Yth Pak HM, Beberapa minggu yang lalu Saya terlibat pembicaraan soal Ikan dengan seorang ibu tua di Singapore. Dengan Rasa simpati, beliau bilang; "Kalian orang Indonesia itu tidak fair dengan diri sendiri. Mengapa ikan yang bagus-bagus di-export ke sini (Singapore), sementara yang kurang bagus dijual di Indonesia". "We eat good quality fish, you know....", dia menambahkan.
Saya jadi teringat juga, salah satu Rekan kita di milist eGov ini pernah menulis, bagaimana Ibu-nya menjual Jagung-jagung yang bagus ke pasar, sementara untuk anak-nya sendiri diberikan Jagung-jagung busuk. Itu lah pilihan, Pak HM.... Setiap pilihan ada Resiko-nya.... Tidak membuat pilihan-pun ada resiko-nya, khan...??? Jadi Pak HM, tergantung dari PEMDA-nya sendiri. Mana yang menurut mereka lebih penting. Mana yang menurut mereka harus didahulukan.... Masa Uang kita kurang...?? Sudah beberapa Tahun ini Serapan Anggaran Negara kita sangat... sangat... sangat... kurang..., bukan?? Kalau memang penting..., pasti disetujui.... Di beberapa daerah, justru yang Saya lihat seperti "OKD" itu ya.., orang-orang PEMDA... :) Benar, ngga..??? Lihat aja di Jawa Tengah, hampir semua Lembaga Pembiayaan yang beroperasi di level Kecamatan dan Desa, MENDAHULUKAN yang punya SK Pegawai Negeri untuk diberi pinjaman pembelian motor, alat-alat rumah tangga, dan lain-lain... Artinya apa...?? OKD itu ya..., Pegawai Negeri..... :D Semoga Saya salah menafsirkan realita.... Salam, Sulzer Jusman ________________________________ From: HM <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected]; [email protected] Sent: Tue, December 15, 2009 10:31:12 AM Subject: Peran Dekominfo untuk merangsang PPP (Public-Private Partnership) of e-Government Project RE: [eGovIndonesia] Studi Tour implementasi egov Pak Ibenk & Pak Sulze Yth. Mohon ijin untuk memberikan usul agar Depkominfo juga mendorong terciptanya "interaksi yang kondusif" antara "Pemda" & "OKD = Orang Kaya Daerah" .. dimana kita semua mengerti bahwa untuk banyak pemkab/pemkot di seluruh penjuru NKRI mengalami "kesulitan finansial signifikan" untuk membiayai pengembangan e-Gov di masing2 kab/kot nya (bagi pemprov kendala finansial ini lebih tidak signifikan) .. Komunitas OKD di kab/kota seluruh NKRI saat ini sebenarnya merupakan "sumberdaya utama potensial" yang masih belum optimal "kontribusi lahir & batinnya" bagi pengembangan e-Gov di kab/kot .. nah dengan mendorong "interaksi yang kondusif" tadi di atas .. maka Komunitas OKD di setiap kab/kot akan bisa terpacu untuk melakukan "everybody happy commercial based public-private partnership e-government project development" dimana untuk jangka menengah (5 tahun) dan jangka panjang (25 tahun) .. Hingga saat ini PPP belum dioptimalkan potensinya sebagai mekanisme dari-oleh-untuk masyarakat kab/kot di seluruh NKRI .. yang selain akan mendorong percepatan e-Gov pemkab/pemkot yang swadana-swadaya- swakarya .. juga akan memelihara kesinambungan keharmonisan antara cluster2 di dalam masyarakat berdasarkan "sumberdana" :D Demi keharmonisan dan keselarasan antara Pemprov/Pemkab/ Pemkot jago2 visi, jago2 realisasi & jago2 visi+realisasi .. Salam E-NKRI! HM Disclaimer : This e-mail and any attachments may contain confidential and privileged information. If you are not the intended recipient, please notify the sender immediately by return e-mail, delete this e-mail and destroy any copies. Any dissemination or use of this information by a person other than the intended recipient is unauthorized and may be illegal. --- On Tue, 12/15/09, Ibenk <iben...@gmail. com>wrote: >From: Ibenk <iben...@gmail. com> >Subject: RE: [eGovIndonesia] Studi Tour implementasi egov >To: egov-indonesia@ yahoogroups. com >Date: Tuesday, December 15, 2009, 9:16 AM > > > >Usul yang sangat menarik dan konstruktif, Pak. Insya Allah teman2 di >Depkominfo akan merespon dengan baik. Thanks > >Sukses selalu, >Ibenk > >From:egov-indonesia@ yahoogroups. com [mailto:egov- indonesia@ yahoogroups. >com] On Behalf Of Sulzer >Sent:15 Desember 2009 6:21 >To:egov-indonesia@ yahoogroups. com >Subject:Re: [eGovIndonesia] Studi Tour implementasi egov > > >Saya entah kenapa masih suka nimbrung di milis eGov ini, yaa... :) >Mungkin terlalu Sayang sama Negara ini.... > >Pak Aba Fan, >Kalau SOP rasanya kita terlalu menodong. Sebaiknya tidak terlalu optimis >Depkominfo mampu menyediakan. >Menurut Saya, yang paling bagus dan konstruktif adalah, Depkominfo memberikan >kisi-kisi-nya saja dan curahkan usaha dan perhatian untuk mendorong kekuatan >kompetensi-kompeten si eGov yang BARU untuk lahir di setiap PEMDA. > >Depkominfo harus lebih giat menjadi FASILITATOR. >Depkominfo harus lebih banyak menyediakan data-data analysis >Kekuatan/Kelemahan inisiatif eGov per-PEMDA, bukan per-aplikasi. >Depkominfo harus mampu meng-identifikasi, meng-interpolasikan dalam >diagram "VISI vs REALISASI" dari setiap PEMDA, lalu informasi itu di-sharing >keseluruh PEMDA. Dari situ kita bisa tahu dan lihat, PEMDA mana yang JAGO VISI >saja, dan PEMDA mana yang selalu tumbuh di garis "Gradien VISI dan REALISASI" >yang "selalu" seimbang. > >Lebih konstruktif, khan....?? > >Semoga tidak meng-guru-i. Saya cuma usul... :) > >Salam, >Sulzer Jusman
