Ide menarik, Pak. Kalau Pemerintah yang memasang website yang berisi update
harga rata-rata publik, kira-kira banyak nggak swasta Indonesia yang akan
komplain :D Kami sih siap-siap saja memfasilitasi, meskipun untuk menentukan
harga standar diperlukan effort yang lumayan dari sisi Pemerintah. Tetapi
itu sestap sepadan dengan efisiensi yang dapat dinikmati bangsa ini.  Masih
menunggu pendapat dari pihak yang tidak sependapat. Thanks

 

Sukses selalu,

Ibenk

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of rudymharahap
Sent: 11 September 2009 14:14
To: [email protected]
Subject: [eGovIndonesia] Re: Publikasi Pricelist Vendor di Website
Pemerintah atau PEMDA

 

  

Betul ini, Pak Sulzer.
Karena itu, kalau saya bikin HPS mengambil price list dari vendor, biasanya
untuk hardware saya potong 30 - 35 % dari price list. Logikanya kan untuk
hardware biasanya diskon ke distributor itu adalah 40 - 50%. Kemudian, kalau
sampai ke vendor/supplier, biasanya 35 - 40%. Artinya, margin
vendor/supplier itu sekitar 5 - 10 % yang diberikan oleh distributornya.
Supaya tidak terlalu tinggi dan harganya rasional 35 - 40% dari price list
adalah wajar. 

Pengalaman ini juga untuk mengantisipasi kalau ternyata ada bidder yang
berani banting harga. Kalau itu hitung HPS 100% dari price list, kebetulan
ada vendor/supplier yang berani nawar 60% dari price list, maka budget malah
tidak terpakai dan terkesan HPS-nya salah hitung. 

Nach, untuk software, ini yang cukup aneh. Ternyata untuk HPS saya pernah
menggunakan 30% dari price list. Artinya, diskonnya software itu memang
ampun-ampunan. Jadi, sadarlah segera para prinsipal... Berilah harga yang
wajar dan rasional untuk negara miskin seperti Indonesia ini. Jangan bermain
markup lagi atau mengiming-imingi komisi ke para aparat di Indonesia. Era
itu sudah berlalu. 


--- In [email protected]
<mailto:egov-indonesia%40yahoogroups.com> , Sulzer <sulz...@...> wrote:
>
> Yth Bapak2 dan Ibu2 di milis eGov-Indonesia,
> 
> 
> Beberapa hari yang lalu Saya dalam sebuah perdebatan dengan salah satu
Prinsipal Software, di Singapore. Perihal Sales Pricing-Scheme (Skema
Penetapan harga Jual).
> 
> Setelah sekian lama, Saya akhirnya mendebat, karena rasanya sudah
keterlaluan bagi beberapa Vendor ternama menetapkan referensi Harga
Pricelist yang terlalu tinggi dari Principal untuk pasar di Indonesia.
> Alasan mereka, kurang lebih dalam bahasa Indonesia-nya; 
> "Kita harus buat harga jauh lebih tinggi, karena Partner kita di Indonesia
harus membagi ke-kanan-dan-kiri kalau berbisnis di Indonesia. Nanti kita
mainkan di Discount-nya, saja". 
> 
> Duuhhh....!!!
> 
> Saya jadi teringat ketika Saya masih di Indonesia, beberapa produk Network
Infrastructure, Software dan Services di Indonesia menggunakan harga Price
List "yang begitu" itu sebagai HPS kepada instansi-instansi Pemerintah dan
Swasta. Termasuk kepada beberapa Auditor Pemerintah dan Swasta.
> 
> 
> Demikian kejam-nya mereka memandang "Cara Berbisnis di Indonesia". 
> ( Walaupun memang masih begitu adanya, sampai sekarang.... :( :p  )
> 
> Nah.., Saya coba kembali mengingat peran GSA ( www.gsa.gov ) di Amerika.
> Mungkin kita bisa menyerap 'sedikit' atau 'banyak' mengenai konsep GSA di
Amerika Serikat. Jangan seluruhnya...!!!
> 
> Sehubungan dengan narasi saya di atas, mungkin kah kita membuat Price List
semua Vendor yang berpartisipasi dalam Proyek Pemerintahan secara
Tri-Wulan-an ??
> Supaya kita, sebagai Masyarakat/Rakyat (sedikit-tidak-nya) bisa mengontrol
Downstream-dan-Upstream dari proses Pengadaan.
> 
> Dan juga, tentu informasi itu berguna bagi setiap Panitia proses pengadaan
dan bahkan para Auditor di Negara Kita.
> 
> Jangan lagi menggunakan Standard harga dari salah satu Website Belanja
Online, seperti Bhin***.com atau yang lainnya.
> 
> Harus inisiatif Pemerintah, bukan Informasi online dari Swasta atau
Konsultan yang di-tunjuk.
> 
> Demikian sedikit dari Saya. Semoga Bangsa ini punya Martabat dan Harga
Diri yang lebih tinggi dengan 'berbuat' sesuai hati nurani yang paling
bersih...
> 
> Terima kasih.
> 
> Salam,
> Sulzer Jusman
>



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.409 / Virus Database: 270.13.94/2367 - Release Date: 09/13/09
05:50:00

<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke