Assalamu'alaikum wr wb...
Sejauh yang saya pahami : 1. Ghoror terkait dengan masalah KETIDAKJELASAN. Obatnya adalah KEJELASAN dan TRANSPARANSI dalam setiap kontrak atau hubungan muamalat. 2. Maysir tidaklah terkait dengan masalah KETIDAKPASTIAN atau SPEKULASI (anda benar....). Maysir lebih terkait dengan arahan agama agar setiap rupiah investasi yang dilakukan, ditujukan untuk meningkatkan supply barang dan jasa / sektor riil dalam rangka untuk memberikan kemaslahatan public. Mudah2an bermanfaat. wass ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of syam nahar Sent: Thursday, June 28, 2007 9:50 AM To: [email protected] Subject: {ekonomi-syariah} Tanya Batasan Spekulasi? Islam melarang segala bentuk aksi spekulasi (gharar & maysir). Namun, definisi, bentuk dan batasan spekulasi yang bagaimanakah yang dilarang? sebab kegiatan investasi maupun perdagangan pun di dalamnya terdapat unsur kemungkinan untung atau buntung (risk-return). Temen-teman yang main di pasar modal/uang dan atau valas beralasan kalau mereka bukan ber-spekulasi, sebab mereka bisa memprediksi hasil investasi berdasarkan tren pasar yang dapat mereka analisa (mereka memiliki expertise,red), seperti halnya kegiatan perdagangan biasa. Jika Mohon penjelasan dan referensi dari rekan-rekan ! ________________________________ Be a better Globetrotter. Get better travel answers <http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http:/answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oD MTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklf MzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469> from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. ________________________________ ** “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
