Nepi ka ayeuna manjang papaseaan teh!... Ieu ge salah sahiji contona!
:(( RH
Bom guncang Baghdad, 150 tewas
Bangkai mobil di Sadr City
Ledakan berlangsung dalam selang 15 menit.
Serangkaian ledakan bom mobil dan mortir di kawasan Syiah Sadr City,
ibu kota Irak menyebabkan lebih dari 150 orang tewas dan lebih dari
200 orang cedera.
Ini adalah rangkaian serangan paling merusak di Baghdad dalam satu
hari sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2003.
Sedikitnya tiga bom meledak di kawasan padat Sadr City yang sering
menjadi sasaran kelompok perlawanan Sunni.
Serangan mortir dilaporkan berlangsung di kawasan Sunni, sementara
pihak berwenang menetapkan Baghdad untuk larangan keluar rumah.
Bandar Baghdad juga ditutup untuk pesawat-pesawat komersial sampai
pemberitahuan lebih lanjut.
Panik
Ledakan-ledakan itu menimbulkan kepanikan di jalan-jalan Sadr City,
kawasan padat penduduk yang banyak dihuni Syiah sementara warga
mencari sanak keluarga dan sahabat mereka.
Wartawan BBC Andy Gallacher menyebutkan, bom meledak selang 15 menit
di lapangan yang sibuk, di pasar makanan dan sebuah jalan dimana
penduduk menunggu bus sehingga korban jumlahnya tinggi.
Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, sebuah bom meledak di pasar
makanan Jamila dimana sejumlah saksi mata mengatakan, jenazah yang
terbakar dan serpihan tubuh manusia bertebaran di tanah.
Pasar sayuran dijejali para pembeli menjelang liburan Jumat.
Ledakan pertama disusul sedikitnya dua ledakan lainnya juga diyakini
bom mobil bunuh diri terjadi selang 15 menit.
Beberapa tembakan mortir juga menghantam Sadr City, kata polisi.
Peta Sadr City
"Saya berada di luar untuk belanja. Ketika bom meledak, setiap orang
berlarian dan menjerit-jerit," ujar fotografer Kareem al-Rubaie kepada
kantor berita Reuters.
"Saya melihat sebuah mobil dari pesta pernikahan ditutupi pita dan
bunga. Mobil itu terbakar. Darah terumpah di jalan-jalan dan anak-anak
meninggal di jalan," katanya.
Menuduh Sunni
Tingginya korban menyebabkan tekanan terhadap transportasi dan rumah
sakit.
Mereka yang terluka memenuhi rumah sakit di Sadr City dimana puluhan
orang tergeletak berdarah di koridor rumah sakit.
Warga yang marah dan milisi Syiah bersenjata keluar ke jalan-jalan,
menyumpahi warga Muslim Sunni, demikian laporan kantor berita
Associated Press.
Menteri Kesehatan Irak Ali al-Shammari menuduh Sunni dan kelompok yang
setia kepada Partai Baath berada di belakang serangan itu.
"Mereka dibunuh dengan tangan dingin oleh kelompok ekstrem Sunni dan
sisa-sisa Partai Baath yang jahat," katanya kepada BBC.