Yth. Bung Bambang,
Pada dasarnya yang dibutuhkan dalam persaingan bebas dan transparansi 
adalah produk yang bersing dalam kualitas,
Semangat dari transparansi dan persingan bebas tersebut ternyata jauh 
berbeda dengan pelaksanaannya, yang terjadi dalam praktek ternyata 
aturan yang ada justru malah mendorong terjadinya /_*proses saling 
membunuh dan menghancurkan kemampuan pengusaha lokal.*_/ dan akhirnya 
kita tidak mampu bersaing dengan produk asing, yang selain mendapat 
discount khusus dari induk perusahaan, keringanan pembayaran secara back 
to back sehingga mereka tidak ada beban cost of fund untuk membeli 
barang dimuka, yang semua fasilitas tersebut tidak mungkin didapat oleh 
pengusaha lokal.
Yang lebih gila lagi karena dianggap pengusaha IT pasti untung besar, 
banyak oknum yang sepanjang jalan proses penyerahan hingga pembayaran 
semuanya jadi tukang peras minta upeti bila supliernya pengusaha lokal, 
sesuatu yang tidak terjadi bila supliernya asing, mereka bersikap tertib 
dan bersih.
Yang lebih menarik lagi sempat menjadi sajarah pelengkap kegilaan proses 
tender di negeri tercinta ini, karena ada tender penawaran jasa yang 
untuk menang ada peserta yang berjibaku dengan menjual jasanya dalam 
nilai minus (artinya bila dia menang tender akan bayar kepada pemberi 
pekerjaan ) --  suatu semangat saling mematikan potensi dalam negeri 
akibat kesalahan implementasi peraturan yang ada......

Untuk mengurangi dampak persaingan bebas untuk mematikan potensi 
nasional itu, diperlukan adanya badan independen yang mampu menerbitkan 
daftar harga normal dunia dan nasional, untuk mendukung proses tender, 
dimana bagi mereka yang menjual harga dibawah atau diatas harga normal 
perlu diteliti kelayakannya. Untuk harga barang import pakai standar 
pasar global dengan ditambah referensi nilai handling cost pajak barang 
import dll untuk diterima ditempat, sementara harga yang mampu di supply 
oleh pengusaha lokal harus pakai standar lokal, seperti jasa konsutasi, 
programming, audit, implementasi dll..
Hal lain yang perlu diperbaiki adalah penyetaraan bobot pengalaman 
perusahaan berdasar karyawan tetap yang disertakan dalam proyek, hal ini 
perlu dilakukan untuk mengatasi ulah konsultan lokal dan asing yang 
umumnya hanya calo tenaga kerja saja, yang harus diatasi dengan kesamaan 
standar syarat profesi antara penjedia jasa lokal dan asing.,
Bila kondisi tersebut dapat dijalankan, maka dapat dibayangkan hasilnya 
pengusaha asing cukup menjadi suplier barang import dengan harga tidak 
boleh lebih dari harga global, sementara barang yang bisa dibuat oleh 
pengusaha lokal dapat menjadi sarana pengembangan ekonomi dalam negeri 
meski pakai standar harga layak lokal (bukan hasil tender termurah).
Bila perlu kita bentuk badan independent pemantau tender, untuk 
mempublikasi pemenang tender mana saja yang menang dengan harga tidak 
layak baik dibawah harga layak maupun diatas harga layak, karena tidak 
mungkin pengusaha sanggup mensuply dengan baik bila menang tender dengan 
harga rugi.
Semoga bermanfaat.
Wass.
Hari S.noegroho.,
 
Ibenk wrote:
>  
>
> Saya siapkan, Pak. Masih diperlukan banyak diskusi. Ayo pada komentar. 
> Thanks
>
>  
>
> Sukses selalu,
>
> Ibenk
>
>  
>
> *From:* [email protected] 
> [mailto:[email protected]] *On Behalf Of *rudymharahap
> *Sent:* 14 September 2009 16:48
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [eGovIndonesia] Re: Publikasi Pricelist Vendor di Website 
> Pemerintah atau PEMDA
>
>  
>
>  
>
> bagus idenya. maksud pak ibenk juga begitu.
> hayooo pak ibenk, kita mulai kerjakan.
>
> --- In [email protected] 
> <mailto:egov-indonesia%40yahoogroups.com>, Chandra Yulistia 
> <chand...@...> wrote:
> >
> > Karena saya merasa belum bersih hati nurani-nya saya mau komplain ah :)
> >
> > Apa sih ya untungnya published price list ? Buat customer apa ? Buat
> > vendor apa ? Jika satu customer dapat harga muraaaah banget karena 
> sudah
> > langganan apakah customer yg baru pertama kali beli juga mau harga yg
> > muraaaah banget itu ? Kalau kita yg jadi vendor mau ngga ?
> >
> > Kalau mau dipublish mungkin sebaiknya di-break down ya :
> >
> > Harga Barang = A(Rp = USD x kurs) (FOB Shipping Point)
> > Biaya Kirim = B (Rp/km) (FOB Destination)
> > Biaya Instalasi Fisik = C (Rp/OH) (Default-Configuration Project)
> > Biaya Setting Parameter = D (Rp/OH) (Turn-key Project)
> > Laba = E % (10-20%)
> > Pajak Pertambahan Nilai = F = 10% x A+B+C+D+E
> >
> > Pusing ngga sih kalau Principle/Distributor yg hrs punya data itu ?
> >
> > Usulan saya aja nih, daripada capek ngatur vendor yg beda-beda negara
> > dan aturan hukum serta pricing schema-nya, gimana kalau semua instansi
> > pemerintah diwajibkan saja untuk mempublikasikan Daftar Kontrak dan
> > Rinciannya (termasuk isi kontraknya), supaya bisa dijadikan referensi
> > oleh instansi lain ... ngga ada larangan untuk hal ini khan ya ?
> >
> > Salam,
> >
> > Chandra Yulistia, CISA CISM*
> > ----------------------------
> > M (62) 812 945 2128
> > E chand...@...
> > ----------------------------
> >
> > Sulzer wrote:
> > > Kembali ke bagian akhir email Saya;
> > >
> > > "Semoga Bangsa ini punya Martabat dan Harga Diri yang lebih tinggi
> > > dengan 'berbuat' sesuai hati nurani yang paling bersih..."
> > >
> > > Kalau komplain, berarti Hati Nurani-nya belum bersih tu, Mas Ibenk...
> > > :D
> > >
> > > Salam, Sulzer Jusman
> > >
> > > ________________________________ From: Ibenk <iben...@...> To:
> > > [email protected] 
> <mailto:egov-indonesia%40yahoogroups.com> Sent: Monday, September 14, 2009
> > > 12:47:38 AM Subject: RE: [eGovIndonesia] Re: Publikasi Pricelist
> > > Vendor di Website Pemerintah atau PEMDA
> > >
> > > Ide menarik, Pak. Kalau Pemerintah yang memasang website yang berisi
> > > update harga rata-rata publik, kira-kira banyak nggak swasta
> > > Indonesia yang akan komplain :D Kami sih siap-siap saja
> > > memfasilitasi, meskipun untuk menentukan harga standar diperlukan
> > > effort yang lumayan dari sisi Pemerintah. Tetapi itu sestap sepadan
> > > dengan efisiensi yang dapat dinikmati bangsa ini. Masih menunggu
> > > pendapat dari pihak yang tidak sependapat. Thanks
> > >
> > > Sukses selalu, Ibenk
> >
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 8.5.409 / Virus Database: 270.13.94/2367 - Release Date: 
> 09/13/09 05:50:00
>
> 
> ------------------------------------------------------------------------
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com 
> Version: 8.5.409 / Virus Database: 270.13.95/2368 - Release Date: 09/13/09 
> 17:50:00
>
>   

Kirim email ke