Benar sekali pak!
untuk sobat milis yang lain, perlu diketahui bahwa peraturan daerah (perda) 
pada masing-masing daerah berbeda-beda. sedangkan proses penyusunan serta 
pengesahan suatu perda memerlukan waktu yang tidak sebentar,  selain itu perlu 
adanya sosialisasi kepada pihak-pihak terkait, bukan hanya pada saat 
penyusunannya namun juga saat perda tersebut telah disahkan.
oleh karena itu tidak sepatutnya kita merasa takut jika belum mendapat bukti 
kongkrit mengenai perda, petunjuk pelaksanaan (juklak) serta info terkait dari 
asosiasi yang kita naungi.

Sekedar sharing, untuk bidang pekerjaan saya yg lain (bukan warnet) pernah 
terjadi tarik-menarik antara propinsi dan kota mengenai salahsatu retribusi. 
kedua2nya mengaku memiliki dasar hukum, namun setelah ditelusuri lebih dalam, 
retribusi kami masuk wilayah kota bukan propinsi. 
  ----- Original Message ----- 
  From: Onno W. Purbo 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, November 11, 2010 2:31 PM
  Subject: Re: [asosiasi-warnet] Re: Perizinan Warnet kenapa sama dinas 
pariwisata ya


    

  saya posting ya ke
  
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WARNET:_Taktik_mengatasi_pemalakan_Aparat

  Kalau perlu kita angkat lebih tinggi lagi
  keterlaluan kalau WARNET sampai di palakin seperti ini
  masa sih KOMINFO angkat tangan aja??
  harus sounding ke MENKOMINFO-nya sekalian ..

  On Thu, 11 Nov 2010, Adi Jayanto wrote:

  > 
  > 
  > anda masih termakan birokrasi berbelit. jangan mau pikiran anda dibawa 
"jalan" dengan oknum seperti itu.
  > 
  > yang harus anda tanyakan adalah:
  > 
  > - apa dasar hukumnya (perda / uu / etc.)
  > - dimana mengurusnya
  > - berapa biayanya
  > 
  > lalu anda urus SENDIRI (kalo sempat). sekian.
  > 
  > kalau anda masih mau dibawa birokrasi berbelit, seperti cerita dibawah, ya 
sebaiknya selamat makan ati terus. sebab dari cerita anda, andalah yang tampak 
seperti
  > "memohon" dan "minta tolong", please don't do that.
  > 
  > tips gampang:
  > 
  > jangan ngaku anda adalah pemilik usaha, bilang anda datang disuruh oleh 
pemilik usaha (kalo punya istri/suami, manfaatin untuk buat surat kuasa) dan 
ditugaskan
  > untuk mengurus hal seperti ini.
  > 
  > kalau misal ngeyel harus pemilik usaha yang datang, tunjukkan surat kuasa. 
itu SEHARUSNYA cukup sebab jarang ada peraturan yang mengharuskan pengusaha 
datang
  > sendiri (emang pendaftaran PNS apa?).
  > 
  > tanyakan DETAIL prosedur, dan aturan yang berlaku. jika mereka tidak bisa 
menunjukkan, JANGAN RAGU UNTUK MELAWAN. jadilah 'pengacara' untuk diri anda 
sendiri dulu.
  > 
  > jika anda langsung diminta uang pelicin, bilang saja, "saya harus bicara 
sama bos saya dulu". keluar ruangan, dan pura2 telepon. kalau anda tidak 
bersedia ngasih
  > pelicin, bilang gak mau. kalo dia gak mau ngasih surat tertentu, bilang 
anda sudah penuhi semua persyaratan (pastikan anda juga sudah memenuhi semua 
persyaratan),
  > jadi "berikan hak saya, atau nama anda ada di koran".
  > 
  > 2010/11/11 iwan <[email protected]>
  > Terima kasih atas jawaban rekan - rekan sekalian yang menjadi pertimbangan 
buat saya, setelah saya datang ke kantor camat , ternyata saya sudah ditunggu
  > tunggu sepertinya atau bisa dibilang cuma saya yang datang sebagai warnet 
yang bermasalah , yang saya tahu masih banyak warnet yang berdekatan, setelah
  > saya tanya kenapa warnet saya doang yang diperiksa kelengkapan suratnya 
kenapa yang lain tidak alasannya sederhana saja "setelah saya dari tempat bapak
  > saya keluar lalu hujan jadi ngak keburu melihat lihat jadi langsung pulang 
saja" bisa saja alasannya padahal setahu saya hujan saja bisa menjadi
  > alasannya ck ck ck, kebetulan bapak yang dari dinas pariwisata ini katanya 
baru di pindahkan ke kantor camat 1 oktober jadi masih baru dan belum
  > mengenal daerah nya jadi warnet saya yang pertama diurus oleh katanya hoki 
saya diurus olehnya daripada oleh aparat gabungan yang memeriksa yang katanya
  > bisa banyak instansi yang datang ke warnet ntar , setelah itu saya 
dijelaskan syarat apa yang dibutuhkan izin bla bla bla lalu langsung saya 
disuruh
  > menulis surat pernyataan untuk bahwa saya mau membuat surat izin dengan 
batas waktu tertentu 1 bulan dengan materai 6000. wahh saya kaget kenapa musti
  > surat pernyataan segala seperti saya hutang uang saja, dibilangnya sih buat 
lapor keatasan camat dia , yang katanya mau nya laporan nya secara tertulis
  > saja , tidak omongan saja ok saja saya bilang kalau begitu saya ketemu 
ketua camat saja kasih tahu langsung bahwa saya sudah tahu dan akan memproses
  > ijin nya (bisa dibilang camatnya ada di ruang sebelah sedang tau ngapain, 
kenapa saya bilang tau ada pak camatnya ,karena dari saya dateng pertama kali
  > juga dibilang saya ditunggu pak ketua camat) sepertinya pejabat itu susah 
diketemui juga yah, lalu setelah berdebat panjang akhirnya kan saya putuskan
  > tidak mau menandatangani surat pernyataan itu , saya langsung dibilang 
seperti ini " udah ngak apa apa ngak usah tanda tangan tapi saya ngak tau yah
  > kalau dari kelurahan atau instansi lain mungkin bisa datang ke warnet bapak 
memriksa izin nya yang mungkin bisa menyegel usaha bapa , karena untuk bapak
  > tahu usaha bapak itu ILEGGAL," wah wah saya sepertinya diancam ini karena 
secarik kertas pernyatann materai 6000 ini, lalu saya bilang bapak jangan
  > mengancam saya dong, dia bilang ohh bukan saya mengancam bapa tapi membantu 
bapak soalnya misalkan bapak sudah menandatangi surat ini , ntar kalo ada
  > yang datang ke warnet bapak minta izin ntar cukup telepon saya ntar saya 
bantu beresin.hmm seperti jebakan rupanya. setelah timbang timbang saya tidak
  > menandatangi apapun cuma berjanji saya akan bikin izin tentu bukan sama 
orang itu :P , beberapa percakapan yang cukup aneh adalah saya ditawarkan
  > minuman dan rokok yang saya ngak mau, tapi dia kemudian bilang wahh di sini 
panas yah (ruangan camat nya tidak berAC) wah bapak boleh nih beliin saya AC
  > , ckckck saya punya ac warnet rusak aja dah banyak dan juga belum perbaiki 
apalagi beli baru dah persaingan banyak omset turun, masih dipersulit juga ,
  > itu hasil pertemuan saya di kantor camat, moga moga birokrasi  bisa berubah 
mempermudah usahawan bukannya mempersulit atau pun mengancam, kalau ada izin
  > saya mau bikin kok tapi jangan memaksa bayar sana sani supaya cepat , 
setelah pulang dari sana aja saya diberitahu RT setempat bahwa orang lurah
  > menyuruh saya cepat cepat buat ijin nya (surat domisili Rp 500.000 Tanda 
Tangan Lurah , + Rp 200.000 Tanda tangan camat) wah wah makin kacau saya
  > bisnisnya dah listrik blum bayar sebagian masih ada kayak gini , bikin deg 
deg kan aja. sosialisasi ijin nya kayak apa aja blum jelas dah gesek sana
  > sini. setelah liat situasi kantor camat yang gimana gituh saya pikir urus 
sendiri bisa dikerjaiinn nih ,ini bisa dibilang konspirasi lurah +camat +dinas
  > pariwisata ,saya akan coba biro jasa saja dulu atau mungkin rekan sekalian 
ada rekanan yang bisa bantu buat ijin bisa PM saya , Terima kasih, moga ini
  > tidak terjadi pada rekan warnet sekalian khususnya di jakbar ini, saran 
saya cepat cepat bikin ijin lengkap biar ngak dikeraiin seperti ini. 
  > Salam 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > --
  > Adi D. Jayanto
  > BLOG: http://electrohide.blogspot.com
  > Q&A: http://formspring.me/adjayanto
  > 
  > -- via archive mail 2010
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  >

  

Kirim email ke