Nah ketemu...itu barangkali yang ingin saya sampaikan. Artinya paling tidak 
kisi2 tsb akan menjadi acuan awal kreativitas masing2 PEMDA. Hal ini bisa 
menjadi solusi tradisi studi banding yang selama ini terkesan tidak maksimal 
alias buang2 duit, walaupun tidak semuanya begitu.

Kisi2 dimaksud senantiasa terpublikasi di www.depkominfo.go.id dan bila PEMDA 
butuh konsultasi, bisa menggunakan milis ini, web depkominfo maupun langsung ke 
website daerah2 yg sudah maju egov-nya.

Dan barangkali juga sangat diperlukan adanya pemberitahuan secara tertulis 
kepada seluruh PEMDA oleh depkominfo sehingga ada keseragaman "semangat" 
membangun egov di berbagai daerah.

Salam

Aba Fan

--- Pada Sel, 15/12/09, Ibenk <[email protected]> menulis:

Dari: Ibenk <[email protected]>
Judul: RE: [eGovIndonesia] Studi Tour implementasi egov
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 15 Desember, 2009, 9:16 AM







 



  


    
      
      
      







Usul yang sangat menarik dan konstruktif, Pak. Insya Allah teman2
di Depkominfo akan merespon dengan baik. Thanks 

   

Sukses selalu, 

Ibenk 

   





From: egov-indonesia@ yahoogroups. com
[mailto:egov- indonesia@ yahoogroups. com] On Behalf Of Sulzer

Sent: 15 Desember 2009 6:21

To: egov-indonesia@ yahoogroups. com

Subject: Re: [eGovIndonesia] Studi Tour implementasi egov 





   

   











Saya
entah kenapa masih suka nimbrung di milis eGov ini, yaa... :) 





Mungkin
terlalu Sayang sama Negara ini.... 





  







Pak
Aba Fan, 







Kalau
SOP rasanya kita terlalu menodong. Sebaiknya tidak terlalu optimis
Depkominfo mampu menyediakan.  





Menurut
Saya, yang paling bagus dan konstruktif adalah, Depkominfo memberikan
kisi-kisi-nya saja dan curahkan usaha dan perhatian untuk mendorong
kekuatan kompetensi-kompeten si eGov yang BARU untuk lahir di setiap
PEMDA. 





  





Depkominfo
harus lebih giat menjadi FASILITATOR. 





Depkominfo
harus lebih banyak menyediakan data-data analysis Kekuatan/Kelemahan inisiatif
eGov per-PEMDA, bukan per-aplikasi. 





Depkominfo
harus mampu meng-identifikasi, meng-interpolasikan dalam diagram "VISI
vs REALISASI" dari setiap PEMDA, lalu informasi itu di-sharing keseluruh
PEMDA. Dari situ kita bisa tahu dan lihat, PEMDA mana yang JAGO VISI saja,
dan PEMDA mana yang selalu tumbuh di garis "Gradien VISI dan
REALISASI" yang "selalu" seimbang.  





  





Lebih
konstruktif, khan....?? 





  





Semoga
tidak meng-guru-i. Saya cuma usul... :) 





  





Salam, 





Sulzer
Jusman 





  





  


















    
     

    
    


 



  






      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke