Fukuyama memang hebat dalam bukunya Trust, dia mencoba menganalisis 
kaitan budaya dengan kinerja ekonomi suatu bangsa. Hasil penelitiannya 
menunjukkan perusahaan besar itu sangat berkembang di AS, Jerman dan 
Jepang. Tidak di negara2 lain. Dia menyebut satu kesamaan umum dalam 
budaya masyarakat  tersebut yaitu: trust, kepercayaan.

Pada ketiga bangsa itu tingkat kepercayaannya sangat tinggi. Orang mampu 
mempercayai orang lain. Beda misalnya dengan bangsa Cina. Bangsa Cina 
cenderung mempercayai sebatas kalangan keluarga saja. Sehingga 
kebanyakan perusahaan yang tumbuh adalah perusahaan keluarga saja yang 
kapasitasnya akan lebih terbatas.

Bagaimana dengan orang Islam?

Kalo tesis Fukuyama ini benar - artinya faktor budaya mempengaruhi 
pengembangan ekonomi - maka pengembangan ekonomi Islam harus bekerja 
lebih keras lagi. Dalam sejarah orang Islam sangat tidak percaya dengan 
orang lain. Bukan hanya dengan orang agama lain tapi terhadap orang 
Islam itu sendiri. Perseteruan panjang Suni-Syiah masih berlanjut hingga 
saat ini. Penganiayaan terhadap kelompok Ahmadiyah yang jelas2 orang 
Islam juga. Hamas dengan Fatah bukannya sibuk bunuh kapir yahudi, malah 
sibuk bunuh2 an sendiri.

Budaya kita orang Muslim cenderung tidak toleran dus akan sulit bekerja 
sama. Jadi para penggiat pengembangan ekonomi Islam seharusnya juga 
memperhatikan faktor budaya kita yang terbelakang ini.

salam





 

Kirim email ke