Maaf ikutan nimbrung ya moms dan dokter yang baik, Saya rasa tayangan polemik puyer itu bagus, bukannya tidak memberikan solusi. Bahkan sudah dijelaskan secara gamblang di tayangan tersebut Solusinya berkaitan erat dgn penggunaan obat secara rasional (Rational Use of Medicine), dan penanganan penyakit common pada children (common cold, flu, demam, diarrhea, dst)
Bukankah penyakit langganan anak seperti itu kebanyakan penyebabnya adalah virus yang akan sembuh dengan sendirinya oleh kekebalan tubuh si anak?dengan diberikan obat2an apalagi antibiotik, bukannya malah membunuh kekebalan tubuh anak sehingga dilain waktu akan lebih rentan thd penyakit. Di milis sebelah dibahas secara panjang lebar sekali ttg polemik puyer ini. Dan ditekankan jika saja orangtua mau bersikap rasional, tidak panik, mengetahui tata laksana penanganan penyakit langganan anak, maka tidak akan meminta puyer kepada dokter. Biasanya orangtua pergi ke dokter dgn membawa harapan si anak akan diberi obat yg manjur, agar anak lekas sembuh. Kalo pas ketemu dokter yang "cuma" kasih diagnosa tanpa memberi obat, malah gak mau balik ke dokter itu lagi. Saya ngerti dilema dokter disini. Jadi saya rasa bukan masalah pemberian puyernya, lebih kepada: apakah perlu memberikan obat kepada anak2 kita tiap kali mereka sakit penyakit langganan anak2? Maaf hanya sekedar berpendapat agar seimbang. Nizma *mummynya Adam (3.8 thn), Isya (21 bln), dan calon dd bayi yang masih diperut 8 bln* YM: niu_niz http://cmbd.co.cc On 2/16/09, Nur Anisa <[email protected]> wrote: > nis ngerti perasaan para ibu2 pmilik dd2 kcl.tolong, jgn dulu kburu > panik ya. saya menilai brita rcti tdk relevan, dia bcra dr sisi org > awam. mana ada objektifitas diliat dari satu kasus dokter mj (brp juta > dokter di indonesia?), knp yg jd pmbcra apoteker, bkn dokter? murahan > ya, cm bs kritik. kasi solusi dong. kalo ngerasa lbh pinter dari dokter > yg udh bertahun2 sekolah-apalagi udh smp sp anak. kami punya sumpah > lho... > > nis menilai itu ga lbh buat narik iklan n rating semata. coba liat di > milis dokter_kita ya. kami sdg memperdebatkan dsana. buat nis syrup n > liquid lbh bahaya lho... > > dr.nur anisa alfi > >
