada tanpa mau
> >berusaha melihat akar permasalahan dari kasus tsb
> >
> >dulu beberapa kali sahabat saya Firgun ( yg sekarang hilang entah
> >kemana ??? )  dan Kakandatel Jakarta Selatan yg saat ini mendapat
> >Promosi menjadi Kadiv FWA  Pak Dian Rahmawan sempat bersuara dan
> >sekarang menghilang dan kini digantikan Pak Taryoko dari Semarang
> >
> >Apakah dari puluhan Ribu anak bangsa yang bekerja di TELKOM hanya ada
> >segelintir manusia yang sudi berkomunikasi dengan komunitas jasakom
> >dan warnet ???
> >
> >
> >
> >
> >Judith
> >
> >
> >Official Web Site : http://www.awari.or.id
> >Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
> >Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >-- 
> >No virus found in this incoming message.
> >Checked by AVG Anti-Virus.
> >Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.4.0 - Release Date: 2/22/2005
>
>
>
>
>
> -- 
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.4.0 - Release Date: 2/22/2005
>
>
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> -- 
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.0.0 - Release Date: 2/18/2005
>
>



-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.0.0 - Release Date: 2/18/2005



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke