Dan itu dimulai dengan tidak melabeli mereka dengan "ABG".
They hate those words.... ;) 

12 tahun ngurusin "ABG" ups... remaja, di majalah remaja, 
TENIK HARTONO 
Chief Editor / Pemimpin Redaksi   AYAHBUNDA 
Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia
Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax  (62-21) 526 2131, 520 
9366 | Mobile   (62) 816 794394  | www.ayahbunda-online.com

09/24/2008 03:55 PM


Oh, ya...Mbak....
Saya selalu menjadi tempat curhat nya temen ku yg skrg sudah punya ABG.
Wah.....wah....wah.....saya sampe terbengong2 dengan "gaya gaul" mereka.
Padahal anak nya masih SMP kelas 2, tp sepertinya....mereka sudah jauh 
lebih dewasa dari usianya....
Denger ceritanya aja, aku dah ikut2an sakit kepala.........apalagi klu 
mengalaminya nanti....?
Usia ABG adalah usia2 rawan drugs dan pergaulan bebas.
Jadi.....kita harus mulai mencari ilmu dan jurus, bagaimana caranya supaya 
anak2 kita terhindar dari pergaulan yg sangat negatif itu. Dan tentu saja 
harus selalu berdo'a, semoga anak2 kita selalu dilindungi oleh Allah swt.
Ilmu dan jurus kita itu jangan sampai terkesan mengekang pergaulan mereka. 
Karena mendidik anak2 ABG harus seperti bermain layangan......klu angin 
sedang bagus....kita ulur benang nya, klu angin sedang kencang.....kita 
harus menari benang nya supaya layang2 tidak putus terbawa angin.


Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device
From: "Grace Y. Wulanda" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 24 Sep 2008 04:52:16 -0000
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Ask : Psikolog Anak; buat Bu Yusri
Bu Yusri,

terimakasih ya Bu, udah mo susah-susah nanyain info.

Mmm...berarti tidak harus ada masalah dalam perkembangan anak untuk
berhubungan dengan psikolog. Juga bisa untuk memecah kebuntuan kalo
berkomunikasi dengan anak ya Bu. Kebetulan persis sebelum ada
postingan Ibu soal psikolog anak, aku sempet berpikir untuk
berhubungan dengan psikolog, kalo2 dalam menghadapi perkembangan anak,
aku ada bingung dan gak taunya. Ternyata ada postingan Bu Yusri, plus
beberapa Mom yang lain sebelumnya tentang psikolog anak ini.

Entah kenapa, aku sekarang sudah membayangkan, dan merasakan ketakutan
, terutama saat anakku menginjak usia ABG keatas. Seingatku, masa2 itu
termasuk masa2 berat bagi anak dan orang tua. Anak udah bisa
membantah, kritis, dan orang tua diharapkan memberi perhatian lebih,
tapi tidak terkesan over protective. Mungkin betul kata Ibu ya, kalo2
anak udah 'males' curhat ke orang tuanya sendiri, dengan adanya
psikolog, anak tetep bisa cerita...ke orang yang 'bener'. Bukan ke
orang yang mungkin mungkin memang dia kenal, tapi orang tua tidak
tahu, apakah anak ini akan diarahkan ke 'jalan yang benar', atau malah
dijerumuskan ke hal-hal yang tidak diharapkan.

Terimakasih ya Bu, dan Moms yang lain. Maaf kalo jadi belibet, hehehe.
Kebetulan, entah kenapa, seperti kusebut diatas, ada masa2 hidup anak
yang aku membayangkannya aja udah 'parno', hehehe.

Salam,
Grace

--- In [email protected], "- Yusri -"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>

> 
> Nah.....setelah itu, kami rutin membawa anak2 kami utk "mengobrol"
dengan beliau minimal 6 bln sekali....saat setelah dibagikan raport
(biasanya....dalam raport anak2 ada uraian ttg perkembangan psikologis
nya).

_

Kirim email ke