Alaikum salam…..
Pada saat uang yang diinvestasikan benar2 masuk sektor real (pabrik/kantor) dan bukan ke spekulan saham lain maka itu satu langkah bukan spekulasi. ini adalah kegiatan yang bersifat spekulatif (krn tdk pernah tahu bakal untung atau tidak) tapi kegiatan ini TIDAK maisir (krn terkait dgn sector riil/produktif)…… Dan jika investor itu berharap mendapat untung jika perusahaan untung (deviden), maka bukan spekulasi. ini adalah kegiatan yang bersifat spekulatif (krn tdk pernah tahu bakal dapat deviden atau tidak) tapi kegiatan ini TIDAK maisir (krn terkait dgn sector riil/produktif)…… Tapi jika berharap untung karena harga saham yang dia beli naik (stock gain), itu spekulasi. Pada perdagangan sekunder uang umumnya berputar di sesama spekulan saham. Tidak masuk ke sektor real. ini adalah kegiatan yang bersifat spekulatif (krn tdk pernah tahu harga saham akan naik atau turun) tapi kegiatan ini TERGOLONG maisir (krn uang yg dinvestasikan memang tidak diniatkan untuk meningkat agregat supply barang dan jasa)…… Diskusi tentang hal terakhir tersebut di atas adalah sangat menarik di beberapa kelompok diskusi karena : 1. sulit untuk mengetahui NIAT seseorang tatkala ia membeli saham : apakah ia akan mencari margin atau keuntungan usaha ? 2. sulit juga mencegah seseorang untuk menjual kembali sahamnya, misalnya karena alas an kebutuhan likuiditas, dsb. Untuk itu, hasil diskusi –untuk sementara ini- lebih cenderung untuk memberikan kebebasan atas jual beli saham ini (karena 2 alasan tsb di atas) namun disertai dengan “penalty” yang tinggi atas margin (gain) yang diperoleh, misalnya minimal 90%. Elaborasi lebih jauh menemukan solusi yang lebih baik yaitu gradasi besarnya “penalty” : a. apabila dijual dalam hari yang sama, maka penaltinya 90% b. apabila dijual pada hari berikutnya, maka penaltinya 89% c. apabila dijual pada 2 hari berikutnya, maka penaltinya 88% d. dst wass ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: Monday, July 02, 2007 3:13 PM To: [email protected] Subject: RE: {ekonomi-syariah} Tanya Batasan Spekulasi? Wa'alaikum salam wr wb, Pada saat uang yang diinvestasikan benar2 masuk sektor real (pabrik/kantor) dan bukan ke spekulan saham lain maka itu satu langkah bukan spekulasi. Dan jika investor itu berharap mendapat untung jika perusahaan untung (deviden), maka bukan spekulasi. Tapi jika berharap untung karena harga saham yang dia beli naik (stock gain), itu spekulasi. Pada perdagangan sekunder uang umumnya berputar di sesama spekulan saham. Tidak masuk ke sektor real. Wassalam --- Bambang Himawan <[EMAIL PROTECTED] <mailto:bhimawan%40bi.go.id> > wrote: > Assalamu'alaikum wr wb... > > > > Sejauh yang saya pahami : > > > > 1. Ghoror terkait dengan masalah KETIDAKJELASAN. > Obatnya adalah > KEJELASAN dan TRANSPARANSI dalam setiap kontrak atau > hubungan muamalat. > 2. Maysir tidaklah terkait dengan masalah > KETIDAKPASTIAN atau > SPEKULASI (anda benar....). Maysir lebih terkait > dengan arahan agama > agar setiap rupiah investasi yang dilakukan, > ditujukan untuk > meningkatkan supply barang dan jasa / sektor riil > dalam rangka untuk > memberikan kemaslahatan public. > > > > Mudah2an bermanfaat. > > wass > > ________________________________ > > From: [email protected] > <mailto:ekonomi-syariah%40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] > <mailto:ekonomi-syariah%40yahoogroups.com> ] On Behalf > Of syam nahar > Sent: Thursday, June 28, 2007 9:50 AM > To: [email protected] > <mailto:ekonomi-syariah%40yahoogroups.com> > Subject: {ekonomi-syariah} Tanya Batasan Spekulasi? > > > > Islam melarang segala bentuk aksi spekulasi (gharar > & maysir). Namun, > definisi, bentuk dan batasan spekulasi yang > bagaimanakah yang dilarang? > sebab kegiatan investasi maupun perdagangan pun di > dalamnya terdapat > unsur kemungkinan untung atau buntung (risk-return). > Temen-teman yang > main di pasar modal/uang dan atau valas beralasan > kalau mereka bukan > ber-spekulasi, sebab mereka bisa memprediksi hasil > investasi berdasarkan > tren pasar yang dapat mereka analisa (mereka > memiliki expertise,red), > seperti halnya kegiatan perdagangan biasa. Jika > Mohon penjelasan dan > referensi dari rekan-rekan ! > > > > ________________________________ > > Be a better Globetrotter. Get better travel answers > <http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http:/answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oD <http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http:/answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oD> > MTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklf > MzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469> > from > someone who knows. > Yahoo! Answers - Check it out. > > > > ________________________________ > > ** > > > > “This e-mail (including any attachments) is > intended solely for the addressee and could contain > information that is confidential; If you are not the > intended recipient, you are hereby notified that any > use, disclosure, copying or dissemination of this > e-mail and any attachment is strictly prohibited and > you should immediately delete it. This message does > not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. > Although this e-mail has been checked for computer > viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any > damage caused by any virus and any malicious code > transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient > should check again for the risk of viruses, > malicious codes, etc as a result of e-mail > transmission through Internet†> === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> __________________________________________________________Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/ <http://tv.yahoo.com/> ________________________________ ** “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
