Kuring bingung maca warta dina PR dihandap ieu. Bingung maca alesan para ulama nu nolak Kapala Polisi Kota Cirebon pedah agamana Kristen. Nolak Kapala Pulisi nu teu becus digawe, sah-sah wae, tapi nolak ku alesan agamana? Poho kitu Indonesia teh nagara prural? Kumaha lamun urang (Muslim) ditolak jadi pejabat di daerah sejen ukur gara-gara ngagem agama Islam?
Hayu ah, urang intropeksi diri, kudu inget Tatar Sunda teh geus heurin ku usik. Loba oge baraya urang nu ngumbara di tempat sejen nu mayoritasna lain Islam, atawa digawe di Pausahaan nu dipimilik ku Non Muslim. Terus terang kuring sok ngarasa teu ngeunah lamun aya urang Sunda anu Islam heug didiskriminasi kulantaran Islam atawa etnikna! Ulama Tolak Kapolresta Baru http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/21/0303.htm CIREBON, (PR).- Jumat (20/10). Mereka menolak kepemimpinan Polresta Cirebon yang baru. Massa terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon, Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) se-wilayah Cirebon, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), perwakilan pondok pesantren se- Kota/Kab. Cirebon. Massa mulai berkumpul di depan Masjid Raya Attakwa Cirebon sekira pukul 8.00 WIB. Setelah itu, mereka langsung berjalan kaki menuju gedung DPRD Kota Cirebon. Mereka kemudian diterima Ketua DPRD setempat, H. Sunaryo, H.W. serta anggota dewa lain. Di antara pengunjuk rasa terlihat Ketua MUI Kota Cirebon K.H. Syarif Muhammad Yahya bin Syech., Ketua FUI Prof. Dr. Salim Bajri, Pengasuh Pondok Pesantren Nurrusidik K.H. Ade Gumelar, M.B.A. Di hadapan ketua dan anggota dewan setempat, juru bicara massa, H. Dede Muharam, Lc., membacakan surat pernyataan. Surat pernyataan ditujukan kepada Kapolri, dan ditembuskan kepada Kapolda Jabar, Kapolwil Cirebon, dan pimpinan eksekutif serta legislatif Kota Cirebon. Pada prinsipnya mereka menolak kepemimpinan Polresta Cirebon baru karena latar belakang agama. Menurut Dede, Kota Cirebon yang 92 persen warganya beragama Islam dan memiliki ratusan lembaga Islam, selama ini telah berada dalam situasi kondusif dan harmonis. Selain itu, warga Cirebon juga dapat bekerja sama dengan pimpinan Polresta yang selama ini ada. Ketua DPRD Kota Cirebon Sunaryo mengatakan, akan menampung aspirasi para ulama dan tokoh Islam tersebut. Pihaknya berjanji akan menindaklanjutinya dan menghubungi Kapolwil Cirebon. Seperti diketahui, sejak Rabu (18/10) jabatan Polresta Cirebon diserahterimakan dari AKBP Rochiyanto kepada AKBP Edison Sitorus. Mantan Kapolresta Bandung Timur itu menggantikan Kapolresta lama, AKBP Rochiyanto, yang ditugaskan ke Mabes Polri. Terkait dengan aksi penolakan yang dilakukan tokoh ulama dan umat Islam, Kapolresta AKBP Edison Sitorus menuturkan, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai amanat pimpinan Polri. Dia memohon kepada ulama untuk memberikan kesempatan menjalin silaturahmi, dan membangun kamtibmas untuk kepentingan Kota Cirebon.(A-92)*** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
