boleh jadi benar pendapat fukuyama, tapi boleh jadi juga salah.
tapi saya akan mencoba mengambil kalimat adam smith dalam bukunya the wealth of
nation. dalam bukunya adam smith mengatakan bahwa perekonomian yang maju adalah
perkonomian bangsa-bangsa arab, dan perekonomian yang terbelakang adalah
bangsa-bangsa amerika latin. kalau kita sepakat bahwa ekionomi berkaitan dengan
budaya, maka perekonomian yang maju akan secara linear menyatakan bahwa
budayanya juga maju. jadi islam mana yang terbelakang????
masalah toleransi??? wah jangan kita bicarakan, saya belum pernah tau dan
mendengar ada ucapan pemimpin baik negara kelompok atau apapun yang menyatakan
"barang siapa yang menyakiti kafir jimny maka sama seperti menyakiti aku"
(sabda rasullullah). bangsa indonesia juga berdiri karena toleransi yang besar
dari umat islam. dimana ada tenapat yang sangat mudahnya medirikan rumah ibadah
untuk kalangan minoritas dengan mudah sekali berdiri. di perancis , denmark,
swedia, betapa susah untuk dapat berdiri sebuah masjid. apa ini bentuk
toleransi. apakah bangsa amerika punya toleransi mengahancurkan negara-negara
lain? siapa mayoritas bangsa amerika?
apakah ada toleransi ketika menhujat nabi dari salah satu kaum? denmark,
prancis, swedia.
islam cukup toleran dalam hal-hal muamalah, tapi tegas dalam hal aqidah,
sekalipun harus berperang.
erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Fukuyama memang
hebat dalam bukunya Trust, dia mencoba menganalisis
kaitan budaya dengan kinerja ekonomi suatu bangsa. Hasil penelitiannya
menunjukkan perusahaan besar itu sangat berkembang di AS, Jerman dan
Jepang. Tidak di negara2 lain. Dia menyebut satu kesamaan umum dalam
budaya masyarakat tersebut yaitu: trust, kepercayaan.
Pada ketiga bangsa itu tingkat kepercayaannya sangat tinggi. Orang mampu
mempercayai orang lain. Beda misalnya dengan bangsa Cina. Bangsa Cina
cenderung mempercayai sebatas kalangan keluarga saja. Sehingga
kebanyakan perusahaan yang tumbuh adalah perusahaan keluarga saja yang
kapasitasnya akan lebih terbatas.
Bagaimana dengan orang Islam?
Kalo tesis Fukuyama ini benar - artinya faktor budaya mempengaruhi
pengembangan ekonomi - maka pengembangan ekonomi Islam harus bekerja
lebih keras lagi. Dalam sejarah orang Islam sangat tidak percaya dengan
orang lain. Bukan hanya dengan orang agama lain tapi terhadap orang
Islam itu sendiri. Perseteruan panjang Suni-Syiah masih berlanjut hingga
saat ini. Penganiayaan terhadap kelompok Ahmadiyah yang jelas2 orang
Islam juga. Hamas dengan Fatah bukannya sibuk bunuh kapir yahudi, malah
sibuk bunuh2 an sendiri.
Budaya kita orang Muslim cenderung tidak toleran dus akan sulit bekerja
sama. Jadi para penggiat pengembangan ekonomi Islam seharusnya juga
memperhatikan faktor budaya kita yang terbelakang ini.
salam
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers