Dear Stella,

Posting resep boleh-boleh saja, toh resep masakan adalah termasuk bagian utama 
dari kuliner.

Cuma, Komunitas Bangomania berhubungan erat dengan kuliner Nusantara. Jadi 
resep masakan yang diposting ke milis hanya masakan tradisional saja, bukan 
masakan asing atau Barat (biasanya bahannya terbuat dari keju dll).

salam,

mod




  ----- Original Message ----- 
  From: Stella Utomo 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 27, 2009 8:38 PM
  Subject: Re: Review - Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan


    setuju.....
  sekalian tanya, kalo posting resep diterima ga disini? hehehe :D

  Salam,
  Stella

  Rumah Asap - Specialty Smoked Foods
  http://www.rumahasap.com



  2009/8/28 mediacare <[email protected]>

      
     

    Monggo

    Buat para pengusul seperti Mas Wisnu juga hendaknya rajin memposting review 
tempat makan enak. Tidak cuma nama warung/restonya saja, tapi juga lengkap 
dengan harga makanannya, suasananya, serta alamatnya.

    Ditunggu reviewnya...


    Terima kasih

    salam,

    radityo 




    Please add my Facebook: 
    Radityo Indonesia
    Mediacare Indonesia
      ----- Original Message ----- 
      From: [email protected] 
      To: [email protected] 
      Sent: Thursday, August 27, 2009 12:49 AM
      Subject: Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan


        
      Drpd ributin soal nama mending pd posting makanan enak diseantero 
indonesia. Milist ini jadinya isinya dagang, ama ributin nama doang. Biarlah 
mau rawon setan, nasi iblis, sambel mecotot matane... Hak2 dia org kok. Yg 
penting enaaaak. Yg risih ya jgn beli. Sy malah khawatir dgn isi milist kita yg 
akhirnya malah byk jualannya drpd laporan makanan enak. Sorry yah kl terlalu 
pedas. Hbs makan sambal pembakar sukma nih hehehehe. 

      Powered by Telkomsel BlackBerry®



--------------------------------------------------------------------------
      From: Lia Aristiawati 
      Date: Thu, 27 Aug 2009 13:23:51 +0700
      To: <[email protected]>
      Subject: Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan


        

      Setuju pak..
      Saya aja risih waktu di jalan liat ada spanduk dgn judul "steak iblis" 

      Sperti ga da nama yg lbh baik aja..

      padahal nama itukan  juga mengandung doa dan harapan bagi si pembuat 
nama..

      ini opini saya saja lho..

      ===================================




            BaksoBakwan Malang Cak Uban <[email protected]> 
            Sent by: [email protected] 
            08/27/2009 12:57 PM 

                  Please respond to
                  [email protected] 

           To [email protected]  
                  cc  
                  Subject Re: [bango-mania] Janda Royal dan Bajingan 

                  

           



        
      Dear Bango Mania, 
      Ya urun rembug saja, tendensinya pengusaha kuliner membuat terobosan 
dengan nama2 yg aneh utk menggugah rasa ingin tahu orang, karena penasaran jadi 
mampir, selama nama itu masih bersifat normal sih sah2 saja, tetapi kalau sudah 
terlalu vulgar kita jadinya miris melihatnya, walaupun yang membuat nama juga 
merasa bahwa itu haknya.
      Sebagai contoh kita tengok Rawon Setan, bayangkan seandainya anda sebagai 
seorang yang beragama, membuka warung Rawon Setan, meskipun itu hanya nama, 
bagaimana pandangan orang terhadap kata2 itu, bukankah agama apapun melarang 
kita berkolaborasi dengan setan????? Lha kok kita menjual product dengan nama 
Setan????
      Bagaimana menurut pendapat Bangoers yang lain?
      Jangan sampai muncul Rawon Gendruwo atau Rawon Memedi, Rawon Kuntilanak 
dstnya.
      Sekian.
      BSD

      2009/8/25 Abdur Rohman <[email protected]>
        


            Janda Royal dan Bajingan 

            Hmm…jangan kaget ah baca judulnya. Ini bukan judul sinetron 
ataupun novel. Tapi, itu nama dua jenis makanan di Jawa Tengah. Darimana pun 
asal kita, pasti ngiler kan kalau terkenang berbagai jenis makanan lezat dari 
kampung halaman. Bukan saja rasanya, namanya mungkin juga membangkitkan 
nostalgia tersendiri. Bagi yang telah merantau kemana-mana, barangkali kini 
telah tahu bahwa makanan yang namanya Anu di daerah asal kita belum tentu 
memiliki sebutan yang sama di daerah lain.

            Rondo (Janda) Royal adalah potongan tapai singkong yang tengahnya 
diberi gula merah lalu di celup ke cairan tepung dan digoreng. Karena tapai 
yang sudah manis itu masih dipermanis lagi dengan gula merah, makanya panganan 
ini disebut Rondo Royal. Sedangkan tapai singkong yang digoreng tepung saja 
tanpa gula merah di dalamnya di sebut Rondo Kemul (Janda Berselimut hi..hi..).

            Bajingan adalah sebutan untuk singkong yang dikukus lalu di 
masukkan ke cairan gula merah (juruh) yang sudah diberi kayu manis, jahe dan 
sedikit garam. Hmm..jadi inget, di daerah nenekku di Jawa Tengah juga, namanya 
malah menjurus ke porno yaitu p**i gupak (maaf sensor!)

            Masih banyak lagi makanan yang namanya aneh-aneh, misalnya Balung 
Kuwok (tulang tua), yaitu makanan dari singkong rebus yang diiris-iris tipis, 
dijemur lalu di goreng sebelum dimasukkan ke cairan gula pasir atau guma merah 
kental sekali sehingga menjadi kripik singkong manis.

            Ada juga Bapak Pucung, yaitu singkong parut si campur parutan 
kelapa setengah muda, diberi gula dan garam lalu diberi warna hijau dan 
sebagian lagi merah, kemudian dibungkus seperti lontong, lalu dikukus. Setelah 
matang, daun pembungkusnya dibuka dan isinya diiris-iris.

            Kalau adonan Bapak Pucung diisi dengan pisang sebelum dikukus, 
namanya berubah menjadi Kacamata. Karena kalau dua iris kue berisi pisang ini 
disandingkan, bentuknya menjadi mirip kacamata.

            Ada lagi kue yang bernama Kuping Lowo (telinga kelelawar). 
Bentuknya yang lancip di dua ujungnya mungkin dianggap seperti telinga 
kelelawar. Rasanya? hmm… mirip Telur Gabus yang diselaputi gula putih.

            Sekarang saya juga baru tahu bahwa makanan yang disebut Krasikan di 
Jawa Tengah, disebut Kue Ladu di Jawa Barat, padahal keduanya persis sama. 
Ketimus di Jawa Barat adalah Lemet di Jawa Tengah. Tapi yang namanya Timus di 
Jawa Tengah adalah Kue Ubi di Jawa Barat. Gedang di Jawa Barat adalah Pepaya. 
Padahal, di Jawa Tengah yang disebut gedang adalah Pisang!

            Masih ada lagi, Gambas di Jawa Barat adalah labu siam, sedangkan di 
Jawa Tengah gambas adalah oyong. Labu siam di Jawa Tengah disebut Waluh Jipang 
dan di Jawa Timur di sebut Manisa.

            Pernah dengar kue dari singkong yang diisi gula merah di Jawa Barat 
yang disebut Misro? Konon Misro singkatan dari amis di jero. Amis di Jawa Barat 
artinya manis, bukan anyir. Jadi artinya “manis di dalam†. Orang Jawa 
Tengah mengenal makanan yang serupa, tapi namanya adalah Cemplon (artinya 
perempuan kecil montok yang berwajah manis).

            Begitulah Indonesia, negara kita yang terdiri dari berbagai suku 
dan daerah sehingga menciptakan keberanekaragaman dalam banyak hal, termasuk 
makanan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang, lain daerah lain 
sebutannya. Btw, walau berbeda toh tetap satu kan ? satu bangsa, satu bahasa, 
satu tanah air, Indonesia. Dirgahayu Bangsaku, semoga makin berjaya!

            Sumber: http://anied.tehobenk.com
            Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com
           





      -------------------------------------------------------------------- 
      This message contains confidential information and is intended only for 
the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to 
receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy this 
email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this 
e-mail by mistake and delete this e-mail from your system





  

Kirim email ke