walach, pak sulzer, kayak nggak tahu saja. 

--- In [email protected], Sulzer <sulz...@...> wrote:
>
> Nuwun sewu Pak Rudy...,
>  
> Bagaimana bisa Inisiatif TI berjalan sendiri...? Itu saja sudah ngga 
> benar...!!
> Itu kan Proses Transformasi bisnis, TI harus bagian dari Transformasi 
> itu.... 
>  
> Sudah banyak Implementasi dimana TI "BISA" dan "SERING" sebagai Katalisator 
> diseluruh lini Transformasi. Perubahan Arsitektur Organisasi, Alur Kerja dan 
> Alat Kerja, bukan tidak mungkin dapat menghemat dengan angka yang 
> fantastis... 
> Apalagi dari sebuah bisnis atau Instansi yang terbiasa "Pasak Lebih Besar 
> dari pada Tiang".
> 
> CMIIW
>  
> Salam,
> Sulzer Jusman
> 
> 
> ***CONFIDENTIALITY NOTICE*** 
> This e-mail is intended for the sole use of the individual(s) to whom it is 
> addressed, and may contain information that is privileged, confidential and 
> exempt from disclosure under applicable law. You are hereby notified that any 
> dissemination, duplication, or distribution of this transmission by someone 
> other than the intended addressee or its designated agent is strictly 
> prohibited. If you receive this e-mail in error, please notify me immediately 
> by replying to this e-mail.
> 
> --- On Fri, 8/20/10, rudymharahap <rmhara...@...> wrote:
> 
> 
> From: rudymharahap <rmhara...@...>
> Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi 
> Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi]
> To: [email protected]
> Date: Friday, August 20, 2010, 3:44 PM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> Pak Haminullah, 
> 
> Maksud Pak Chandra, kalau hanya jumlah yang dieproc-kan, tentu tidak bisa 
> disimpulkan sudah sedemikian besar penghematannya. Lagi pula, masih muncul 
> perdebatan, apakah itu bisa dibilang efisiensi dari harga satuan yang wajar 
> (karena selama ini tidak wajar), atau budget yang tidak digunakan yang besar 
> (karena salah dalam pengajuan anggaran yang terlalu besar). Kalau yang 
> terjadi yang terakhir, maka itu bukan efisiensi. 
> 
> Bahwa TI bisa memberi perubahan, karena biasanya ada efek domino, itu benar. 
> Misalnya, dengan dijalankannya eproc, orang akan cenderung lebih tertib, 
> lebih profesional, dan seterusnya. Tapi, suatu inisiatif TI pada project 
> tertentu memberi efek ke aspek tertentu secara signifikan, ini masih 
> dibuktikan lebih lanjut. 
> 
> Contohnya, IT Garuda. Apa iya karena TI-nya? Atau jangan-jangan karena 
> inisiatif transformasi bisnisnya. Perlu diingat kembali, ketika inisiatif TI 
> berjalan sendiri, maka biasanya akan gagal. 
> 
> --- In [email protected], haminullah <u11ah@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Pak Candra dan Rekan Ysh,
> > 
> > Kalau apa yang saya sampaikan tadi hanya dianggap "cerita sukses" dari "org 
> > IT", 
> > lalu bagaimana menurut bapak dengan transformasi bisnis di Garuda yang 
> > didukung 
> > oleh implementasi IT. Berikut perjalanan Garuda dari 2004 - 2008
> > Tahun 2004: Garuda mengalami kerugian Rp 811 M
> > Tahun 2005: Garuda mengalami kerugian Rp 688 M
> > Tahun 2006: Garuda mengalami kerugian Rp 197 M
> > Tahun 2007: Garuda membukukan keuntungan Rp 258 M
> > Tahun 2008: Gaurda memperoleh revenue Rp 19.4T
> > 
> > Menurut Pak Candra bagaimana?
> > 
> > Salam,
> > Haminullah
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: Chandra Yulistia <chandray@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Fri, August 20, 2010 2:33:42 PM
> > Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem 
> > Informasi 
> > Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi]
> > 
> > 
> > Pak Haminullah Yth
> > 
> > Yup benar Pak, "cerita sukses" sih banyak Pak, apalagi dari "org TI" :) ...
> > 
> > Angka miliaran di eproc PLN itu khan hanya berapa persen saja dari seluruh 
> > biaya 
> > pengadaan yg lewat eProcurement PLN Pak ... Jadi kalau dilihat skalanya sih 
> > rasanya sulit eproc-nya bisa hemat secara signifikan sampai puluhan persen 
> > disana ... 
> > 
> > 
> > Salam,
> > CY
> > ________________________________
> > 
> > From: haminullah <u11ah@> 
> > Sender: [email protected] 
> > Date: Fri, 20 Aug 2010 00:17:00 -0700 (PDT)
> > To: <[email protected]>
> > ReplyTo: [email protected] 
> > Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem 
> > Informasi 
> > Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi]
> > 
> > 
> > 
> > Pak Chandra Ysh,
> > 
> > Saya coba ajak yang bersangkutan untuk masuk ke milist ini biar kita bisa 
> > dapat 
> > share langsung dari pihak pertama.
> > Sebetulnya cerita mengenai implementasi TI yang dapat mendorong penghematan 
> > yang 
> > besar sering saya dengar. 
> > Dari salah satu prsentasi yang dibawakan oleh salah seorang staff ahli TI 
> > di 
> > PLN, saya mendapat informasi bahwa implementasi e-Procurement di PLN mampu 
> > menekan pengeluaran hingga angka miliaran rupiah juga. 
> > 
> > Salam,
> > Haminullah
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: Chandra Yulistia <chandray@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Fri, August 20, 2010 11:06:08 AM
> > Subject: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi 
> > Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi]
> > 
> > 
> > Pak Haminullah dan rekan-rekan Yth
> > 
> > Sungguh suatu angka yang sangat menakjubkan Pak ! Pendapatan naik dari 
> > 1,8 miliar menjadi 14 miliar ... 700% loh Pak ...
> > 
> > Sejauh yang saya tahu, ada survey di tahun 2004 yg menunjukkan bhw 
> > solusi TI dpt meningkatkan pendapatan sekitar dan/atau menurunkan biaya 
> > rata-rata sekitar 10% saja ...
> > 
> > Mungkin Bapak bisa elaborasi lebih mendalam spt apa hubungannya TI dgn 
> > peningkatan pendapatan 700% tersebut Pak ... saya sangat "tertarik" Pak.
> > 
> > Salam,
> > 
> > Chandra Yulistia, CISA
> > -------------------------
> > M (62) 812 945 2128
> > E chandray@
> > -------------------------
> > 
> > On 19/08/2010 5:46, haminullah wrote:
> > >
> > >
> > > Pak Amik Ysh,
> > >
> > > Menurut saya, menghitung kelayakan bisnis dan investasi IT tidak bisa 
> > > cuma 
> > >pakai
> > > pendekatan seperti ini.
> > > 1. Investasi IT bukan cuma hardware yang memiliki jangka waktu operasional
> > > tertentu, misalnya 5 tahun seperti contoh yang Bapak berikan. Tetapi ada 
> > > juga
> > > software yang memiliki waktu operasional yang bisa jauh lebih panjang.
> > > 2. Investasi IT seharusnya memiliki berbagai dampak positif terhadap 
> > > bisnis,
> > > misalnya:
> > > - Menekan biaya operasional
> > > - Menekan kebocoran-kebocoran
> > > - Memberikan nilai tambah terhadap produk/layanan
> > > - Menciptakan layanan baru, dsb
> > >
> > > Seorang kawan dari RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah 
> > > pernah
> > > memberikan testimoni bagaimana implementasi IT di rumah sakit tersebut 
> > > mampu
> > > meningkatkan pendapatan operasional mereka dari 1.8M menjadi 14M.
> > >
> > > Berikut kutipan emailnya yang diambil dari milist Kab.
> > > SIDRAP http://de.tk/mKRzy
> > > ----Awal Kutipan----
> > > Dear All
> > >
> > > Sebetulnya saya punya pengalaman pribadi meberapkam pendekatam digital 
> > > dalam
> > > pekerjaan, setidaknya digitally hospital atau rumah sakit dengan sistem
> > > informasi manajemen berbasis komputer. Keuntungannya saya tidak perlu
> > > kemana-mana untuk tahu berapa jumlah pasien, berapa logistik yang 
> > > tersedia dan
> > > lain-lain, cukup saya membuka laptop saya di sambungan internet rumah 
> > > sakit 
> > dan
> > > semua data yang dibutuhkan segera muncul di layar laptop. Pada tahun 2006 
> > >ketika
> > > sistem ini belum diterapkan pendapatan operasioanal RSUD hanya 1,8 M dan 
> > > pada
> > > tahun 2009 pendapatan operasional RSUD menjadi 14 M tanpa kenaikan tanpa
> > > kenaikan tarif sama sekali. Karyawan RSUD termasuk dokter spesialis juga 
> > > dapat
> > > bekerja dengan tenang tanpa gejolak sama sekali sebab mereka dapat 
> > > memantau
> > > pendapatannya kapan saja termasuk yang digratiskan oleh direksi karena 
> > > pasien
> > > tidak memiliki uang. Karena karyawan paham betul bahwa uangnya tidak 
> > > dimakan
> > > oleh direksi mereka berlomba memberi layanan terbaik agar pasien yang 
> > > memilih
> > > RSUD sebagai pilihan untuk mengatasi masalah kesehatan semakin banyak. 
> > > Tidak
> > > heran kemudian kalau RSUD kami sering sekali mendapat penghargaan 
> > > nasional dan
> > > internasional karena kolaborasi yang baik antara direksi dan manajemen.
> > >
> > > Awalnya, diduga lonjakan pendapatan karena bertambahnya pasien namun hasil
> > > analisa data menunjukkan bahwa pasien hanya naik dua kali lipat sedang
> > > pendapatan naik hampir tujuh kali lipat pada kurun waktu yang sama. 
> > > Sistem ini
> > > rupanya sangat andal untuk menekan bocornya pendapatan sekaligus memberi 
> > > ruang
> > > pada partisipasi masyarakat (pasien dan keluarganya) untuk pengawasan 
> > > karena
> > > print out kuitansi sedemikian detailnya hingga masyarakat dapat melakukan
> > > komplain ke direksi langsung jika membayar sesuatu yang tidak 
> > > didapatkanya 
> > atau
> > > tidak sesuai harga yang tertera di peraturan tentang tarif.
> > >
> > > Demikian sekelumit pengalam personal kami menyelenggarakan rumah sakit 
> > berbasis
> > > teknologi,,
> >
>


Kirim email ke