Yth Pak Deru, Saya setuju dengan komentar Bapak. Beda daerah, beda level maturitasnya. Apalagi beda Belahan Dunia. Jadi, "ada"-nya Rule-of-Thumb-pun, mungkin belum ada yang berani Claim. Menurut Saya, manfaat terbesar biasanya terjadi dari "TIDAK PUNYA"-ke-"PUNYA". Prosentase-nya melai menurun ketika dari "PUNYA"-ke-"Peningkatan PERFORMA" Bahkan ketika sudah di fase "STABIL" sudah tidak bisa terlihat pengaruh IT per se... CMIIW Salam, Sulzer Jusman
***CONFIDENTIALITY NOTICE*** This e-mail is intended for the sole use of the individual(s) to whom it is addressed, and may contain information that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. You are hereby notified that any dissemination, duplication, or distribution of this transmission by someone other than the intended addressee or its designated agent is strictly prohibited. If you receive this e-mail in error, please notify me immediately by replying to this e-mail. --- On Fri, 8/20/10, Deru Sudibyo <[email protected]> wrote: From: Deru Sudibyo <[email protected]> Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] To: [email protected] Date: Friday, August 20, 2010, 3:19 PM Rekan2 Yth, Barangkali gambaran bahwa IT hanya berpengaruh 10% mungkin teoritis atau mungkin sekedar rule of thumb (ROT). Semua faktor lain diasumsikan fit atau prima. Sehingga IT hanya membantu meningkatkan kecepatan dan ketepatan administrasi. Atau bisa jadi ROT atau teorinya yg salah, dan itu bukan tidak mungkin. Saya juga menyangsikan jika dikatakan pengaruh IT hanya 10% terhadap keuntungan / kerugian. Kalo gitu jika perbankan di Indonesia kembali manual, keuntungannya hanya turun 10%. Waaahh .. padahal investasi IT jauh di atas itu. Rugi donk yaaaw.. Namun demikian,i yg dialami RSUD Imanudin dan Garuda mungkin tidak murni pengaruh IT. Mungkin saja kebetulan pembenahan IT dilaksanakan pas bareng dg penataan dan penertiban di segala bidang. Kita tahu lah.. bagaimana citra dan sepak terjang instansi pemerintah dan BUMN sejak mata kita melek. Kayaknya baru2 ini aja mulai tertib. Regards ____________ Deru Sudibyo http://www.slideshare.net/zjosxdi 2010/8/20 haminullah <[email protected]> Pak Candra dan Rekan Ysh, Kalau apa yang saya sampaikan tadi hanya dianggap "cerita sukses" dari "org IT", lalu bagaimana menurut bapak dengan transformasi bisnis di Garuda yang didukung oleh implementasi IT. Berikut perjalanan Garuda dari 2004 - 2008 Tahun 2004: Garuda mengalami kerugian Rp 811 M Tahun 2005: Garuda mengalami kerugian Rp 688 M Tahun 2006: Garuda mengalami kerugian Rp 197 M Tahun 2007: Garuda membukukan keuntungan Rp 258 M Tahun 2008: Gaurda memperoleh revenue Rp 19.4T Menurut Pak Candra bagaimana? Salam, Haminullah
