Oh, ya...Mbak.... Saya selalu menjadi tempat curhat nya temen ku yg skrg sudah punya ABG. Wah.....wah....wah.....saya sampe terbengong2 dengan "gaya gaul" mereka. Padahal anak nya masih SMP kelas 2, tp sepertinya....mereka sudah jauh lebih dewasa dari usianya.... Denger ceritanya aja, aku dah ikut2an sakit kepala.........apalagi klu mengalaminya nanti....? Usia ABG adalah usia2 rawan drugs dan pergaulan bebas. Jadi.....kita harus mulai mencari ilmu dan jurus, bagaimana caranya supaya anak2 kita terhindar dari pergaulan yg sangat negatif itu. Dan tentu saja harus selalu berdo'a, semoga anak2 kita selalu dilindungi oleh Allah swt. Ilmu dan jurus kita itu jangan sampai terkesan mengekang pergaulan mereka. Karena mendidik anak2 ABG harus seperti bermain layangan......klu angin sedang bagus....kita ulur benang nya, klu angin sedang kencang.....kita harus menari benang nya supaya layang2 tidak putus terbawa angin.
Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry� wireless device -----Original Message----- From: "Grace Y. Wulanda" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 24 Sep 2008 04:52:16 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Ask : Psikolog Anak; buat Bu Yusri Bu Yusri, terimakasih ya Bu, udah mo susah-susah nanyain info. Mmm...berarti tidak harus ada masalah dalam perkembangan anak untuk berhubungan dengan psikolog. Juga bisa untuk memecah kebuntuan kalo berkomunikasi dengan anak ya Bu. Kebetulan persis sebelum ada postingan Ibu soal psikolog anak, aku sempet berpikir untuk berhubungan dengan psikolog, kalo2 dalam menghadapi perkembangan anak, aku ada bingung dan gak taunya. Ternyata ada postingan Bu Yusri, plus beberapa Mom yang lain sebelumnya tentang psikolog anak ini. Entah kenapa, aku sekarang sudah membayangkan, dan merasakan ketakutan , terutama saat anakku menginjak usia ABG keatas. Seingatku, masa2 itu termasuk masa2 berat bagi anak dan orang tua. Anak udah bisa membantah, kritis, dan orang tua diharapkan memberi perhatian lebih, tapi tidak terkesan over protective. Mungkin betul kata Ibu ya, kalo2 anak udah 'males' curhat ke orang tuanya sendiri, dengan adanya psikolog, anak tetep bisa cerita...ke orang yang 'bener'. Bukan ke orang yang mungkin mungkin memang dia kenal, tapi orang tua tidak tahu, apakah anak ini akan diarahkan ke 'jalan yang benar', atau malah dijerumuskan ke hal-hal yang tidak diharapkan. Terimakasih ya Bu, dan Moms yang lain. Maaf kalo jadi belibet, hehehe. Kebetulan, entah kenapa, seperti kusebut diatas, ada masa2 hidup anak yang aku membayangkannya aja udah 'parno', hehehe. Salam, Grace --- In [email protected], "- Yusri -" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Nah.....setelah itu, kami rutin membawa anak2 kami utk "mengobrol" dengan beliau minimal 6 bln sekali....saat setelah dibagikan raport (biasanya....dalam raport anak2 ada uraian ttg perkembangan psikologis nya).
