Pak Haminullah dan rekan-rekan Yth

Sungguh suatu angka yang sangat menakjubkan Pak ! Pendapatan naik dari 
1,8 miliar menjadi 14 miliar ... 700% loh Pak ...

Sejauh yang saya tahu, ada survey di tahun 2004 yg menunjukkan bhw 
solusi TI dpt meningkatkan pendapatan sekitar dan/atau menurunkan biaya 
rata-rata sekitar 10% saja ...

Mungkin Bapak bisa elaborasi lebih mendalam spt apa hubungannya TI dgn 
peningkatan pendapatan 700% tersebut Pak ... saya sangat "tertarik" Pak.

Salam,

Chandra Yulistia, CISA
-------------------------
M (62) 812 945 2128
E [email protected]
-------------------------

On 19/08/2010 5:46, haminullah wrote:
>
>
> Pak Amik Ysh,
>
> Menurut saya, menghitung kelayakan bisnis dan investasi IT tidak bisa cuma 
> pakai
> pendekatan seperti ini.
> 1. Investasi IT bukan cuma hardware yang memiliki jangka waktu operasional
> tertentu, misalnya 5 tahun seperti contoh yang Bapak berikan. Tetapi ada juga
> software yang memiliki waktu operasional yang bisa jauh lebih panjang.
> 2. Investasi IT seharusnya memiliki berbagai dampak positif terhadap bisnis,
> misalnya:
> - Menekan biaya operasional
> - Menekan kebocoran-kebocoran
> - Memberikan nilai tambah terhadap produk/layanan
> - Menciptakan layanan baru, dsb
>
> Seorang kawan dari RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah pernah
> memberikan testimoni bagaimana implementasi IT di rumah sakit tersebut mampu
> meningkatkan pendapatan operasional mereka dari 1.8M menjadi 14M.
>
> Berikut kutipan emailnya yang diambil dari milist Kab.
> SIDRAP  http://de.tk/mKRzy
> ----Awal Kutipan----
> Dear All
>
> Sebetulnya saya punya pengalaman pribadi meberapkam pendekatam digital dalam
> pekerjaan, setidaknya digitally hospital atau rumah sakit dengan sistem
> informasi manajemen berbasis komputer. Keuntungannya saya tidak perlu
> kemana-mana untuk tahu berapa jumlah pasien, berapa logistik yang tersedia dan
> lain-lain, cukup saya membuka laptop saya di sambungan internet rumah sakit 
> dan
> semua data yang dibutuhkan segera muncul di layar laptop. Pada tahun 2006 
> ketika
> sistem ini belum diterapkan pendapatan operasioanal RSUD hanya 1,8 M dan pada
> tahun 2009 pendapatan operasional RSUD menjadi 14 M tanpa kenaikan tanpa
> kenaikan tarif sama sekali. Karyawan RSUD termasuk dokter spesialis juga dapat
> bekerja dengan tenang tanpa gejolak sama sekali sebab mereka dapat memantau
> pendapatannya kapan saja termasuk yang digratiskan oleh direksi karena pasien
> tidak memiliki uang. Karena karyawan paham betul bahwa uangnya tidak dimakan
> oleh direksi mereka berlomba memberi layanan terbaik agar pasien yang memilih
> RSUD sebagai pilihan untuk mengatasi masalah kesehatan semakin banyak. Tidak
> heran kemudian kalau RSUD kami sering sekali mendapat penghargaan nasional dan
> internasional karena kolaborasi yang baik antara direksi dan manajemen.
>
> Awalnya, diduga lonjakan pendapatan karena bertambahnya pasien namun hasil
> analisa data menunjukkan bahwa pasien hanya naik dua kali lipat sedang
> pendapatan naik hampir tujuh kali lipat pada kurun waktu yang sama. Sistem ini
> rupanya sangat andal untuk menekan bocornya pendapatan sekaligus memberi ruang
> pada partisipasi masyarakat (pasien dan keluarganya) untuk pengawasan karena
> print out kuitansi sedemikian detailnya hingga masyarakat dapat melakukan
> komplain ke direksi langsung jika membayar sesuatu yang tidak didapatkanya 
> atau
> tidak sesuai harga yang tertera di peraturan tentang tarif.
>
> Demikian sekelumit pengalam personal kami menyelenggarakan rumah sakit 
> berbasis
> teknologi,,

Kirim email ke