Bu Yusri,

terimakasih ya Bu, udah mo susah-susah nanyain info.

Mmm...berarti tidak harus ada masalah dalam perkembangan anak untuk
berhubungan dengan psikolog. Juga bisa untuk memecah kebuntuan kalo
berkomunikasi dengan anak ya Bu. Kebetulan persis sebelum ada
postingan Ibu soal psikolog anak, aku sempet berpikir untuk
berhubungan dengan psikolog, kalo2 dalam menghadapi perkembangan anak,
aku ada bingung dan gak taunya. Ternyata ada postingan Bu Yusri, plus
beberapa Mom yang lain sebelumnya tentang psikolog anak ini.

Entah kenapa, aku sekarang sudah membayangkan, dan merasakan ketakutan
, terutama saat anakku menginjak usia ABG keatas. Seingatku, masa2 itu
termasuk masa2 berat bagi anak dan orang tua. Anak udah bisa
membantah, kritis, dan orang tua diharapkan memberi perhatian lebih,
tapi tidak terkesan over protective. Mungkin betul kata Ibu ya, kalo2
anak udah 'males' curhat ke orang tuanya sendiri, dengan adanya
psikolog, anak tetep bisa cerita...ke orang yang 'bener'. Bukan ke
orang yang mungkin mungkin memang dia kenal, tapi orang tua tidak
tahu, apakah anak ini akan diarahkan ke 'jalan yang benar', atau malah
dijerumuskan ke hal-hal yang tidak diharapkan.

Terimakasih ya Bu, dan Moms yang lain. Maaf kalo jadi belibet, hehehe.
Kebetulan, entah kenapa, seperti kusebut diatas, ada masa2 hidup anak
yang aku membayangkannya aja udah 'parno', hehehe.

Salam,
Grace

--- In [email protected], "- Yusri -"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>

> 
> Nah.....setelah itu, kami rutin membawa anak2 kami utk "mengobrol"
dengan beliau minimal 6 bln sekali....saat setelah dibagikan raport
(biasanya....dalam raport anak2 ada uraian ttg perkembangan psikologis
nya).


Kirim email ke