Diskriminasi

Dalam penggunaan sehari-hari, kata diskriminasi biasa ditafsirkan
mengandung pengertian negatif. Memang dari semua makna diskriminasi
yang tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tak ada satu pun
yang positif atau netral.

Menurut KBBI, diskriminasi berarti pembedaan perlakuan warga negara
berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan
sebagainya. Diskriminasi kelamin adalah pembedaan sikap dan perlakuan
terhadap sesama manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin.
Diskriminasi rasial: pembedaan sikap dan perlakuan terhadap kelompok
masyarakat tertentu berdasarkan warna kulit. Mendiskriminasi berarti
melakukan atau membuat diskriminasi, misalnya: di negara kita masih
banyak pola tingkah laku sosial yang mendiskriminasi perempuan.

Jika pemahaman kita tentang diskriminasi terpatok pada arti kata itu
seperti yang terdapat dalam KBBI, kita pasti akan terperangah
mendengar seorang pakar pendidikan yang mengajak melatih anak-anak
mengembangkan diskriminasi.

Dengarlah ucapan Dr Art-Ong-Jumsai, Direktur Institute of Sathya Sai
Education of Thailand, ketika berceramah di Jakarta, 25 Juli 2006.
Sepupu Raja Thailand dan penemu mesin pendarat Viking 1, 2, dan 3 di
Planet Mars yang kini menjadi guru dan pemimpin sekolah dasar di
sebuah desa di Thailand itu dalam makalahnya, "Model Pembelajaran
Nilai- nilai Kemanusiaan Terpadu", antara lain berkata bahwa di
sekolahnya di Thailand setiap anak dilatih menanyakan dua hal jika ada
sesuatu yang muncul di pikiran mereka.

Pertanyaan pertama adalah apakah buah pikiran itu baik untuk dirinya.
Jika itu baik untuk dirinya, pertanyaan kedua ialah apakah itu baik
untuk semua orang. Jika buah pikiran tersebut lulus untuk kedua
pertanyaan itu, yaitu baik untuk dirinya dan baik untuk semua orang,
maka dia bisa melakukannya. Sebaliknya, jika tidak, pikiran itu harus
dibuang. Jangan melakukannya. Itulah yang disebut diskriminasi.

Setiap anak harus diajari diskriminasi ini sejak dini, begitu kata Dr
Art-Ong-Jumsai, yang yakin bahwa tujuan pendidikan adalah menghasilkan
anak-anak yang baik di atas segala-galanya. Dengan mengikuti "model
pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan terpadu, kata Art-Ong-Jumsai,
semua lulusan sekolahnya 100 persen masuk perguruan tinggi terbaik di
Thailand.

Apakah kata diskriminasi ini digunakan oleh Art-Ong-Jumsai secara salah?

Saya kira, tidak. Oleh Eko Endarmoko dalam Tesaurus Bahasa Indonesia
yang baru terbit, diskriminasi sepadan dengan pembedaan, pemisahan,
segregasi. Menurut The New Oxford Dictionary of English (1998), arti
discrimination adalah (1) perlakuan tak adil dan berprasangka dalam
kategori- kategori berbeda terhadap orang atau hal, terutama atas
dasar ras, umur, dan seks. Contohnya, para korban diskriminasi rasial.
Arti lain ialah (2) pengakuan dan pemahaman atas perbedaan suatu hal
dari hal yang lain, misalnya diskriminasi antara benar dan salah:
kemampuan membedakan apa yang berkualitas bagus, penilaian baik, dan
selera tinggi.

Dalam psikologi, diskriminasi berarti kemampuan membedakan berbagai
rangsangan. Akar kata discrimination, menurut Webster's Third
International Dictionary, adalah discriminare (Latin) yang berarti
'membedakan'.

Kiranya KBBI dalam edisi keempat mendatang perlu memperluas pengertian
diskriminasi.

Alfons Taryadi Pengamat Bahasa Indonesia

Kirim email ke