Sebenernya gak niat ikutan komen karena belum punya anak usia remaja, jadi ya 
cuma baca-baca aja sharing para bunda disini.
 
Lebaran kemarin kumpul sama anak-anak suami yang usianya antara 13 s.d 20 thn, 
gak sengaja saya nyeplos gini, "ayo para ABG masuk mobil, kita berangkat 
bareng" eh yang paling kecil [13th] bilang gini, "Ih bunda... kok manggil kami 
ABG sih, gak banget deh, kami kan bukan anak-anak", oops jadi inget postingnya 
Mbak Tenik, langsung saya ralat "Eh maaf maksud bunda, ayo para remaja segera 
berangkat biar gak kesiangan", dan lega mendengar jawaban si bungsu "Gitu dong 
bun..."
 
Oalah.... dalam hati saya membenarkan Mbak Tenik, panggilan ABG aja kok jadi 
masalah, kok diprotes, bukannya kelakukan mereka memang seperti anak yang baru 
gede, dibilang dewasa kok ya anak-anak, dibilang anak-anak sudah gak mau, ya 
sudah memang paling bener sebut aja dengan kata "remaja". Mungkin kata ini 
lebih membuat mereka tidak merasa diabaikan sebagai seorang anak, merasa lebih 
punya arti dan kontribusi buat keluarganya. Lagi-lagi bener kata Mbak Tenik, 
usia remaja adalah masa insecure, maka sebutan ABG menjadikan mereka takut 
suaranya tidak didengar oleh para dewasa.
 
Jadi orang tua sekarang memang harus lebih sensitif terhadap aspirasi anak-anak 
ya.... menjadi ortu masa kini bukan harus didengar tapi lebih banyak mendengar 
agar mereka mau mendengarkan kata-kata kita, para ortu.
 
Jadi ingat ketika usia remaja dulu, saya termasuk rebel tapi tidak negatif 
ya.... Setiap kata tidak yang meluncur dari mulut ortu saya, pasti saya bahas, 
buntutnya pertentangan pendapat, saya dinilai sebagai pembangkang, padahal 
maksud saya adalah saya gak ingin menelan mentah-mentah setiap kata ortu, harus 
didiskusikan, harus cari tengahnya biar win-win solution, tapi mungkin bagi 
ortu saya berdiskusi dengan remaja adalah tabu.
 
Alhamdulillah ketika jamannya adik saya remaja [beda usia 6 thn dgn saya], 
sikap ortu sudah lebih terbuka, mungkin mereka belajar dari sikap 'susah 
diatur' saya, hihihihi.... syukurlah.....
 
Anak kandung saya memang masih batita, tapi sepertinya saya juga perlu belajar 
tentang remaja bila ingin keluarga ini tetap harmonis, dan agar bisa lebih 
dekat lagi dengan anak-anak suami yang notabene beranjak dewasa.
 
--Och.... berat juga jadi ortu kalau dipikirin--
 
Salam maniez,
-bundanya Razka-



Widya D. Setyawati 
[EMAIL PROTECTED] 
[EMAIL PROTECTED] 
ph.: 021-31931935
http://oui-day.blogspot.com
 


      

Kirim email ke