Rekan2 Yth, Barangkali gambaran bahwa IT hanya berpengaruh 10% mungkin teoritis atau mungkin sekedar rule of thumb (ROT). Semua faktor lain diasumsikan fit atau prima. Sehingga IT hanya membantu meningkatkan kecepatan dan ketepatan administrasi.
Atau bisa jadi ROT atau teorinya yg salah, dan itu bukan tidak mungkin. Saya juga menyangsikan jika dikatakan pengaruh IT hanya 10% terhadap keuntungan / kerugian. Kalo gitu jika perbankan di Indonesia kembali manual, keuntungannya hanya turun 10%. Waaahh .. padahal investasi IT jauh di atas itu. Rugi donk yaaaw.. Namun demikian,i yg dialami RSUD Imanudin dan Garuda mungkin tidak murni pengaruh IT. Mungkin saja kebetulan pembenahan IT dilaksanakan pas bareng dg penataan dan penertiban di segala bidang. Kita tahu lah.. bagaimana citra dan sepak terjang instansi pemerintah dan BUMN sejak mata kita melek. Kayaknya baru2 ini aja mulai tertib. Regards ____________ Deru Sudibyo http://www.slideshare.net/zjosxdi 2010/8/20 haminullah <[email protected]> > > > > Pak Candra dan Rekan Ysh, > > Kalau apa yang saya sampaikan tadi hanya dianggap "cerita sukses" dari "org > IT", lalu bagaimana menurut bapak dengan transformasi bisnis di Garuda yang > didukung oleh implementasi IT. Berikut perjalanan Garuda dari 2004 - 2008 > Tahun 2004: Garuda mengalami kerugian Rp 811 M > Tahun 2005: Garuda mengalami kerugian Rp 688 M > Tahun 2006: Garuda mengalami kerugian Rp 197 M > Tahun 2007: Garuda membukukan keuntungan Rp 258 M > Tahun 2008: Gaurda memperoleh revenue Rp 19.4T > > Menurut Pak Candra bagaimana? > > Salam, > Haminullah > >
