Pak Candra dan Rekan Ysh,
Kalau apa yang saya sampaikan tadi hanya dianggap "cerita sukses" dari "org IT", lalu bagaimana menurut bapak dengan transformasi bisnis di Garuda yang didukung oleh implementasi IT. Berikut perjalanan Garuda dari 2004 - 2008 Tahun 2004: Garuda mengalami kerugian Rp 811 M Tahun 2005: Garuda mengalami kerugian Rp 688 M Tahun 2006: Garuda mengalami kerugian Rp 197 M Tahun 2007: Garuda membukukan keuntungan Rp 258 M Tahun 2008: Gaurda memperoleh revenue Rp 19.4T Menurut Pak Candra bagaimana? Salam, Haminullah ________________________________ From: Chandra Yulistia <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, August 20, 2010 2:33:42 PM Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Pak Haminullah Yth Yup benar Pak, "cerita sukses" sih banyak Pak, apalagi dari "org TI" :) ... Angka miliaran di eproc PLN itu khan hanya berapa persen saja dari seluruh biaya pengadaan yg lewat eProcurement PLN Pak ... Jadi kalau dilihat skalanya sih rasanya sulit eproc-nya bisa hemat secara signifikan sampai puluhan persen disana ... Salam, CY ________________________________ From: haminullah <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 20 Aug 2010 00:17:00 -0700 (PDT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Pak Chandra Ysh, Saya coba ajak yang bersangkutan untuk masuk ke milist ini biar kita bisa dapat share langsung dari pihak pertama. Sebetulnya cerita mengenai implementasi TI yang dapat mendorong penghematan yang besar sering saya dengar. Dari salah satu prsentasi yang dibawakan oleh salah seorang staff ahli TI di PLN, saya mendapat informasi bahwa implementasi e-Procurement di PLN mampu menekan pengeluaran hingga angka miliaran rupiah juga. Salam, Haminullah ________________________________ From: Chandra Yulistia <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, August 20, 2010 11:06:08 AM Subject: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Pak Haminullah dan rekan-rekan Yth Sungguh suatu angka yang sangat menakjubkan Pak ! Pendapatan naik dari 1,8 miliar menjadi 14 miliar ... 700% loh Pak ... Sejauh yang saya tahu, ada survey di tahun 2004 yg menunjukkan bhw solusi TI dpt meningkatkan pendapatan sekitar dan/atau menurunkan biaya rata-rata sekitar 10% saja ... Mungkin Bapak bisa elaborasi lebih mendalam spt apa hubungannya TI dgn peningkatan pendapatan 700% tersebut Pak ... saya sangat "tertarik" Pak. Salam, Chandra Yulistia, CISA ------------------------- M (62) 812 945 2128 E [email protected] ------------------------- On 19/08/2010 5:46, haminullah wrote: > > > Pak Amik Ysh, > > Menurut saya, menghitung kelayakan bisnis dan investasi IT tidak bisa cuma >pakai > pendekatan seperti ini. > 1. Investasi IT bukan cuma hardware yang memiliki jangka waktu operasional > tertentu, misalnya 5 tahun seperti contoh yang Bapak berikan. Tetapi ada juga > software yang memiliki waktu operasional yang bisa jauh lebih panjang. > 2. Investasi IT seharusnya memiliki berbagai dampak positif terhadap bisnis, > misalnya: > - Menekan biaya operasional > - Menekan kebocoran-kebocoran > - Memberikan nilai tambah terhadap produk/layanan > - Menciptakan layanan baru, dsb > > Seorang kawan dari RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah pernah > memberikan testimoni bagaimana implementasi IT di rumah sakit tersebut mampu > meningkatkan pendapatan operasional mereka dari 1.8M menjadi 14M. > > Berikut kutipan emailnya yang diambil dari milist Kab. > SIDRAP http://de.tk/mKRzy > ----Awal Kutipan---- > Dear All > > Sebetulnya saya punya pengalaman pribadi meberapkam pendekatam digital dalam > pekerjaan, setidaknya digitally hospital atau rumah sakit dengan sistem > informasi manajemen berbasis komputer. Keuntungannya saya tidak perlu > kemana-mana untuk tahu berapa jumlah pasien, berapa logistik yang tersedia dan > lain-lain, cukup saya membuka laptop saya di sambungan internet rumah sakit dan > semua data yang dibutuhkan segera muncul di layar laptop. Pada tahun 2006 >ketika > sistem ini belum diterapkan pendapatan operasioanal RSUD hanya 1,8 M dan pada > tahun 2009 pendapatan operasional RSUD menjadi 14 M tanpa kenaikan tanpa > kenaikan tarif sama sekali. Karyawan RSUD termasuk dokter spesialis juga dapat > bekerja dengan tenang tanpa gejolak sama sekali sebab mereka dapat memantau > pendapatannya kapan saja termasuk yang digratiskan oleh direksi karena pasien > tidak memiliki uang. Karena karyawan paham betul bahwa uangnya tidak dimakan > oleh direksi mereka berlomba memberi layanan terbaik agar pasien yang memilih > RSUD sebagai pilihan untuk mengatasi masalah kesehatan semakin banyak. Tidak > heran kemudian kalau RSUD kami sering sekali mendapat penghargaan nasional dan > internasional karena kolaborasi yang baik antara direksi dan manajemen. > > Awalnya, diduga lonjakan pendapatan karena bertambahnya pasien namun hasil > analisa data menunjukkan bahwa pasien hanya naik dua kali lipat sedang > pendapatan naik hampir tujuh kali lipat pada kurun waktu yang sama. Sistem ini > rupanya sangat andal untuk menekan bocornya pendapatan sekaligus memberi ruang > pada partisipasi masyarakat (pasien dan keluarganya) untuk pengawasan karena > print out kuitansi sedemikian detailnya hingga masyarakat dapat melakukan > komplain ke direksi langsung jika membayar sesuatu yang tidak didapatkanya atau > tidak sesuai harga yang tertera di peraturan tentang tarif. > > Demikian sekelumit pengalam personal kami menyelenggarakan rumah sakit berbasis > teknologi,,
