Yth Bapak2 dan Ibu2 di milis eGov-Indonesia,
Beberapa hari yang lalu Saya dalam sebuah perdebatan dengan salah satu
Prinsipal Software, di Singapore. Perihal Sales Pricing-Scheme (Skema Penetapan
harga Jual).
Setelah sekian lama, Saya akhirnya mendebat, karena rasanya sudah keterlaluan
bagi beberapa Vendor ternama menetapkan referensi Harga Pricelist yang terlalu
tinggi dari Principal untuk pasar di Indonesia.
Alasan mereka, kurang lebih dalam bahasa Indonesia-nya;
"Kita harus buat harga jauh lebih tinggi, karena Partner kita di Indonesia
harus membagi ke-kanan-dan-kiri kalau berbisnis di Indonesia. Nanti kita
mainkan di Discount-nya, saja".
Duuhhh....!!!
Saya jadi teringat ketika Saya masih di Indonesia, beberapa produk Network
Infrastructure, Software dan Services di Indonesia menggunakan harga Price List
"yang begitu" itu sebagai HPS kepada instansi-instansi Pemerintah dan Swasta.
Termasuk kepada beberapa Auditor Pemerintah dan Swasta.
Demikian kejam-nya mereka memandang "Cara Berbisnis di Indonesia".
( Walaupun memang masih begitu adanya, sampai sekarang.... :( :p )
Nah.., Saya coba kembali mengingat peran GSA ( www.gsa.gov ) di Amerika.
Mungkin kita bisa menyerap 'sedikit' atau 'banyak' mengenai konsep GSA di
Amerika Serikat. Jangan seluruhnya...!!!
Sehubungan dengan narasi saya di atas, mungkin kah kita membuat Price List
semua Vendor yang berpartisipasi dalam Proyek Pemerintahan secara Tri-Wulan-an
??
Supaya kita, sebagai Masyarakat/Rakyat (sedikit-tidak-nya) bisa mengontrol
Downstream-dan-Upstream dari proses Pengadaan.
Dan juga, tentu informasi itu berguna bagi setiap Panitia proses pengadaan dan
bahkan para Auditor di Negara Kita.
Jangan lagi menggunakan Standard harga dari salah satu Website Belanja Online,
seperti Bhin***.com atau yang lainnya.
Harus inisiatif Pemerintah, bukan Informasi online dari Swasta atau Konsultan
yang di-tunjuk.
Demikian sedikit dari Saya. Semoga Bangsa ini punya Martabat dan Harga Diri
yang lebih tinggi dengan 'berbuat' sesuai hati nurani yang paling bersih...
Terima kasih.
Salam,
Sulzer Jusman